Midbrain: Menyulap Anak Tanpa Mantra

2 Mei 2010

Rahasia Otak

Beberapa bulan belakangan ini, media massa kita sedang dirambahi suatu fenomena yang menakjubkan. Ya, fenomena ini berupa tayangan dan artikel mengenai anak-anak jagoan dengan mata ditutup. Mereka beratraksi layaknya pesulap cilik. Ada yang mewarnai gambar, ada yang membaca, bermain kartu, bermain catur, bermain rubik, hingga bermain sepeda. Kesemuanya melakukan aktivitas seperti normal saja. Padahal, mata mereka ditutup dengan kain yang cukup tebal. Bagaimana bisa?

Adalah sebuah metode yang disebut sebagai aktivasi otak tengah. Metode ini ditengarai sebagai alasan di balik kehebatan anak-anak tersebut. Apa sebenarnya aktivasi otak tengah itu? Bagaimana bisa metode tersebut membuat anak-anak menjadi hebat?

Aktivasi otak tengah adalah sebuah metode pengaktifan fungsi otak tengah yang menggunakan prinsip gelombang otak. Jadi, hanya dengan diperdengarkan musik tertentu dan juga serangkaian kegiatan beserta latihan, anak-anak yang asalnya biasa-biasa saja bisa menjadi luar biasa.

Aktivasi otak tengah tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Hanya anak  berusia antara 5-15 tahun yang bisa melakukannya. Alasan logis di balik syarat ini kemungkinan besar adalah karena anak-anak yang berada dalam rentang usia ini mempunyai otak yang masih fresh, mudah disuruh, mudah diberi sugesti, dan bisa digiring untuk rileks.

Rileks adalah hal wajib dalam hal ini karena dengan tubuh dan otak yang rileks dan tanpa beban, materi sesulit apa pun akan mudah masuk. Bayangkan jika orang dewasa yang penuh dengan lilitan beban hidup mengikuti metode ini. Sudah pasti mereka akan kesulitan untuk membuat diri mereka rileks. Dan belum tentu juga mereka mau diajak untuk menari-nari, melompat-lompat, atau bernyanyi dengan keras. Belum apa-apa mereka pasti akan menganggap hal ini konyol dan memalukan.

Gelombang alpha

Aktivasi otak tengah dilakukan dengan cara pengiriman gelombang otak dengan frekuensi tertentu melalui telinga. Otak yang memang menghasilkan gelombang listrik yang disebut gelombang otak (brainwave) akan ikut bergetar (beresonansi). Akan tetapi di sini, gelombang otak yang dikirimkan melalui musik harus berfrekuensi sama dengan gelombang otak yang ada di kepala manusia. Gelombang otak yang dikirimkan ke dalam otak melalui telinga dalam aktivasi otak tengah merupakan gelombang otak yang baik, yaitu gelombang alpha.

Gelombang alpha adalah gelombang otak yang memiliki frekuensi 8 hingga 12 Hertz. Gelombang ini dihasilkan dari bagian lobus occipital (bagian otak besar) dan thalamus otak (berada di bawah otak besar).

Gelombang alpha muncul dari otak manusia pada saat kita akan tidur, yakni pada saat peralihan antara sadar dan tidak sadar. Gejala kemunculannya ditandai dengan mengantuknya mata kita. Gelombang ini juga terjadi pada saat kita mengalami relaksasi dan beristirahat.

Frekuensi gelombang alpha merupakan frekuensi pengendali yang mampu menghubungkan pikiran sadar dan bawah sadar. Itu sebabnya, kita mampu mengingat mimpi yang terjadi saat kita tidur. Gelombang alpha juga dihasilkan orang yang sedang meditasi. Dan banyak ahli hipnosis menggunakan gelombang alpha sebagai jalan untuk memberikan sugesti kepada suyet pasien/korban hipnosis.

Para anak yang melakukan aktivasi otak tengah ketika diberikan musik akan terlena dan banyak yang tidur. Ini menandakan bahwa gelombang otaknya sudah beresonansi dengan gelombang alpha yang dikirimkan melalui musik. Pada saat itulah, konon fungsi otak tengah di buka. Anak yang sudah diaktivasi ini akan menjadi luar biasa.

Manfaat aktivasi otak tengah

Banyak manfaat yang bisa diperoleh anak-anak dalam mengikuti aktivasi otak tengah. Dalam buku Dahsyatnya Otak Tengah karangan Hartono Sangkanparan disebutkan, manfaat yang diperoleh dari aktivasi otak tengah di antaranya adalah meningkatkan daya ingat; meningkatkan kemampuan; mengasihi orang lain; meningkatkan kemampuan inovasi dan kreativitas; meningkatkan konsentrasi; meningkatkan kemampuan fisik dalam berolah raga; meningkatkan keseimbangan otak kanan dan kiri; menyeimbangkan hormon; dan meningkatkan daya intuisi.

Manfaat-manfaat tersebut banyak dibenarkan oleh para alumni yang sudah mengikuti aktivasi otak tengah ini. Salah satunya adalah dari hasil wawancara penulis dengan Nahdya (10 tahun, Padang). Nahdya mengatakan, aktivasi otak tengah yang dijalaninya sudah membuat dia mampu mewarnai dengan mata tertutup; membaca buku dengan mata tertutup; membedakan warna kartu dengan mata tertutup; dan menebak warna bola yang ada di dalam kotak. Tak hanya itu, nilai-nilai yang diperolehnya di sekolah juga kini sudah lebih meningkat.

