4 Syarat Menjadi Donor Darah Bagi Anda Yang Berpuasa Ramadhan

9 Juli 2015

Healthy Liffestyle

Syarat Donor Darah bulan Ramadhan – Darah menjadi kebutuhan yang tidak kenal akan waktu. Hal tersebutlah yang menjadi penyebab stok darah harus selalu tersedia sehingga kebutuhan darah yang mendesak dapat segera diatasi. Namun, jumlah stok darah terkadang juga dapat mulai menipis, misalnya saja pada bulan Ramadhan. Stok darah yang menipis disebabkan karena minat pendonor semakin berkurang untuk melakukan aksi donor darah saat sedang berpuasa.

Menurut data dari Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, jumlah pendonor darah pada bulan puasa mengalami penurunan hingga mencapai 60 persen jika dibandingkan dengan bulan – bulan lainnya. Kepala PMI DKI Jakarta, Bapak Salimar Salim saat ditemui di kantornya mengatakan bahwa donor darah sebenarnya tetap dapat dilakukan saat sedang berpuasa karena tidak akan membatalkan puasa.

Hanya saja, ia berpesan bahwa ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi oleh pendonor agar donor darah tetap dapat dilakukan meski sedang menjalani ibadah puasa. Selain syarat kesehatan seperti kadar hemoglobin dan tekanan darah yang memang akan diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan donor darah, ada juga beberapa syarat terkait dengan waktu berdonor dan kebiasaan pendonor, di antaranya adalah sebagai berikut.

Cukup makan sahur dan berbuka
Kecukupan asupan makanan merupakan hal yang penting untuk melakukan donor darah. Karena energi pendonor sangat dipengaruhi oleh asupan makanan tersebut sehingga setelah mendonorkan darah, Anda tidak akan merasa lemas atau pusing.

Bapak Salimar memaparkan bahwa secara umum kebiasaan pendonor saat sahur dan berbuka akan ditanyakan terlebih dahulu. Jika hanya minum air putih dan makan kue – kue saja, maka donor darah lebih baik ditunda dulu. Ia menjelaskan bahwa beberapa hari sebelum mendonor, pendonor minimal harus makan makanan yang bergizi dengan kandungan karbohidrat, vitamin, lemak, protein, dan mineral yang cukup pada waktu sahur dan berbuka. Sementara untuk jumlahnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan tiap – tiap individu.

Cukup tidur
Jadwal tidur biasanya akan mengalami perubahan pada saat berpuasa, hal ini dikarenakan adanya aktivitas pada malam hari berupa sahur maupun ibadah malam. Namun bagaimanapun juga, tidur menjadi kebutuhan yang sangat penting sebagai proses pembentukan sel – sel darah. Sehingga orang yang akan melakukan donor darah harus tidur setidaknya tiga jam pada malam sebelumnya. Bagi mereka yang begadang di malam sebelumnya, lebih baik tidak melakukan donor darah dahulu.

Cukup Minum
Tubuh tersusun atas cairan yang sebagian besar terbentuk sebagai darah. Untuk mengurangi resiko terjadinya didrasi saat mendonorkan darah, maka pendonor harus memenuhi kebutuhan cairan dengan cukup minum. Karena waktu minum menjadi terbatas saat berpuasa, maka pendonor harus cukup minum pada saat sahur dan setelah berbuka puasa agar kebutuhan cairan tercukupi.

Donor darah di malam hari
Meski tidak ada larangan untuk melakukan donor darah saat sedang berpuasa pada siang hari, namun donor darah pada malam hari dapat menjadi alternatif yang mungkin lebih ringan untuk dilakukan. Oleh karena itu, Bapak Salimar memastikan bahwa PMI DKI Jakarta siap melayani pendonor pada jam berapa pun karena PMI buka 24 jam. Di samping itu, donor darah kerja juga dapat dilakukan setelah shalat tarawih karena PMI telah bekerja sama dengan tempat – tempat beribadatan seperti masjid yang tersebar di DKI Jakarta.

Syarat Donor Darah bulan Ramadhan

Syarat Donor Darah bulan Ramadhan

5 artikel terakhir di blog annunaki

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Syarat Donor Darah bulan Ramadhan

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.