Sejarah Gereja Katedral St Petrus – Bandung

6 September 2015

Bandung

Sejarah Gereja Katedral St Petrus Bandung – Arti kata ‘Katedral’ berasal dari kata ‘Cathedra’ (Bahasa Latin: tahta untuk menyebut tahta uskup). Cathedra adalah lambang kewenangan seorang Uskup atas Diosisnya (Keuskupan).

Katedral ini ternyata menjadi saksi bisu tentang perjalanan panjang perkembangan umat Katolik di Bandung. Ketika pertama kali dibangun; Gereja ini hanya berukuran 8 x 21 m persegi saja. Dibangun di Schoolweg (Jl. Merdeka).

Gereja ini pada awalnya diberi nama St. Franciscus Regis dan diberkati oleh Mgr. W. Staal pada tanggal 16 Juni 1895. Kenyataannya Gereja kecil ini umatnya semakin membludak. Dari 280 orang tumbuh menjadi 1.800 umat. Pada tahun 1917 dipilihlah lahan seluas 2.835 m2; sebagai lokasi gereja baru. Lahan ini bekas peternakan ayam yang letaknya di sebelah timur Gereja.

Pada tahun 1921 Gereja baru mulai dibangun. Sebagai perancang mereka memilih Ir. C.P. Wolff Schoemaker. Gereja ini selesai setahun kemudian. Katedral ini lalu diberkati oleh oleh Mgr. E. Luypen pada. 19 Februari 1922. Gereja bergaya arsitektur neo-Gothic akhir. Banungan gereja ini memiliki luas bangunan 785 m2. Apabila dilihat dari atas, bentuknya menyerupai Salib yang simetris. Hasil karya bangunan ini bisa dinilai sebagai salah satu hasil karya Masterpiece dari Schoemaker.

Dua tahun kemudian, diresmikan pendirian sebuah gedung sekolah Katolik untuk putra dengan nama St. Berchmans di Javastraat (sekarang Jalan Jawa). Sekarang bangunan sekolah itu digunakan oleh SD St. Yusup II.

baca juga: Sejarah Sekolah St. Aloysius dan St. Angela Bandung

Beberapa tahun kemudian rel kereta api dibangun tepat di sebelah Selatan kompleks gereja ini. Misa seringkali terganggu oleh deru kereta api, walaupun demikian, Gereja St. Petrus tetap dalam semangatnya melantunkan pujian Ilahi.

Semakin hari pelayanan di Bandung dan sekitarnya semakin maju dan berkembang, maka pada tahun 1932 karya misi di Bandung dijadikan sebuah Prefektur Apostolik, yang kemudian ditingkatkan lagi menjadi Vikariat Apostolik pada tanggal 11 Februari 1942.

Gereja sempat mengalami masa-masa sulit ketika sebagian besar misionaris yang berkebangsaan Belanda harus masuk kamp tawanan Jepang. Mereka dapat kembali bertugas setelah Jepang kalah perang dan kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

Tanggal 3 Januari 1961 adalah tonggak sejarah baru bagi Gereja Katolik Indonesia. Di mana saat itu Vikariat Apostolik Bandung ditingkatkan menjadi Diosis atau Keuskupan. Sejak saat itu, Mgr. P.M. Arntz sungguh-sungguh menjadi Uskup Bandung, tidak lagi ditempeli nama keuskupan lain. Dalam pengangkatannya, sekaligus disebutkan pula katedralnya, yaitu Gereja St. Petrus, Bandung.

Sejarah Gereja Katedral St Petrus Bandung

Sejarah Gereja Katedral St Petrus Bandung

5 artikel terakhir di blog annunaki

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Sejarah Gereja Katedral St Petrus Bandung

Iklan

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.