Sejarah Junghuhn, Bapak Kina Indonesia!

13 September 2015

Figur Inspiratif

Sejarah Junghuhn – Kisah dibawah ini adalah kisah Bapak Kina Junghuhn yang tidak ada di buku pelajaran manapun juga. selamat menyimak!

Bapa Kina Indonesia Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn (1809 – 1864) lahir di Mansfeld – Jerman dan meninggal di Lembang – Bandung. Junghuhn layak disejajarkan dengan Indiana Jones. Betapa tidak? Ia seorang pemberani yang hidupnya penuh dengan petualangan dan juga nyeleneh.

Pada saat remanjanya; baru saja satu tahun kuliah di Berlin ia sudah menerima tantangan DUEL oleh seorang mahasiswa dari Swiss. Akibat duel ini ia terluka di pahanya. Namun lawannya meninggal dunia. Hal inilah yang menyebabkan Junghuhn divonis 10 tahun penjara. Baru setahun di penjara. Ia sudah minggat dan melarikan diri ke Perancis. Ia bisa melarikan diri, karena sebelumnya ia berpura-pura Sakit Jiwa (gila).

Di sana ia bergabung dengan pasukan legendaris Perancis: Legiun Asing (The French Foreign Legion). Di Legiun ini juga ia sering berkelahi. Akhirnya ia dipecat. Padahal baru saja satu tahun ia bergabung di Legiun Asing tsb.

Sudah sejak usia remaja Junghuhn memperlihatkan kegemaran pada alam, cita-citanya menjadi botanikus. Salah satu rekannya di Paris mengusulkan agar ia berangkat ke India. Karena ia kurang mampu; terpaksa ia masuk tentara penjajahan Belanda.

Di Batavia ia ditugaskan dalam dinas kesehatan. Pada pertengahan 1840 Junghuhn ditugaskan pergi untuk menyelidiki daerah Batak. Junghuhn melakukan penelitian selama delapan bulan di sana. Hasilnya sangat mencengangkan. Ia dianggap sebagai perintis pengukur kawasan Sumatra. Satu kawasan yang lebih rumit daripada Pulau Jawa. Disamping itu ia menulis buku dalam bahasa Jerman yang berjudul “Die Battaländer auf Sumatra”.

Juni 1842 Junghuhn kembali di Batavia. Pemerintah kolonial Belanda menugaskan dia dengan pengukuran topografis Jawa. Junghuhn mulai mendaki dan meneliti lebih dari 40 gunung di Jawa!

Sejarah Junghuhn peta

peta dengan detail yg mengagumkan, dilukis oleh junghuhn

Hasil penelitiannya dituangkan dalam dua jilid buku yang sangat memukau. Junghuhn juga membuat empat lembar peta besar Pulau Jawa Kaart van het Eiland Java, berwarna. Believe it or not, hasilnya hampir sama lengkapnya dengan peta hasil rekaman satelit NASA tahun 2007.

Junghuhn termasuk orang yang sangat ambisius dan rajin bekerja. Konon ia menulis setiap hari rata-rata setara dengan empat halaman surat kabar. Ia juga memiliki bakat dan kemampuan melukis dengan sangat baik.

Pada tahun 1848 Junghuhn terpaksa harus pulang ke Belanda untuk berobat di sana. Di Belanda ia menikah dengan seorang gadis Belanda. Setelah itu ia juga mengambil kewarga negaraan Belanda.

Selama di Belanda ia memiliki banyak waktu untuk menyunting catatan-catatannya tentang pulau Jawa. Pada tahun 1850 hasil catatannya diterbitkan sebagai buku. Hal ini membuat nama dia semakin melejit. Oleh sebab itu ia diserahi otoritas oleh Menteri Urusan Koloni, Ch. F. Pahud untuk melaksanakan penanaman Kina.

Pada saat ia berada di Belanda; ia juga mengarang buku yang bertentangan dengan Agama (Kristen). Maklum sejak kecil Junghuhn sudah menjadi Atheist. Sebagai akibat buruk dari didikan yang sangat keras oleh gurunya. Oleh sebab itulah Junghuhn merasa sangat cocok sekali dengan adat maupun kepercayaan yang dianut oleh penduduk di Jawa maupun di Sumatera.

Menurut rakyat setempat pada saat itu; mereka lebih mementingkan alam daripada Tuhan. Maklum Junghuhn sendiri berpendapat “TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALAM.” Disamping itu hanya alam sajalah “sumber dari segala kebenaran” serta satu-satunya “manifestasi ilahiah”.

Buku itu berjudul Licht- und Schattenbilder aus dem Innern von Java. Mengingat ia masih bekerja untuk pemerintah, maka ia belum berani mencantumkan namanya sebagai penulis. Buku ini di fatwa haram oleh pemuka agama Kristen pada saat itu.

1856 Junghuhn suami istri berangkat kembali lagi ke Indonesia. Pada awalnya mereka menetap di Cianjur sebelumnya pindah ke Bandung pada tahun 1858. Di Bandung mereka menempatai bekas gudang kopi yang diberi nama Gedong Papak – Balai kota sekarang ini. Gedung tersebut dirubah menjadi labor tempat kerja Junghuhn.

Junghuhn tidak segan-segan untuk bertikai dengan pimpinannya. Ia mencela Pimpinannya Prof. Teijsmann sebagai “Profesor Sayur”. Maklum Teijsman berkeras hati untuk membudi dayakan perkebunan Kina di perkebunan sayur Cibodas. Menurut Junghuhn berdasarkan analisa yang telah ia lakukan sebelumnya Pengalengan adalah tempat yang jauh lebih tepat. Analisa Junghuhn teryata benar.

Maka tidaklah heran apabila kemudian Indonesia menjadi pemasok kina terbesar di Dunia. 95% kebutuhan Kina dunia pada saat itu di impor dari Indonesia.

Junghuhn meninggal dunia di Lembang dalam usia 55 tahun akibat dari penyakit infeksi usus buntu. Sebelumnya ia meninggal ia mengajukan permohonan terakhir yang begitu puitis kepada sahabat yang juga merupakan Dokter pribadinya. begini isi permintaan terakhir beliau:

Sahabatku yang baik, bukakanlah jendela-jendela. Aku ingin berpamitan dengan gunung-gunungku tercinta. Untuk terakhir kalinya, aku ingin memandang hutan-hutan.Aku ingin menghirup udara pegunungan.

Sejarah Junghuhn

Sejarah Junghuhn

5 artikel terakhir di blog annunaki

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Sejarah Junghuhn

Iklan

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.