Misteri Stigmata

14 Oktober 2010

Religion

Misteri Stigmata

Di blog annunaki ini, saya pernah menulis jika Gereja Katolik menyimpan banyak kisah-kisah mukjizat yang aneh misalnya: The Inccoruptibles yaitu jenazah para santo/santa (suciwan/suciwati menurut tradisi Catholic Church) yang tidak pernah membusuk biarpun telah dimakamkan selama puluhan hingga ratusan tahun lamanya), juga kisah tentang The Weeping Statues and Icons, yaitu patung dan gambar dalam lingkup tradisi keimanan Kristen katolik yang mengeluarkan cairan seperti airmata, darah dan minyak. 2 kisah aneh di atas mungkin jarang didengar atau diketahui oleh mereka yang berada di luar iman katolik, tapi yang ini saya rasa sudah banyak yang tahu atau minimal pernah dengar. Medio 90-an pernah muncul filmnya. Yah ini tentang Stigmata.

Stigmata (bentuk plural dari bahasa yunani: stigma yang artinya tanda) adalah tanda-tanda di tubuh seseorang yang mengikuti pola luka-luka penyiksaan dan penyaliban Yesus Kristus. Istilah ini sepertinya berasal dari Paulus yang dalam suratnya pada umat Kristen di Galatia menulis, “I bear on my body the marks of Jesus” . Seseorang yang mengalami stigmata disebut stigmatic. Nah kasus stigmata ini biasanya terjadi dalam lingkungan tradisi iman Katolik dan dialami oleh para biarawan/biarawati . Luka-luka stigmata ini bukan luka lama yang tidak diurus, tapi luka baru yang muncul tiba-tiba, dan mengeluarkan darah segar. Anehnya luka itu pun hilang begitu saja tanpa meninggalkan infeksi. Stigmata ini akan berulang-ulang terus dalam hidup stigmatic.

Stigmata bisa mengambil bermacam-macam bentuk:

  • ada yang mengalami sebagian atau semua dari 5 luka-luka penyaliban Yesus. Lima luka ini meliputi: 2 luka bekas paku di tangan, 2 luka bekas paku di kaki dan 1 luka bekas tombak di dada samping.
  • ada stigmatic yang mengalami stigmata seperti bekas luka yang mengelilingi dahinya. Diduga ini adalah bekas luka serupa dengan bekas luka dari mahkota duri yang disematkan secara paksa ke kepala Yesus.
  • Ada juga yang dilaporkan punggungnya tiba-tiba penuh dengan luka bekas cambukan dari cambuk duri ala romawi

cambuk duri . image source: mbah wiki

Berikut ini adalah daftar para Stigmatic yang dikenal secara luas:

Penelitian Ilmiah

Gereja tidak punya jawaban atas fenomena aneh ini kecuali mengatakan ini adalah peristiwa yang harus dipahami dalam konteks keimanan. Terlepas dari keimanan, kalangan ilmuwan ramai meneliti stigmata. Namun sampai saat ini tidak ada yang dapat menjelaskan secara gamblang.

Modern Science menjelaskan stigmata adalah buah dari histeria yang berhubungan dengan diet ketat yang cenderung melaparkan diri di kalangan biarawan ini (bagian dari kaul kemiskinan hidup membiara), juga berhubungan dengan dissociative mental states and self-mutilation :mrgreen: . Ini berarti mereka menuding para stigmatic dengan sengaja telah melukai diri sendiri sebagai akibat dari starvation… mosok sih? ūüėÜ

Dalam daftar di atas ada nama Therese Neumann, seorang¬† stigmatic dan mistikus dari Bavaria (Jerman). Dia mengalami Stigmata di tahun 1926. Luka-luka muncul di daerah tangan, lambung, dan dahinya. Bobot badannya turun drastis. Sejumlah dokter yang memeriksanya heran melihat kenyataan itu. Dunia kedokteran lebih dikejutkan lagi dengan fakta aneh pada diri Theresia. Meskipun wanita itu tidak mengeluarkan sekresi (keringat, air seni, feces dsb.) dan sistim pencernaan nya rusak, dia bisa berumur panjang. Beliau pernah dikunjungi oleh seorang yogi terkenal dari India yang akhirnya menetap di Amerika Serikat, Paramhansa Yogananda. Yogananda dalam bukunya yang terkenal “Autobiography of a Yogi” menulis sebuah bab khusus tentang Neumann termasuk kejadian detail ketika Neumann mengalami stigmata. Silahkan baca disini. Theresa tidak melukai diri sendiri (self mutilation) seperti yang diduga oleh modern science)

Theresa Neumann difoto oleh Yogananda. Foto ini terdapat dalam buku Yogananda Autobiography of a Yogi. Gambar diambil dari hemakumar.fastlink.in

Begitulah, semua penjelasan itu masih belum mampu menguak misteri Stigmata hingga saat kini. Satu-satunya penjelasan yang mungkin bisa diterima, peristiwa Stigmata pastilah memiliki hubungan dengan pikiran bawah sadar penerima Stigmata dengan penyaliban Yesus. Apa penyebab sebenarnya tentu masih misteri. Muncul dan sembuhnya luka tetap merupakan keajaiban. Sejauh ini belum ada teori dalam ilmu kedokteran yang sanggup menjelaskan fenomena stigmata.

Iklan
, , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus | Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.