Are We Truly Alive ?

6 April 2010

Spiritualism

Apakah Kita benar-benar Hidup ?

Pernahkah anda menyadari apa arti hidup ini bagi anda ? Apakah itu artinya untuk selalu sibuk, mengejar kenikmatan yang ditawarkan dunia dan mereguknya semua ? Apa hidup ini bagi anda penuh kekuatiran akan masa depan dan penyesalan akan masa lampau ? Apa hidup anda hanya diwarnai oleh rasa keterikatan akan “isme-isme” yg anda pertahankan mati-matian ?

Hidup yang sebenarnya adalah menikmati saat ini, detik ini, moment ini. Bukan moment yang anda bayangkan, bukan moment yg anda kira akan terjadi atau moment yang anda percayai. Tapi moment ini, sebagaimana anda sekarang apa adanya.

Detik ini, saat ini yang penuh dengan keheningan, dengan kejutan, dengan energi, setiap hari yg sebenarnya penuh dengan keajaiban. Saat ini yang amat indah dan bercahaya. Penuh keheningan. Mengagumkan!

Untuk menikmati hidup yang sebenarnya, anda harus benar-benar mendengarkan. Bukan hanya mendengarkan dengan telinga, tapi dengan seluruh keberadaan, dengan seluruh ciptaan. Mendengar dengan cara ini membuat kita sadar bahwa sesungguhnya kita tidak punya pusat karena seluruh semesta ini adalah kita. Our centre is everywhere! Tidak ada awal dan akhir. Kitalah awal dan akhir itu. Kita berawal dan berakhir disini dan disana dan dimana-mana. Dengan demikian, kita mendengar kehidupan ini bernafas.

Untuk mengalami hidup yang sebenarnya, anda hanya perlu terbuka – terbuka – terbuka.. yah itu saja. Terbuka seperti langit, terbuka seperti surga. Dalam keadaan ini anda tidak perlu menyimpan rahasia, tidak perlu perlindungan, tidak perlu khawatir dan takut. Hidup yang sebenarnya adalah keterbukaan dimana tidak ada kebencian, tidak ada pemaksaan dan kekerasan satu sama lain.

Dalam keterbukaan ini anda akan menemukan penerimaan. Menerima segala sesuatu sebagaimana adanya mereka. Anda akan segera mengenali bahwa angkara murka, kebencian, keserakahan, kesombongan, kekejaman dan kekerasan adalah tanda-tanda jiwa yang rusak.

Jiwa yang rusak adalah jiwa yang ditinggalkan, jiwa yang tidak diperhatikan, jiwa yang dikhianati oleh kita yang terlanjur berpaling pada ego. Bagaimana kita bisa melupakan dan mengkhianati jiwa kita sendiri ? Sederhana saudaraku. Kita ini menyukai materi.. Kita menyerahkan tubuh ini untuk dicintai dan mencintai, kita dandani tubuh ini dengan semua gemerlap dunia. Kita berpaling dari hakekat sejati kita, berpaling dari moment yg hebat ini untuk mengejar kenikmatan-kenikmatan artifisial.

Moment yg hebat ini, tahukah anda ? adalah moment yg penuh dengan keajaiban..dengan kekaguman, bebas dari distorsi dan konsep-konsep yang membingungkan. Moment yang murni, semurni jiwa anda! Jiwa anda yang penuh dengan kebahagiaan, kekaguman akan alam semesta, akan keterbukaan, akan cinta dan cahaya…. Love and Lights! Apabila anda menemukan jiwa anda dalam moment ini, maka anda sedang mengalami hidup yang sebenarnya.

Dalam moment yang hebat ini, dalam keheningan bathin yang luar biasa ini, apa lagi yang anda perlukan ? Temukan segera diri anda, hakekat sejati diri anda dan cintailah detik ini, saat ini, moment ini, keheningan ini. Dengarkan, cintai dan bagikanlah keheningan anda pada siapa saja. Biarkan keheningan ini melahap semua kecemasan, ketakutan dan kekuatiran anda.

Love and Lights!

Diterjemahkan oleh admin Rahasia Otak dari spiritnetwork. com

Iklan
, , , , , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.