Puasa dan Yoga untuk Detoksifikasi

7 Agustus 2010

Healthy Liffestyle

Artikel Pujiastuti Sindhu

buku yoga pujiastuti

DETOKSIFIKASI DENGAN PUASA

Berpuasa adalah sebuah tindakan suka rela untuk tidak memakan apa pun untuk sementara waktu, yang telah dilakukan selama berabad-abad sebagai ibadah dalam agama serta merupakan terapi penyembuhan yang tertua dalam sejarah pengobatan manusia. Banyak ahli kesehatan yang menganjurkan praktek puasa dikarenakan puasa merupakan salah satu penyembuh alamiah yang terbaik ( bahkan, binatang pun akan ‘berpuasa’ saat mereka sakit, untuk mengeluarkan racun yang masuk ke dalam tubuhnya ). Saat berpuasa, organ-organ pencernaan dapat beristirahat sepenuhnya dan tubuh pun diberikan kesempatan untuk membersihkan diri dari segala kotoran dan racun yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun ( proses Detoksifikasi/Detoks ).

Secara tidak sadar, kita telah melakukan ritual puasa setiap hari. Saat kita tidur, sebenarnya kita sedang berpuasa hingga pagi harinya ( ini pula yang mendasari istilah makan pagi dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan sebagai breakfast atau berbuka puasa ). Dengan berpuasa, kita mengalihkan energi yang biasanya kita pergunakan untuk mencerna makanan ke arah otak, dan meningkatkan kemampuan otak untuk berkonsentrasi.

Ada banyak cara untuk berpuasa, termasuk diantaranya berpuasa selama 30 atau 40 hari penuh, seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad, Nabi Isa, Nabi Musa. Dengan berpuasa, kita akan meraih manfaat menyeluruh secara fisik, mental, dan spiritual, diantaranya:

Manfaat Fisik : Berpuasa akan mengistirahatkan organ pencernaan. Tubuh akan terasa lebih ringan. Energi tubuh yang biasanya di alirkan ke pencernaan akan berfungsi untuk perbaikan dan penyembuhan tubuh.

Manfaat Mental : Berpuasa menguatkan pikiran dan kemampuan will – power. Seperti halnya tubuh, dimana kita dapat menguatkannya dengan menambah tantangan fisik, kita juga dapat membuat pikiran bekerja dengan lebih baik dengan memberikan tantangan yang lebih berat pada pikiran. Berpuasa juga dapat meningkatkan konsentrasi dan kekuatan mental.

Manfaat Spiritual : Saat tubuh dan pikiran tidak dikuasai oleh energi vibrasi dari makanan, maka tubuh dan fikiran akan lebih mudah terpusat pada hal – hal spiritual.

Berikut ini adalah tips berpuasa sehat ’ Detox ’ Bagi Umat Muslim selama bulan Ramadhan

  • Selama bulan Ramadhan, silakan tetap berpuasa sesuai aturan agama, dari adzan subuh hingga maghrib. Berbuka puasa lah dengan makan sehat ala detox, misalnya susu kedelai hangat dan salad sayur daripada kolak pisang dan teh manis hangat. Jangan makan lebih malam dari pk21.00. Contoh menu makan malam misalnya beras merah, dengan tumis sayuran, sayur tahu dan jus buah/ buah potong. Saat sahur, awali dengan minum air jeruk lemon/nipis hangat dicampur madu, tunggu selama 15 menit, baru makan untuk sahur. Jangan lupa minum air sebanyak – banyaknya diantara waktu – waktu makan dan tambahkan multivitamin.
  • Bagi wanita yang sedang datang bulan bisa melanjutkan ‘ berpuasa ‘ dengan cara yang di peruntukkan bagi umat non muslim berikut ini.

 

Tips berpuasa sehat ’ Detox ’ Bagi Non Muslim

  • Cobalah untuk berpuasa mini selama 1 minggu. Berpuasa selama 10 jam dari pukul 7 malam sampai dengan pk. 3 siang besok harinya ( waktu tidur tidak dihitung ). Tetap diijinkan untuk minum air putih, teh hijau dan jus buah tanpa gula putih. Saat buka, bukalah dengan buah segar. Makan malam ringan ala vegetarian sebelum jam 7 juga disertai hidangan sayur dan buah. Nasi lebih baik berasal dari beras merah.
  • Bila kita tidak terbiasa berpuasa, dan tetap ingin mempertahankan makan 3 x sekali pilihlah menu makan sehat ala detox. Misalnya: makan pagi dengan youghurt dan buah segar. Usahakan makan pagi sebelum pk.9, makan siang sebelum pk. 2 dan makan malam sebelum pk.9, sebab umumnya tubuh perlu waktu kurang dari 24 jam untuk metabolisme dan sebelum kita isi kembali.
  • Pola puasa mini seperti ini baik dijalankan sewaktu-waktu kita perlukan, misalnya setelah pesta dan makan besar. Beri tubuh waktu untuk berisitirahat dan membersihkan diri. Kita bisa melakukannya 1 – 2 hari selama 1 atau 2 bulan sekali, atau kapanpun kita merasa perlu. Dan rasakan tubuh terasa lebih bersih dan bugar setelah proses detoksifikasi. Semakin bersih pembersihan yang kita lakukan, semakin optimal fungsi organ-organ tubuh, dan membuat kita makin sehat.

