7 Deadly Sins: Kemarahan

15 Juni 2010

Spiritualism

Artikel  Monika Indri Purnomo

Salah satu emosi yang seringkali juga timbul dalam keseharian kita adalah “KEMARAHAN”… dan akibat yang ditimbulkannya juga seringkali membuat masalah lebih lanjut..dan memicu adanya emosi2 negatif lainnya… karena itu, kali ini mon ingin sedikit berbagi pendapat dan pengetahuan tentang “Kemarahan”…

“Seven Deadly Sins”, seperti yang dimuat oleh mbah wiki adalah sbb:Lust = Hawa Nafsu (Seksual)
Gluttony = Nafsu makan yang berlebihan
Sloth = Kemalasan
Envy = Iri Hati
Wrath = Kemarahan
Greed = Rakus (umum)
Pride = Sombong

dan dalam teologi Kristen, dosa amarah yang mau dibahas di postingan ini dilambangkan dengan iblis yang bernama Amon/Satan

Kemarahan (Anger) atau Wrath, merupakan satu dari The 7 Deadly Sins yang ada dalam teologi.

Wrath = Kemarahan (Anger, Ira)

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. (Ef. 4:26)

“Anger makes you smaller, while forgiveness forces you to grow beyond what you were.” (Cherie Carter-Scott)

“Genuine forgiveness does not deny anger but faces it head-on.” (Alice Miller)

Wrath / Murka dapat digambarkan sebagai berlebihan dan tidak terkendali perasaan marah.  Perasaan ini dapat bermanifestasi sebagai penolakan keras dari kebenaran baik kepada orang lain dan dalam bentuk penyangkalan diri. Pelanggaran ditanggung pembalasan adalah di antara yang paling serius, termasuk pembunuhan, penyerangan, dan dalam kasus yang ekstrim, genosida.  Murka adalah satu-satunya dosa tidak harus terkait dengan keegoisan atau kepentingan pribadi.

Sebenarnya, apa definisi dari kemarahan yang sedang ingin kita bicarakan disini, berikut sekilas penjelasannya :

Dalam kamus bahasa inggris, “Anger” ( marah ) diartikan sebagai berikut :

“The strong feeling that you have when something has happened that you think is bad and unfair”. Kalau diterjemahkan secara bebas kedalam Bahasa Indonesia artinya seperti ini ; Perasaan yang kuat yang kamu rasakan ketika sesuatu yang dirasa buruk dan tidak adil telah terjadi.

Dalam kamus Bahasa Indonesia, “Marah” diartikan sebagai “Perasaan tidak senang”.

Ada pula yang mengartikannya sbb:

Kemarahan hanya merupakan suatu reaksi yang alami; salah satu jalan pikiran dari reaksi terhadap berbagai hal bahwa ia dirasakan salah. Ketika kemarahan dapat kadang-kadang mendorong seseorang melakukan hal-hal yang mengejutkan, ia juga bisa menjadi suatu naluri untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa ada sesuatu yang tidak beres.

Menurut Charles Spielberger, PhD, seorang psikolog yang menspesialisasikan studinya tentang kemarahan mengatakan, ”Amarah merupakan suatu keadaan emosi yang bervariasi dalam intensitasnya, dari kejengkelan yang biasa sampai ke bentuk intensitas kegeraman dan amukan amarah”

Dr. Robert Anthony, penulis buku “Self-Help” mengatakan, “The angry people are those people who are most afraid”,”Orang-orang yang pemarah adalah orang-orang yang memiliki rasa takut yang paling besar”

Kendalikan Amarah Sebelum Ia mengendalikan Anda
“Kemarahan tidak pernah akan hilang sepanjang pikiran (thoughts) kemarahan dipertahankan dalam pemikiran (mind). Kemarahan akan hilang secepat pemikiran kemarahan dilupakan”
semuanya berasal dan berawal dari pikiran kita, maka jika kita ingin menyadari dan mengendalikan kemarahan, terlebih dahulu kita harus menyadari apa yang kita pikirkan dan bagaimana mengendalikan pikiran2 kita tersebut..Adapun faktor yang bisa menjadi penyebab mengapa individu tertentu gampang sekali menjadi marah dapat dibagi dalam beberapa faktor sebagai berikut:

1. Genetik
Fakta genetik menunjukkan bahwa beberapa anak memang terlahir dengan karakteristik mudah marah. Hal ini bisa dilihat pada awal-awal tahun kehidupan sang anak.

