Razia Video Game Anak Anda!

28 November 2011

Games

bahaya video gameSelalu awasi permainan video apa saja yang dimainkan oleh anak anda atau oleh anak-anak di dalam rumah anda karena bahaya yang mengintai mereka di balik permainan ini adalah nyata!

Pembaca yang Budiman,

Beberapa saat yang lalu saya pernah menulis artikel himbauan bagi para orang tua dan dewasa muda agar berhati-hati tidak membookmarked blog Annunaki di komputer yang digunakan bersama anak-anak di dalam keluarga. Alasannya bisa baca disini. Kali ini himbauan serupa saya layangkan bagi orang tua agar memerhatikan dengan seksama video game anak-anaknya.

Orang tua di Indonesia belum banyak yang mengerti jika permainan video game  dari platform PC Game, Console Game, Handheld Game harus diperlakukan seperti film. Banyak ortu akan amat protektif jika anak-anaknya menonton film bertema dewasa dan kekerasan tapi bersikap jauh lebih permisif jika menyangkut permainan video game. Toh cuma permainan, apa salahnya?

Salah besar jika anda berpikir demikian! Video game jauh lebih interaktif daripada film. Ketika anak menonton film ia menjadi pemirsa pasif, sedangkan ketika ia bermain video game, ia menjadi pemirsa aktif. Aktif dalam artian ia ikut dalam alur storyline, ikut merancang strategi permainan dan ikut memilih akhir cerita dari permainan tersebut.

Mengapa tidak banyak ortu di Indonesia yang menyadari ini? Karena dahulu generasi ortu kita bukan gamers. Orang tua kita yang lahir pada tahun 40-an, 50-an dan 60-an belum terpapar oleh teknologi Video Game. Sebaliknya anak-anak mereka yaitu generasi yang lahir pada late 70 dan early 80 ke atas sudah mulai mengenal teknologi video game yang ketika itu hanya mengenal platform console semacam SEGA dan Nintendo. Populasi PC game masih terbatas karena mahalnya harga komputer saat itu.

Mereka tidak terpikir untuk menyeleksi video game anak-anaknya dan karena itu tidak menyadari bahaya laten yang mengintai dibalik teknologi ini. Satu-satunya “jenis” larangan yang diberikan adalah larangan bermain ketika ada ulangan/ujian dan larangan bermain karena anak-anaknya menjadi adiksi dan  tidak mau belajar. Jadi larangan ini semua berpulang pada alasan “mengganggu sekolah dan pelajaran”

Celakanya, ketika anak-anak tsb menjadi orang tua pada abad 21 ini mereka pun masih belum menyadari bahaya video game. Ketika mereka melarang anak-anaknya bermain video game, alasan yg dikemukakan persis sama dengan larangan orang tua mereka dahulu. Dugaan saya karena game-game medio 80-an dan 90-an belum serumit, sedalam dan secanggih perkembangan video game dalam 1  dekade terakhir.

Tapi orangtua yang juga gamers aktif pasti mengerti maksud saya. Mereka dapat melihat jika banyak video game sekarang yang dimainkan oleh anak-anaknya benar-benar tidak layak dimainkan oleh sang anak. Kebanyakan orang tua di Indonesia tidak tahu jika di Amerika Serikat sana, video game diperlakukan seperti film. Mereka dirating dan diberi label agar orang tua dapat memilihkan permainan video apa saja yang layak dimainkan oleh kelompok umur anak-anaknya.

Rating oleh ESRB

ESRB (Entertainment Software Rating Board) adalah badan yang dilimpahi wewenang untuk memberikan rating pada permainan video. Semua permainan video yang beredar harus diberi rating oleh badan ini.

Jenis Rating ESRB

EC = Early Childhood adalah rating untuk permainan video bagi anak-anak berumur 3 tahun ke atas. Tidak mengandung materi yang dapat mengkhawatirkan para orang tua. Misalnya: Dora The Explorer

E = Everyone. Untuk anak umur 6 tahun ke atas. Mengandung sedikit kekerasan halus khas kartun seperti dalam film Tom and Jerry atau spongebob squarepants dimana ada yang mengalami kekerasan tapi akhirnya semua baik-baik saja. Tidak mengandung unsur seks dan bahasa umpatan.

E10+ = Everyone 10 and older. Untuk anak-anak umur 10 t ahun ke atas, mengandung lebih banyak unsur fantasi, kartun dan kekerasan halus dan sedikit bahasa yang menjurus pada kekerasan (misalnya makian atau umpatan) tapi tidak ada unsur seks sama sekali baik dalam percakapan maupun dalam perbuatan.

T = Teen, untuk remaja berumur 13 tahun ke atas. mengandung unsur kekerasan dengan darah tapi mininal. Ada umpatan kasar (strong language) tapi minimal. Boleh memertunjukkan unsur perjudian tapi harus minimal. Sama sekali tidak boleh menjurus ke seks.