DETOKSIFIKASI DENGAN YOGA

Dari semua definisi tentang yoga, yang paling saya ‘iyakan’ – karena paling sesuai dengan hati – adalah yang menyatakan bahwa, ‘ Yoga Chitta Vritti Nirodha ‘ yang bila diterjemahkan menjadi ‘ Yoga sebagai pemurni fluktuasi pikiran ‘. Artinya,semua teknik yoga – mulai dari yang paling physical hingga yang ‘hanya’ duduk mengheningkan cipta – bertujuan untuk mendamaikan dan ‘mendetoks’ racun – racun mental dan pikiran, yang laten serta berpotensi untuk mengganggu ketentraman hidup.

Secara umum, praktek yoga dapat dianggap ‘menyeluruh’ dan lengkap bila dilakukan sesuai dengan kaidah 5 Prinsip Yoga, diantaranya Proper Exercise ( berolah tubuh secara teratur ); Proper Breathing ( Bernapas dengan benar ); Proper Rest ( beristirahat yang cukup ); Proper Diet ( pola makan yang baik dan benar ), serta Positive Thinking Through Meditation ( berpikiran positif melalui meditasi ).

Ke-5 prinsip tersebut menekankan adanya harmonisasi dan keseimbangan di antara ke-5 tonggak penunjang kesehatan manusia. Bila satu saja tonggak tersebut terabaikan, maka akan mengganggu keseimbangan, dan kesehatan yang optimal pun tidak akan tercapai. Misalkan saja, seseorang telah rutin berlatih olah tubuh yoga ( asanas ), olah napas yoga ( pranayama ), makan makanan bergizi, dan bermeditasi, namun kekurangan waktu untuk beristirahat, maka akan mudah terkena penyakit karena energinya telah terkuras oleh aktivitasnya dan tidak ada peluang untuk me ‘ recharge ‘ nya dengan energi yang baru ( melalui proses istirahat ). Begitu pula dengan seseorang yang mengesampingkan pentingnya makan makanan bergizi – walaupun ia sudah melakukan asanas, pranayama, istirahat, dan meditasi – akan mudah terkena penyakit karena daya tahan tubuhnya lemah, dan lain sebagainya.

Untuk tujuan detoksifikasi – yang terpusat pada organ pencernaan, organ detoksifikasi, pengaturan makan serta pengaturan gaya hidup yang sehat – ke 5 prinsip yoga ini bisa ‘dimodifikasi’ sebagai berikut:

BEROLAH TUBUH SECARA TERATUR: Melakukan teknik postur yoga yang dapat melancarkan proses pencernaan, meningkatkan gerakan peristaltik usus, menyeimbangkan hormon pankreas dan menstimulasi manipura chakra yang salah satu fungsinya adalah mengatur sistem pencernaan dan pembuangan ( menghindarkan dari sembelit ). Misalnya dengan melakukan Surya Namaskar, dan melakukan asanas dalam kategori forward bend series ( menekuk ke arah depan ), twisting series ( memuntir tulang punggung ),dan inversion ( postur2 terbalik ).

BERNAPAS DENGAN BENAR: Bernafas adalah proses yang berkesinambungan antara menghirup oksigen ( yang berfungsi sebagai ‘ bahan bakar tubuh ‘ ) dan mengembuskan karbon dioksida ( yang membawa racun serta unsur pengotor dari dalam tubuh ). Teknik pernafasan yoga penuh ( full yogic breath ) menekankan pada kualitas hembusan nafas dengan cara melatih nafas secara berirama, dengan rasio 1:2 atau 1:3. Prinsipnya, semakin lama proses menghembuskan nafas maka semakin banyak racun dan unsur pengotor yang dikeluarkan tubuh. Bila dibantu dengan proses khumbaka ( menahan nafas ) maka akan lebih meningkatkan jumlah toksin yang dikeluarkan lewat paru – paru.

BERISTIRAHAT DENGAN CUKUP: Beristirahat dengan cukup dan berkualitas setelah bekerja keras akan memperbaharui energi, meremajakan sel – sel tubuh, dan melancarkan aliran darah. Menjaga pola hidup teratur ( tidak sering bergadang dan keluar malam ) juga merupakan bagian darinya. Melakukan pijat dan scrubbing merupakan cara memanjakan diri yang sangat menyenangkan yang dapat meningkatkan kesehatan, melancarkan aliran darah, mengistirahatkan tubuh, membuat pori-pori kulit kembali ‘ bernafas ‘ dan mengaktifkan kelenjar getah bening. Berpuasa juga merupakan salah satu cara untuk mengistirahatkan organ perncernaan dan membersihkan tubuh.

POLA MAKAN YANG BAIK DAN BENAR: Mengonsumsi makanan yang bergizi dan ber prana baik, melancarkan proses eliminasi kotoran, serta membantu proses detoksifikasi ( akan dijelaskan di bagian akhir dari tulisan ini ).

BERPIKIRAN POSITIF MELALUI MEDITASI: Menjaga pikiran agar tetap positif, tenang dan bahagia merupakan usaha untuk menjaga agar kesehatan tetap optimal. Pikiran bersumber dari otak, dan otak merupakan pusat koordinasi tubuh, maka dengan menjaga pikiran agar dapat hanya memikirkan hal – hal yang baik akan mengirimkan impuls nyaman dan bahagia ke setiap sel tubuh. Bermeditasi dan selalu mengingat kebesaran Tuhan merupakan jalan untuk membersihkan pikiran dari semua kotoran dan racun dari pikiran dan hati seperti rasa takut, cemas, kuatir, bersalah, malu, sedih, minder, dan lain – lain.

Artikel yang lengkap berjudul: Puasa dan Yoga untuk Detoksifikasi yang Menyeluruh, dapat dibaca di: www.yogaleaf.com,Pujiastuti Sindhu adalah guru yoganya admin blog annunaki 😀

Iklan

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.