Testament of Lucifer (6)

18 Maret 2010

Spiritualism

WARNING ! Radical religious thoughts
Following writings can offend some religious thoughts, Please Do Not Continue if you can feel offended

Bagian Keenam

Sejak bencana air bah dan berkuasanya YHWH atas bumi, bumi ini diperintah dengan
tangan besi
, dan para malaikatnya menjalankan kuasanya dengan keras atas
manusia.

Matanya bagaikan nyala api dan di atas kepalanya terdapat banyak mahkota dan
padanya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali ia
sendiri. Itulah sebabnya, tak ada yang tahu persis tentang namanya yang
bertuliskan YHWH. Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti dia; mereka
menunggang kuda putih bersih. Dan dari mulutnya keluarlah sebilah pedang tajam
yang akan memukul segala bangsa. dan ia akan menggembalakan mereka dengan gada
besi dan ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka
YHWH
. Dan pada jubahnya dan pahanya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala
raja dan Tuan diatas segala tuan.

Aku, Lucifer, berkata sekali lagi kepadamu, hai manusia: “Tidakkah engkau tahu,
bahwa mereka yang disebut penguasa bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan
tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas
mereka. Padahal, sesungguhnya tidaklah harus demikian.”

Aku telah menjadi korban fitnah berabad-abad, sehingga manusia tidak lagi
mengenalku, bahkan membenciku. Manusia menganggapku yang jahat dari segala yang
jahat. Aku kemudian mengutus beberapa malaikatku untuk mengetahui apa yang
sebenarnya telah terjadi di surga. Namun rupanya surga telah dijaga dengan ketat
oleh malaikat YHWH. Malaikat-malaikatku tidak dapat mendengar-dengarkan
pembicaraan para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Mereka juga
dikejar oleh semburan api yang terang, sehingga mereka pulang dengan tanpa
membawa hasil.

Yang terus menjadi pikiranku adalah, apakah penghancuran manusia itu adalah
kehendak Allah Yang Maha Tinggi? Aku menunggu suatu kesempatan untuk bisa
menemui Allah.

Kemudian aku mencoba mendekati Gabriel. Dia salah satu yang terdekat denganku
dulu. Namun tak mudah untuk menemuinya, karena ia lebih sering berada di surga
daripada di bumi. Namun ketika Gabriel diperintahkan Allah untuk mendatangi
Daniel, aku berusaha untuk dapat menemuinya. Pada kesempatan pertama dia datang,
aku tak berhasil menemuinya. Namun di kesempatan lain, aku berhasil menemuinya
dan menahannya untuk berbincang denganku selama dua puluh satu hari lamanya.
Tetapi kemudian, Mikhael datang dan menyuruh Gabriel pergi serta menantang aku.

Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, yang telah diangkat YHWH sebagai pemimpin
besar Israel, rupanya telah mengikat setia mengikuti YHWH. Waktu itu kami
berselisih dan bertengkar hebat. Kami berselisih mulai perkara Adam sampai mayat
Musa. Diapun tak berani menghujat aku, karena sesungguhnya, aku dulu lebih
pintar darinya. Namun rupanya Mikhael tidak berani mengakimku. Mikhael kemudian
berkata: “Kiranya YHWH menghardik engkau!” Dan aku kemudian pergi
meninggalkannya. Kudengar-dengar, rupanya Gabriel waktu itu masih menganggap aku
berontak melawan Allah. Tapi aku yakin, dia akan mendengarkan ucapanku.

Entah kenapa, suatu hari aku mendapat undangan dari YHWH untuk menghadap ke
tempat kediamannya. Maka bertanyalah YHWH kepadaku: “Dari mana engkau?” Lalu
jawabku sekenanya kepadanya: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.”
YHWH rupanya tahu bahwa aku sebenarnya tak berselera untuk menanggapinya.

Kemudian dia berkata: “Apakah engkau memperhatikan hambaku Ayub? Sebab tiada
seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut
kepadaku dan menjauhi kejahatan.”

Aku menjawab: “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut kepadamu?
Bukankah engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang
dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah kauberkati dan apa yang dimilikinya
makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tanganmu dan jamahlah segala
yang dipunyainya, ia pasti mengutuki engkau di hadapanmu.”

Kemudian YHWH berkata kepadaku: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu;
hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.”

Kemudian pergilah aku dari hadapannya. Aku menjadi heran atas kata-kata itu.
Bukankah aku sudah tak punya kuasa apa-apa lagi? Dan bukankah aku telah berkata
kepadanya: “Tetapi ulurkanlah tanganmu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia
pasti mengutuki engkau di hadapanmu.” Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia
mendengar! Bukankah aku yang membuat Ayub celaka, tetapi YHWH sendiri yang
dengan kesombongannya ingin menunjukkan kepadaku bahwa Ayub tetap takut
kepadanya. Aku tak mengada-ada akan hal ini. Dan akan kubuktikan kebenaran
kata-kataku.

Aku melihat dari kejauhan, orang-orang Syeba digerakkan oleh malaikat YHWH untuk
menyerang dan merampasnya serta memukul penjaga Ayub dengan mata pedang.
Kemudian api menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing
domba dan penjaga-penjaganya. YHWH juga menggerakkan orang-orang Kasdim
membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul
penjaganya dengan mata pedang. Dan aku sungguh tak menyangka ketika YHWH juga
membunuh anak-anak Ayub yang sedang makan-makan minum anggur di rumah saudara
mereka yang sulung. YHWH mendatangkan angin ribut yang bertiup dari seberang
padang gurun. Rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa
orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Tapi aku melihat, dia tetap takut
dan percaya kepada YHWH, Tuhannya.

