Tips Berpuasa Ramadhan Bagi Penderita Kanker

2 Juli 2015

Healthy Liffestyle

Tips Berpuasa Ramadhan Bagi Penderita Kanker – Salah satu momen yang sangat dirindukan oleh umat muslim adalah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Banyak umat muslim yang berharap dapat berpuasa selama sebulan penuh pada bulan yang istimewa ini. Hal tersebut mungkin juga dirasakan oleh penderita kanker. Sama halnya dengan yang tidak menderita kanker, keinginan untuk menjalankan ibadah puasa tentunya juga mereka miliki meski harus berjuang melawan kegananasan pertumbuhan sel kanker yang telah menggerogoti tubuh.

Banyak orang yang mungkin berpikir bahwa puasa merupakan hal yang tidak dapat dilakukan oleh para penderita kanker karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan. Namun kenyataanya, penderita kanker tetap dapat menjalankan ibadah puasa meski harus memenuhi beberapa syarat.

Liong Pit Lin yang merupakan survivor kanker sekaligus praktisi gaya hidup sehat menjelaskan bahwa berpuasa bukan menjadi masalah bagi penderita kanker, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Jika metode berpuasa telah dilakukan dengan benar, maka manfaat kesehatan dari puasa akan benar – benar dirasakan.

Salah satu metode berpuasa yang disarankan Liong yaitu dengan membatasi asupan makanan dan minuman yang bersifat manis. Liong menuturkan bahwa puasa bukan berarti memberikan izin untuk menyantap semua makanan dan minuman yang manis, terlebih saat waktu berbuka puasa tiba.

Liong menjelaskan bahwa pada dasarnya seorang penderita kanker sudah tidak diperbolehkan lagi untuk mengkonsumsi gula putih. Sehingga saat berbuka puasa, sirup dan kolak sudah tidak boleh lagi ada. Asupan gula wajib diganti menggunakan rasa manis lainnya yang biasanya berasal dari buah atau sayur. Karena menurut Liong, gula merupakan cancer feeder sehingga asupan gula yang berlebihan justru akan memicu pertumbuhan kanker yang lebih besar.

Gula memang dibutuhkan oleh sel kanker dalam jumlah banyak sebagai energi untuk pertumbuhannya. Sehingga buah dan sayur menjadi menu yang wajib dikonsumsi bagi penderita kanker saat sahur dan berbuka puasa. Buah dan sayur yang dikonsumsi dalam sehari minimal berjumlah 7 porsi. Jika tidak dapat mengkonsumsinya secara langsung, maka penderita kanker dapat mengkonsumsinya dalam bentuk jus tanpa adanya gula tambahan.

Liong menambahkan untuk air putih diminum langsung pada saat bangun sahur, kemudian setelah itu baru mengkonsumsi buah. Menurut Liong, buah sebaiknya dikonsumsi pada saat perut dalam keadaan kosong sehingga penyerapannya akan lebih maksimal. Setelah itu, baru makan nasi dan lauk.

Pada saat berbuka puasa, buah dan sayur harus dikonsumsi terlebih dahulu. Kemudian baru dapat makan seperti biasanya. Dua jam setelah makan, penderita kanker harus mengkonsumsi jus buah atau sayur sebagai asupan penutupnya. Adapun nasi yang dikonsumsi alangkah baiknya adalah beras merah. Karena beras jenis ini mempunyai indeks glikemik rendah yang melepaskan gula secara perlahan sehingga dapat menjamin kecukupan energi saat berpuasa.

Lauk yang dikonsumsi menurut Liong harus lah yang kaya akan gizi dan tidak digoreng. Karena lauk yang digoreng dapat menambah asupan lemak jenuh sehingga memicu pertumbuhan sel – sel kanker. Liong mengatakan untuk menjadikan kanker sebagai teman. Jika kita memperlakukannya dengan baik, maka tentunya ia juga akan memperlakukan kita dengan baik. Perlakuan baik yang dimaksud adalah dengan menambah asupan yang kaya akan gizi dalam buah dan sayur, meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Tips Berpuasa Ramadhan Bagi Penderita Kanker

Tips Berpuasa Ramadhan Bagi Penderita Kanker

5 artikel terakhir di blog annunaki

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Tips Berpuasa Ramadhan Bagi Penderita Kanker

Iklan

Komentar ditutup.