2. Sosial-Budaya
Dalam budaya masyarakat tertentu amarah atau marah sering dianggap sebagai suatu hal yang negatif. Individu seringkali diajarkan bahwa mengungkapkan atau melepaskan kecemasan, depresi atau emosi yang lain adalah baik kecuali kemarahan. Akibatnya individu menjadi tidak pernah belajar bagaimana mengatasi rasa marah ataupun mengekpresikan kemarahan secara konstruktif.

3. Latarbelakang Keluarga
Tak bisa dipungkiri bahwa faktor keluarga memainkan peranan yang signifikan terhadap gampang atau tidaknya seseorang menjadi marah. Nampaknya pepatah kuno yang mengatakan bahwa “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” masih berlaku. Hasil penelitian membuktikan bahwa individu-individu yang gampang marah seringkali berasal dari keluarga yang berantakan dan tidak trampil dalam mengungkapkan emosi ataupun berkomunikasi. Selain itu dijumpai pula bahwa orangtua yang “pemberang” cenderung menghasilkan anak yang pemberang pula (workplaceblue.com).

Beberapa hal yang mungkin bisa memicu kemarahan :

  1. Stres
  2. Kurang tidur
  3. Kondisi medis
  4. Masalah emosional
  5. Interaksi obat
  6. Gen di dalam tubuh

>>>> maka, kita juga harus selalu menjaga kesehatan tubuh kita, karna memang satu dan yang lainnya saling berkaitan…

Berikut tanda2 yang mungkin bisa dijadikan acuan, untuk mengenali kemarahan yang menyapa :

  • nada bicara mulai meninggi dan suara menjadi keras tak terkendali, padahal lawab bicara dalam posisi yang tidak jauh..
  • beberapa ciri fisiknya : dahi berkerut, mulut mengerucut, mata melotot, tangan mengepal.. (ciri2 ini tidak sama pada setiap orang…ada yg jika marah, ia yang biasanya ramai, mendadak menjadi diam..)
  • tak bisa berpikir dengan jernih, kepala rasanya pusing, dan cenderung ingin berteriak atau menangis.

___________________________________________________________________

Ada sebuah cerita menarik yang dapat kita ambil hikmahnya, cerita ini berkaitan dengan kemarahan…

Di sebuah desa ada seorang ibu yang bijaksana dengan anak yang sangat temperamental, dari kecil anak tersebut sudah Nampak begitu pemarah sehingga sangat jarang sekali mempunyai teman yang setia. Melihat kondisi semakin dewasa dan semakin parah karena sikapnya tersebut, sang anakpun bertanya kepada ibunya, “ ibu apa yang harus saya lakukan untuk bias merubah sikap saya yang pemarah ini “.. Sang ibu yang mendengar perkataan sang anak begitu kaget, karena selama ini belum pernah ia mendengarkan apapun yang disarankan ibu yang bijaksana ini kepadanya.

Lantas siibu dengan senyum yang begitu menenangkan hati berkata “ anakku.. setiap kamu marah, kamu ambil paku dan kamu pakulah dibelakang dinding rumah kita ini ”.. Sianak bingung, namun karena ia sudah janji untuk melaksanakan perintah ibunya, iapun melaksanakannya, maka setiap kali ia marah satu paku bertambah dibelakang dinding rumahnya yang terbuat dari papan.

Beberapa bulan kemudian sianakpun terlihat kaget, melihat begitu banyak paku yang tertancap di dinding belakang rumahnya, ia mulai menyadari bahwa telah begitu banyak kemarahan yang telah ia lakukan. Sianak mulai berpikir untuk tidak lagi ingin menambah jumlah paku yang tertancap didinding belakang rumahnya. Sedikit demi sedikit mulai ia kurangi hingga tidak ada lagi paku yang ia tancapkan setiap harinya.

