Sejarah Kolam Renang Centrum dan Dago Tea House – Bandung

28 Agustus 2015

Bandung

Kolam renang Centrum (Tirtamerta) dibangun pada tahun 1920 dan diarsiteki oleh arsitek Belanda ternama C.P Wolff Schoemaker. Arsitek tersebut tercatat juga pernah membangun Hotel Preanger maupun Villa Isola (Gedung UPI sekarang).

kolam renang centrum

kolam renang centrum

Centrum dibangun dengan gaya arsitektur modern tropis Indonesia di Jalan Bilittonstraat yang sekarang menjadi Jalan Belitung. Pemandian ini dibangun di atas tanah seluas 3.200 meter persegi dengan luas bangunan 1.150 meter persegi. dahulu kala Centrum merupakan tempat renang favorit bagi “Noni-noni“ Belanda.

Di tempat pemandian ini di tahun 1950, selain acapkali diadakan lomba renang, juga sering diselenggarakan mode show pakaian mandi yang disponsori berbagai rumah mode pada jamannya, seperti Tjioe Pris dan Mode Huis Bandoeng.

Nasib kolam renang Centrum juga naas tidak beda jauh dari Cihampelas. Walau Centrum pernah direnovasi pada tahun 2000 yang memanjangkan ukuran kolam renang menjadi 46 meter (dari awalnya 30 meter) dengan lebar 21 meter dan kedalaman yang mencapai 3 meter.

baca juga: Sejarah Kolam Renang Cihampelas

Namun nasibnya sama seperti yang dialami oleh pemandian Cihampelas, sejak tahun 2011 Centrum telah dibumiratakan dan dijadikan tempat wedding & restorant oleh Kagum Group dan diberi nama The Centrum.

Dago Thee Huis

Siapa yang tidak ingat akan Dago Thee Huis (Rumah Teh Dago), tempat pacaran ataupun tempat menyepi anak-anak muda Bandung

Dago Thee Huis maupun kolam renang Dago dibangun pada tahun 1920 oleh “Bandoengsche Comite tot Natuurbescherming” (Komite Perlindungan Alam Bandoeng). Komite ini didirikan tahun 1917 dengan pimpinan W. Docter van Leeuwen (Direktur Kebon Raya Bogor). Komite ini adalah komite pertama yang memproklamasikan GO GREEN di Indonesia.

Tujuan utama dari komite ini adalah mengembangkan dan menjaga keasrian lahan hijau di Kota Bandung. Yang termasuk sebagai anggota dari komite tersebut antara lain K.A.R. Bosscha. Salah satu program rancangan mereka yang tidak sempat Terwujudkan adalah Soenda Openlucht Museum di sekitar Curug Dago.

5 artikel terakhir di blog annunaki

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.