Pengalaman lain juga didapat dari hasil wawancara penulis dengan seorang ibu di Lampung. Namanya ibu Nessy. Menurut dia, anaknya yang berusia hampir 6 tahun kini mengalami banyak kemajuan. Dia bisa mewarnai dengan mata tertutup; membaca buku dengan mata tertutup; dan bersepeda dengan mata tertutup. Tak hanya itu, anak ibu Nessy, kini juga mempunyai intuisi yang lebih kuat dan rasa kepedulian terhadap sesama yang lebih besari.***

Midbrain, Si Otak Tengah yang Luar Biasa

Di dalam ilmu biologi, otak tengah dikenal dengan nama midbrain atau mesencephalon. Otak tengah ini mempunyai fungsi sebagai pembantu koordinasi gerak mata, pengatur pelebaran/penyempitan pupil mata, serta refleks pendengaran. Di samping itu, otak tengah juga mengandung pusat-pusat pengendali keseimbangan dan serabut saraf yang menghubungkan bagian otak belakang dengan bagian otak depan, juga antara otak depan dan mata. Otak tengah merupakan bagian atas batang otak. Jadi, semua serabut saraf yang membawa informasi rangsang akan melewati otak tengah sebelum memasuki talamus.

Otak kanan dan otak kiri

Belahan otak manusia terbagi menjadi dua bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri. Sementara itu, otak tengah merupakan pembagian dari otak depan, otak belakang, dan otak tengah. Otak kanan berfungsi dalam hal persamaan, khayalan, kreativitas, bentuk atau ruang, emosi, musik, serta warna. Daya ingat otak kanan bersifat jangka panjang (long term memory). Bila terjadi kerusakan pada  otak kanan (misalnya stroke, tumor, atau kanker), fungsi otak yang terganggu biasanya adalah kemampuan visual dan emosi. Sementara itu, otak kiri berfungsi dalam hal perbedaan, angka, urutan, tulisan, bahasa, hitungan, dan logika. Daya ingat otak kiri bersifat jangka pendek (short term memory). Bila terjadi kerusakan pada otak kiri, fungsi otak yang terganggu adalah bagian fungsi berbicara, berbahasa, dan matematika.

Otak tengah yang merupakan bagian otak antara otak kanan dan kiri ternyata mempunyai peran sebagai jembatan yang menghubungkan otak kiri dan otak kanan. Oleh karena itu, dengan mengaktifkan otak tengah (dalam aktivasi otak tengah) kedua belahan otak bisa berfungsi secara seimbang. Jadi, manusia tidak didominasi otak kiri saja atau otak kanan saja.

Struktur otak tengah

Otak tengah terbagi atas tektum dan dan tegmentum. Tektum disebut juga sebagai atap otak tengah. Hal ini karena tektum berada di bagian permukaan dorsal (punggung) dari otak tengah. Di dalam otak mamalia, tektum disusun oleh dua tonjolan yang disebut colliculi (bukit kecil). Dua tonjolan itu adalah sepasang inferior colliculi dan sepasang superior colliculi. Keempat colliculi ini dikenal juga sebagai Corpora Quadrigemina. Bagian inferior colliculi mempunyai peran dalam fungsi pendengaran, sedangkan bagian superirior colliculi berperan dalam fungsi penglihatan.

Tegmentum merupakan neuron yang bersifat multisynaps. Tegmentum ini berperan dalam ketidaksadaran, homeostasis, pergerakan, dan gerak refleks. Tegmentum terletak di bagian bawah midbrain.

Perkembangan yang terjadi pada otak tengah manusia sangat signifikan. Dimulai dari  masa janin hingga dewasa, otak tengah banyak mengalami perubahan. Akan tetapi, perkembangan yang terjadi bersifat negatif, yaitu semakin menyusut.

Pada tahap embrio dan janin, otak tengah mempunyai ukuran yang sebanding, bahkan lebih besar dibandingkan dengan bagian otak yang lain (otak depan dan otak belakang). Ini terjadi pada trimester pertama kehamilan. Memasuki trimester kedua kehamilan, otak tengah mulai tergeser oleh perkembangan otak yang lain, terutama oleh otak depan (cerebrum). Menjelang kelahiran, otak sudah didominasi oleh cerebrum. Begitu pula ketika anak tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. Perkembangan otak besar semakin berkembang dan mendominasi otak tengah. Hingga saat di usia tertentu, perkembangan otak akan berada dalam titik stabil.

Besarnya otak tengah saat janin memunculkan suatu praduga bahwa kemungkinan besar, janin yang berada di dalam rahim ibunya mampu melihat hal-hal yang ada di luar rahim. Hal inilah yang mendasari pesan orang tua yang selalu menyarankan agar kita selalu berbuat baik kepada wanita hamil. Bukan mustahil jika bayi yang berada di dalam rahimnya mengetahui dan merekam kejadian yang dilihatnya sewaktu dia berada di dalam rahim.

Hal ini jugalah yang membuat para wanita hamil disarankan untuk mendengarkan musik klasik. Alasannya tidak lain dan tidak bukan adalah agar janin bayi yang berada di dalam rahim bisa teraktivasi otaknya supaya lebih berkembang, terlebih bagian otak tengahnya.***

sumber: pikiran rakyat. Author: Nia Kurnianingsih, Penulis Lepas, Alumni Dept. Biologi ITB.

Iklan
, , , , , , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.