Nostalgia Kelakuan Penonton Bioskop Tempo Doeloe!

18 September 2015

Inspirational

Eeeenng Iiiiiinng Eeenng !

Pernahkah anda bertanya darimana istilah eng-ing-eng itu berasal? apa dari akun @Triomacan2000 yg kontroversial itu? bukan! ternyata berawal dari penggemar bioskop tempo doeloe! Maklum nonton bioskop tempo doeloe itu jauh lebih Fun & asyik daripada nonton bioskop sekarang. Walapun anda nonton di kelas XXI Premier sekalipun tidak akan bisa mengalahkan exiting-nya seperti nonton bioskop tempo doeloe. Mosok sih?

Kata Bioskop diserap dari bahasa Belanda yang berakar dari bahasa Yunani; BIOS (βιος) = hidup, KOP (σκοπος) melihat. Bahkan pada awalnya bioskop disebut GAMBAR IDOEP.

Poster Bioskop doeloe selalu berupa papan reklame yang gede agar bisa dilihat dari jauh. Untuk film hari ini maupun yang akan datang – SOON. Loketnya hanya satu saja, sehingga selalu Blek Tumpek Ruwek. Penuh berjibun dengan para pembeli karcis. Antreannya selalu panjang. Sering terjadi rebutan beli karcis berakhir dengan berantem! tidak jarang polisi harus turun tangan. Jadi cara beli karcisnyapun sudah merupakan Ritual tersendiri.

BACA JUGA: Mengenang Bisokop Tempoe Doeloe

Walaupun harus mengantre panjang, kaum pria di Bandung, sering mendapatkan rayuan bahkan dicubit oleh gadis yang legendaris: NURMI. Konon ia sakit jiwa dan hidupnya dari hasil minta-minta. Aneh tapi nyata Nurmi ini sudah memiliki ilmu pemasaran yang luar biasa. Target Oriented selalu hanya mendekati kaum pria. Dan juga customer Oriented. Ia selalu merayu dengan memanggil kami: Pak Mayor, Pak Mayor 😀

Banyak kaum adam ketika itu merasa tersanjung walaupun ini hanya rayuan dari orang Gila sekalipun. Maka dengan senang hati banyak yg memberi uang pada Nurmi. Perlu diketahui bahwa Nurmi merupakan orang sakit jiwa yang sangat melegenda di Bandung tempo doeloe. Coba saja tanya apakah anda masih ingat nama Gubenur tempo doloe di Bandung? Pasti kebanyakan sudah tidak ingat lagi. Tapi nama Nurmi ini tak terlupakan. Nurmi for Ever (Cinta sejati tidak akan berakhir) hehehe

Nonton tempo doeloe tidak akan ada gadis-gadis cantik yang menyapa. Yang ada hanya para penjaga karcis yang garang mirip Preman. Maklum takut ada yang masuk tanpa karcis.

BACA JUGA: Sejarah Bioskop di Bandung

Sebelum film diputar, penonton dihibur oleh lagu-lagu terlebih dahulu. Begitu lampu padam semua penonton tanpa perkecualian bertepuk tangan dengan meriah, bahkan bersuit-suit dan meneriakkan kata ” eng-ing-eng”. Ritual ini tidak ada di bioskop modern saat ini!

Tidak bisa dipungkiri bioskop adalah tempat dimana kita bisa mengeluarkan luapan rasa emosi kita. Mulai tertawa lepas terbahak-bahak sampai menangis. Bahkan turut menjerit-jerit ketakutan.

Penonton tempo doloe sering terbawa oleh luapan emosi mereka. Oleh sebab itu tidak jarang ada penonton yang melemparkan sandalnya ke layar bioskop apabila lakonnya sedang berkelahi.

Lucu tapi nyata; apabila sang lakon mau ditembak atau ditusuk dari belakang; banyak penonton secara tidak sadar turu menjerit memberikan WARNING agar hati-hati githu. Jadi tidak hening dan membosankan seperti nonton di XXI.

Jadi tepuk tangan, bersuit-suit bahkan menjerit sekalipun, ketika film diputar itu sudah merupakan Ritual Wajib bagi para penonton.

Tiba-tiba film terputus sudah merupakan Ritual juga. Terputus bukan karena PAUSE melainkan karena seringnya film putus rusak. Pada saat itu sering kita mendengar kekecewaan penonton dengan mengeluh . Tetapi apabila film dimulai lagi selalu diirngi dengan tepukan tangan luapan rasa gembira dari penonton.

Setelah film diputar ¾ bagian selalu diselingi oleh PAUSE untuk ke WC ataupun jajan. Seiring hal itu sering terdengar teriakan dan hiruk-pikuk orang yang berjualan makanan di dalam bioskop, “Kacang garing, Kuaci, Pala Manis, Telor Asin!”. Makan Kuaci itu merupakan Ritual tersendiri yang jauh lebih menyenangkan daripada makan Popcorn!

Walaupun demikian ada yang paling tidak menyenangkan pada saat itu. Apabila adegan film sedang seru-serunya; film harus diakhiri dengan tulisan BERSAMBUNG. Maklum film tempo doeloe ada jilid 1 dan 2 nya.

Pada saat film berakhir kita merasa sangat puas dan bahagia sekali. Kita telah bisa melepaskan rasa luapan emosi kita secara ALL OUT. Bukan hanya sekedar itu saja bahkan bisa sering bertepuk tangan, bersuit-suit bahkan berjerit-pula. Mana ada bioskop jaman sekarang ini; dimana anda bisa meluapkan Emosi anda secara FULL Abis, tanpa dicibirkan bahkan disangka wong Edan.

Ternyata nonton GAMBAR IDOEP tempo Doeloe dapat membuat para penontonnya jadi turut HIDUP dan bersemangat pula.

Eng-Ing-Eng!

Nostalgia Kelakuan Penonton Bioskop Tempo Doeloe

5 artikel terakhir di blog annunaki

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.