Lantas sianakpun begitu senang dan kembali ke ibu yang bijaksana ini dan berkata, “ ibu sekarang saya sudah bisa menahan kemarahan saya kepada orang lain, lantas apa yang harus saya lakukan ibu….

Sang ibu bijaksanapun berkata, “ sekarang anakku, apabila kamu melakukan kebaikan kepada orang lain, kamu cabut satu paku yang tertancap di dinding rumah kita tersebut. Sianakpun melakukannya, satu demi satu pakupun dicabut, yang berarti sianak telah melakukan kebaikan, sampai akhirnya semua paku tercabut dan sianakpun begitu senang. Iapun kembali kepada sang ibu yang bijaksana tersebut serta berkata, “ ibu… semua paku telah tercabut, itu berarti saya sudah tidak lagi pemarah dan selalu berbuat baik kepada orang lain ibu…

Dengan senyum yang manis namun penuh arti sang ibu bijaksana berkata, “ Anakku… sekarang kamu lihat dinding belakang rumah kita yang kamu tancapkan paku dulu.. “sang anakpun melihatnya dan betapa ia begitu sedih karena didinding tersebut masih tersisa bekas paku yang telah ia cabut!!!

dari cerita diatas, tentunya kita dapat mengambil beberapa pembelajaran bahwa :

seringkali kita tidak menyadari, bahwa kemarahan kita mungkin saja berakibat negatif pada orang lain…yang meskipun kita merasa sudah meminta maaf dan melakukan apapun untuk menunjukkan penyesalan, tetap saja..mungkin ada ‘luka’ yang tergoreskan disana…  itulah yang harus selalu kita ingat, setiap kali jika kita telah menyadari bahwa kita marah…
seringkali kita tidak mau jujur pada diri sendiri, bahwa kita sedang memendam kemarahan. kemarahan yang dipendam tersebut, bisa juga membahayakan…karna tetap saja masih tersimpan dan bisa jadi, dengan bertambahnya tekanan dan beban yang ada..suatu saat, kemarahan tsb bisa meledak dan melukai orang lain.

Salah satu cara untuk menghilangkan kemarahan, adalah dengan menyadarinya, lalu menganalisa sebab dan akibatnya..sehingga, kita akan lebih bisa mengendalikan kemarahan tersebut agar tidak melukai siapapun, dan hanya memberikan ketegasan2 pada mereka yang berbuat kesalahan..

Anger bisa menjadi DANGER…saat kita tak menyadari dan mengolahnya sebelum terlambat…  apalagi, jika kemarahan yang kita keluarkan, adalah mengenai mereka yang kita cintai, yang mungkin saja tidak bersalah…
kemarahan yang sudah tidak terkendalikan, biasanya akan menyerang siapa saja yang berinteraksi dengan si sumber kemarahan yang jika pada kondisi biasa saja, tak akan marah, maka jika sdh terlanjur kemarahan ini muncul, sedikit masalah saja sudah dapat memicu pertengkaran yang besar.Pada akhirnya, semua selalu kembali pada diri sendiri..
bagaimanapun, kemarahan dan apalagi dendam, hanya akan membawa dampak negatif pada diri, baik mental maupun fisik, hati dan jiwa kita akan semakin meredup dan jika sudah demikian, maka hal2 buruk pun seolah2 akan tertarik kesana….
maka, sadarilah saja setiap saatnya..karna dengan kesabaran dan pengampunan, kita akan lebih cerah dan bercahaya dalam ketulusan cinta….
Kita selalu bisa memilih…untuk marah dan mengancurkan semuanya…atau untuk bersabar, dan dengan ketulusan cinta, mencoba membangun pikiran2 positif dan mencari pendekatan2 lain yang lebih memungkinkan. Cinta akan selalu memberikan jalan…yang sudah pasti adalah bukan dengan kemarahan dan dendam…

semoga semuanya berbahagia dan selalu dipenuhi ketulusan cinta…sehingga kesabaranlah yang ada dan mampu mengendalikan kemarahan yang timbul…

Salam Cinta dari Monika Indri Purnomo!
Iklan
, , , , , , , , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.