Setelah YHWH mencobai Ayub, aku kemudian dipanggilnya sekali lagi dan ditanyai
dengan pertanyaan yang sama: “Dari mana Engkau?” Dan kujawab dengan jawaban yang
sama: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Aku tahu, pertanyaan
itu sebenarnya adalah untuk mengejek aku, karena dahulu kala, sebelum dia
berkuasa, tugasku memang menjaga bumi ini.

Inilah kata-kata YHWH sendiri yang membuktikan bahwa bukanlah aku yang membuat
kerusakan atas harta dan keluarga Ayub: “Apakah engkau memperhatikan hambaku
Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur,
yang takut akan aku dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya,
meskipun engkau telah membujuk aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa
alasan.”

Aku sebenarnya ingin berteriak membela diri. Namun semua perkara itu aku simpan
dan akan kukemukakan suatu hari nanti kepada Allah. Bukankah dia sendiri berkata
bahwa dialah yang mencelakan Ayub tanpa alasan? Dan yang lebih keji lagi, dia
mengatakan bahwa dia melakukan semua itu karena aku telah membujuknya?
Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! YHWH sendiri telah berkata bahwa
dialah yang mencelakakan Ayub tanpa alasan, bukan aku! Tapi aku telah menjadi
korban fitnah selama berabad-abad sehingga manusia mengira bahwa aku sedemikian
keji dan jahat.

Aku menjadi marah kepadanya dan berkata: “Kulit ganti kulit! Orang akan
memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Tetapi ulurkanlah tanganmu
dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki engkau di hadapanmu.” Lalu
aku pergi. Aku berharap agar Ayub sadar akan Tuhan yang disembah dan
ditakutinya.

Setelah kepergianku, ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak
kakinya sampai ke batu kepalanya. Sungguh, aku kasihan melihatnya. Sekali lagi
aku difitnah dengan menyebarkan berita bohong bahwa akulah yang menyebabkan itu
semua. Padahal sungguh sekali-kali tidak.

Kemudian aku berusaha menjumpai Ayub. Aku berhenti di depannya namun rupanya dia
tidak mengenal aku dan dianggapnya aku sebagai roh. Kepadanya aku berkata sambil
berbisik-bisik: “Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah, mungkinkah
seseorang tahir di hadapan Penciptanya? Sesungguhnya, hamba-hambaNya tidak
dipercayaiNya, malaikat-malaikatNyapun didapatiNya tersesat, lebih-lebih lagi
mereka yang diam dalam pondok tanah liat, yang dasarnya dalam debu, yang mati
terpijat seperti gegat. Di antara pagi dan petang mereka dihancurkan, dan tanpa
dihiraukan mereka binasa untuk selama-lamanya. Bukankah kemah mereka dicabut?
Mereka mati, tetapi tanpa hikmat.”

Dan aku memberi Ayub banyak perkataan agar mau mengenal Allah yang sesungguhnya.
Dia menjawab: “Ajarilah aku, maka aku akan diam; dan tunjukkan kepadaku dalam
hal apa aku tersesat. Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur! Tetapi apakah
maksud celaan dari pihakmu itu?”

Aku menjawab: “Apakah kamu bermaksud mencela perkataan? Apakah perkataan orang
yang putus asa dianggap angin? Bahkan atas anak yatim kamu membuang undi, dan
sahabatmu kamu perlakukan sebagai barang dagangan. Tetapi sekarang, berpalinglah
kepadaku; aku tidak akan berdusta di hadapanmu. Berbaliklah, janganlah terjadi
kecurangan, berbaliklah, aku pasti benar. Apakah ada kecurangan pada lidahku?
Apakah langit-langitku tidak dapat membeda-bedakan bencana?”

Ayub berkata: “Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap
engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa engkau menjadikan aku sasaranmu, sehingga
aku menjadi beban bagi diriku? Dan mengapa engkau tidak mengampuni
pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku? Karena sekarang aku terbaring
dalam debu, lalu engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak akan ada lagi.” Ah,
rupanya Ayub mulai mengenalku sebagai Penjaga manusia tapi dia mengira aku yang
mencelakainya. Dia tetap percaya bahwa YHWH adalah Tuhannya yang Maha Kuasa.
Maka aku kemudian pergi meninggalkannya.

Setelah cobaan yang diberikan oleh YHWH kepada Ayub, dia melihat bahwa Ayub
tetap takut kepadanya. Lalu YHWH memulihkan keadaan Ayub, dan memberikan kepada
Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. Aku tahu, YHWH melakukan
semua itu untuk mengejek aku.

Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat
anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat. Maka matilah Ayub,
tua dan lanjut umur.

Hai manusia, masihkah engkau berpikir bahwa aku yang mencobai Ayub? Masihkah kau
berpendapat bahwa aku yang mencelakakan dirinya dan membuatnya menderita? Barang
siapa bijak, hendaklah dia mengerti akan perkara ini. Semuanya ini kuserahkan
kepada penilaianmu.

Aku, Lucifer, tak pernah memusuhi manusia. Memang, aku tak mau sujud kepada
manusia, karena hanya kepada Allah aku mau tunduk berserah diri.

Iklan
, , , , , , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.