M = Mature untuk remaja berumur 17 tahun ke atas. Boleh mengandung unsur perjudian, bahasa umpatan yang amat kasar, boleh memertunjukkan adegan seks, bisa mengandung kekerasan dimana darah dipertunjukkan secara maksimal.

Ao = Adult Only. Hanya untuk dewasa (18 tahun keatas) dimana sepanjang permainan menunjukkan kekerasan, bahasa kasar dan simulasi seksual secara terus menerus.

RP = Rating Pending. Game tsb belum dirating karena belum diterbitkan. Biasanya dalam game expo atau pre launching game tertentu, rating inilah yang ditampilkan.

Tragedi Nyata Video Game

Saya tidak membesar-besarkan bahaya video game. Apa yang saya share ini benar-benar kejadian nyata. Semoga dari sini para orangtua dapat lebih jeli dan waspada. Tragedi yang paling terkenal adalah tragedi SMU Columbine dimana 2 orang siswanya (Eric Harris dan Dylan Klebold) membunuh guru dan teman-teman mereka. Salah satu faktor pemicu kejadian ini adalah video game. Ditengarai Eric dan Dylan adalah penggemar berat game-game FPS (First Person Shooting – tembak-tembakan dengan sudut pandang orang pertama) semacam DOOM, Quake dan Wolfenstein 3D. Eric malah membuat modifikasi dari game DOOM dan level buatannya itu (populer disebut dengan Harris’ level) masih dapat diunduh dari internet hingga kini. Modifikasi dari Eric lebih berdarah-darah dan lebih kejam dari versi orisinalnya!

Eric Harris created seven known levels for the computer game Doom (known as WADs), and purportedly for the game Quake. The largest and most popular level is called U.A.C. Labs, and is still available for download. [38][39] Some of the Harris level packs have graphical modifications that ‘enhance’ the violent content of the game. Generous supplies of monsters, ammunition, and weapons are features of the levels created by Eric Harris.

http://en.wikipedia.org/wiki/Harris_levels#The_Harris_levels

Tragedi-tragedi lain :

  • 22 November 1997 Noah Wilson 13 tahun tewas ditikam temannya yang terobesi dengan game Mortal Kombat
  • April 2000, remaja berumur 16 tahun bernama José Rabadán Pardo membunuh ayah, ibu dan adik perempuannya dengan katana (pedang samurai) mengklaim bahwa ia dalam misi yang serupa dengan Squall Leonhart, tokoh utama dalam game Final Fantasy 8
  • Februari 2003 seorang remaja bernama Dustin Lynch ditahan karena membunuh. Ia mengatakan terinspirasi dari game Grand Theft Auto III
  • Devin More, seorang remaja lainnya ditahan karena membunuh 2 orang polisi. Ia merebut pistol salah seorang polisi tsb dan menembak keduanya. Devin mengatakan jika ia meniru adegan dalam Grand Theft Auto: Vice City
  • dll bisa baca disini

Contoh Game Kontroversial yang pernah saya mainkan:

  • Postal II : game dalam platform PC yang benar-benar gila. Gila dalam arti sebenar-benarnya. Anda bebas berkeliling kota dan melakukan kekejian pada siapa saja termasuk hewan. Anda bisa masuk ke rumah orang dan membakar pemilik rumahnya hidup-hidup, anda bisa melempar granat ke tengah kerumunan orang dan melihat tubuh mereka hancur berantakan, anda bisa memenggal kepala orang dan menendangnya seperti bola sepak ke mana-mana, all kinds of violence …you named it!
  • Grand Theft Auto Series (sampai artikel ini turun sudah sampai pada seri GTA IV, ada pada paltfrom PC dan PS3). Menurut saya meski level kekerasan tidak sevulgar Postal II, namun video game ini berpotensi “mendidik” anak-anak menjadi master mind kejahatan. Betapa tidak? karena GTA Series tokoh utamanya adalah penjahat yang dikisahkan dari kelas penjahat jalanan menjadi gangster lalu menjadi kelas mafia dan akhirnya menjadi kelas “Goddfather” (Rajanya Mafia). Pemain akan berusaha membesarkan karakter utamanya ini dengan menyuap, membunuh pesaing, berjualan narkoba, merampok bank, melenyapkan saksi, menyadap polisi, merampok mobil, merakit bom, dll. All kinds of criminal action!
Semoga artikel ini menyadarkan para orangtua generasi abad ke-21 untuk lebih bijak, jeli dan waspada. Anak-anak kita berpotensi terpapar bahaya yang dibalut dalam kegiatan yang kita kira adalah permainan anak-anak karena tidak semua game ditujukan untuk anak-anak! Muali hari ini ambil langkah tegas dan tanpa kompromi. Razia game anak-anak anda atau anak kecil yang berada di rumah anda dan berikan game-game yang sesuai untuk kelompok umur mereka.

sumber artikel:

Iklan

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.