Sinopsis novel WALI SANGA

22 September 2012

Books

Sinopsis novel WALI SANGA

novel wali sanga damar shashangka

Wahai engkau yang dulunya tanah,
Suatu saat akan kembali ke tanah.
Melangkah gagah, membusung dada penuh pongah,
Tawa angkuhmu begitu lantang.
Tak mungkin terus kau berdiri bagai karang.

Apa guna menyabung nyawa?
Apa guna beradu senjata?
Tidakkah jenuh menghidu anyir darah?
Tidakkah jengah mendengar amarah?
Ribuan tahun kau menyaksikannya,
Namun tak juga bosan karenanya.
Tanah ini kenyang akan perang,
Berapa lama lagi disuguhi hidangan yang sama?
Oh, Jagat Dewa Bathara!
Patutlah tanah Jawa merintih,
Entah untuk berapa masa lagi
————————————————

Sinopsis novel WALI SANGA. Ketika Majapahit hancur oleh serangan Dêmak pada tahun 1478, tanah Jawa penuh dengan pergolakan. Masa itu adalah masa penyebaran Islam secara besar-besaran. Majelis Wali Sanga, selaku wadah besar para ulama, didukung pemerintahan Islam di pesisir utara, mulai merambah ranah politik. Bahkan Sunan Giri menitahkan pembakaran lontar-lontar agama leluhur, Siwa Budha, yang masih banyak disimpan penduduk Jawa. Karena merasa ulama seharusnya hanya berperan sebagai pencerah dan pembimbing pemerintah dan masyarakat, Syekh Siti Jênar menyatakan diri keluar dari Majelis Wali Sanga. Para ulama di Jawa pun di ambang perpecahan.

Dalam pada itu, di Jawa belahan timur, kerajaan-kerajaan pecahan Majapahit mencoba terus bertahan. Salah satunya adalah Daha. Pada tahun 1486 Daha menggempur Majapahit, yang berada dalam kuasa Dêmak. Sejak itu ia menyatakan diri sebagai Majapahit baru yang lepas dari cengkeraman Dêmak. Dan Dêmak ternyata tak bisa berbuat apa-apa karena ia sibuk mengembangkan kekuatan maritimnya. Dêmak berhasrat menjadi penguasa Nusantara layaknya Majapahit, yang berjaya di lautan.

Tetapi yang paling ditakuti Dêmak bukanlah Daha, melainkan justru ahli waris takhta Majapahit di Jawa belahan tengah, Ki Agêng Pêngging. Ia pun menjadi ancaman Giri Kêdhaton, kerajaan bercorak Islam di Jawa belahan timur. Ditambah perselisihan dalam Majelis Wali Sanga antara Sunan Giri dan Syekh Siti Jênar, sosok berpengaruh yang sangat dekat dengan Ki Agêng Pêngging, Dêmak merasa keberadaannya makin terjepit. Novel ini membabar konflik-konflik di tanah Jawa sepanjang tahun 1493-1494, yang sangat jarang dikisahkan.

(Sinopsis novel WALI SANGA karya Damar Shashangka. Segera diterbitkan Dolphin awal Oktober 2012)

Majapahit
← Singhasari 1293–1527 Kesultanan Demak →
Surya Majapahit* MajapahitSurya Majapahit*
Lokasi Majapahit

Peta wilayah kekuasaan Majapahit berdasarkan Nagarakertagama; keakuratan wilayah kekuasaan Majapahit menurut penggambaran orang Jawa masih diperdebatkan.[1]

Ibu kota Majapahit, Wilwatikta (Trowulan)
Bahasa Jawa Kuno, Sanskerta
Agama Siwa-Buddha (Hindu danBuddha), Kejawen,Animisme
Pemerintahan Monarki
Raja
 – 1295-1309 Kertarajasa Jayawardhana
 – 1478-1498 Girindrawardhana
Sejarah
 – Penobatan Raden Wijaya 10 November 1293
 – Invasi Demak 1527
Mata uang Koin emas dan perak, kepeng (koin perunggu yang diimpor dari Tiongkok)
*Surya Majapahit adalah lambang yang umumnya dapat ditemui di reruntuhan Majapahit, sehingga Surya Majapahit mungkin merupakan simbol kerajaan Majapahit
Iklan

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.