Testament of Lucifer (5)

16 Maret 2010

Spiritualism

WARNING ! Radical religious thoughts
Following writings can offend some religious thoughts, Please Do Not Continue
if you can feel offended

Bagian Kelima

Sesungguhnya, manusia yang selamat dari bencana air bah itu tidaklah hanya Nuh
dan keluarganya saja. Semjaza telah berhasil menyelamatkan lebih dari dua ratus
ribu manusia dan membawanya ke tempat yang aman. Sebagian dari para raksasa itu
ada juga yang selamat dan kemudian mereka menetap di tanah Enak dan dikenal
sebagai orang Enak yang tinggi besar. Ada sebagian kecil yang kemudian tinggal
di tanah Gat, Emim dan Zamzumim. Keturunan mereka
lebih kecil dari orangtuanya tapi tetap saja merupakan raksasa bagi manusia pada
umumnya. Tingginya ada yang mencapai tujuh hasta.

Di antara raksasa itu dulu, banyak yang tewas dan tidak sedikit pula yang
tertangkap dan dijatuhkan ke jurang maut bersama dengan Abadon dan Azazel. Anak
Semjaza sendiri tak ada yang selamat dari pembantaian massal itu.

Terafim, yang membantu para ahli sihir dan tukang tenung, tinggal bersama aku.
Dia tetap membantu manusia untuk membuat penyembuhan dan mengajarkan
mantra-mantra dengan sembunyi-sembunyi. Tapi kini, dia tak kuasa lagi memanggil
roh orang mati karena kunci jurang maut dipegang oleh malaikat Allah. Namun demi
menyenangkan hati manusia, Terafim menyuruh malaikatnya untuk menyamar sebagai
roh orang mati yang diminta. Terafim dan malaikatnya ini yang dikenal oleh
manusia sebagai jin.

Sebenarnya kami semua ini dapat digolongkan sebagai jin. Bukankah jin berarti
tidak terlihat oleh mata atau berada dalam keadaan tersembunyi dari pandangan
manusia. Namun malaikat-malaikat Allah mempengaruhi manusia dan mengatakan bahwa
kami adalah roh-roh jahat yang ada di udara.

Sejak peristiwa itu, kami dikatakan sebagai penguasa kegelapan dan
penghulu-penghulu dunia yang gelap. Memang, kami harus senantiasa bersembunyi
dari para malaikat Allah. Namun perlahan tapi pasti, aku kembali menyusun
kekuatan untuk melakukan pembalasan. Bukankah Allah sendiri berfirman bahwa yang
terpenjara di jurang maut pada saatnya menjelang akhir zaman akan dilepaskan.
Saat itulah, aku akan menuntut balas.

Sebetulnya aku masih menyayangi manusia, terutama manusia yang diperlakukan
secara tidak adil. Mintalah kepadaKu, maka segalanya akan kuberikan kepadamu
menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi akan menjadi kepunyaanmu. Bukankah aku
penguasa bumi ini sampai hari kiamat nanti. Akulah pemilik semua yang ada di
bumi ini. Sebab kalau tidak, mana mungkin aku berani menawarkan semua kerajaan
di dunia.

Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada siapa saja, sebab
semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja
yang kukehendaki. Dan jika manusia mau sujud kepadaku, seluruhnya itu akan
menjadi miliknya. Kata-kataku ini dapat dipegang dan dipercaya. Aku tak mungkin
berbohong, sebab jikalau aku berbohong, tentu Yang Maha Tinggi akan
mengetahuinya dan memberi tahu kepada manusia bahwa aku bohong. Oleh karenanya,
untuk melawan diriku, Allah menjanjikan Kerajaan Surga kepada manusia, bukan
kerajaan di bumi ini. Padahal, bukankah Allah menciptakan manusia untuk menjadi
khalifah di bumi dan bukannya di surga? Dan aku sendiri menyangsikan, benarkah
Allah akan memberikan Kerajaan Surga kepada manusia pada saatnya nanti? Bukankah
manusia dulu sudah diusir dari sana karena telah menyerupai-Nya? Apakah itu
bukan sekedar janji yang kosong? Dan siapakah yang tahu akan kebenaran janji
itu? Tapi biarlah, tak ada yang akan mengetahui sampai hari kiamat
nanti dan juga tak akan ada yang tahu tentang bilamana kiamat terjadi. Hanya
Allah saja yang mengetahui dan jangan percaya begitu saja pada kata-kataku,
sebab bukankah Allah sendiri telah berfirman kepadamu, wahai manusia, bahwa aku,
Lucifer, adalah pembohong sejak awalnya.

Dengan tertangkapnya Azazel, bumi ini tak lagi memiliki penjaga yang kuat.
Malaikat Allah yang hendak datang ke bumi ini akhirnya menjadi bebas. Aku telah
menggantikan tugas Azazel kepada seorang malaikat lain, namun dia tidak sehebat
Azazel.

Allah berusaha mengambil kembali ciptaanNya, yakni manusia, yang telah
diserahkan kepadaku. Dia memilih manusia yang baik di mata-Nya. Sejak peristiwa
air bah itu, para malaikat sering mengunjungi bumi untuk mengawasi aku. Namun
aku berusaha untuk bangkit. Kubangun kembali tempat kediamanku jauh di
utara.Kali ini, kututupi dengan hamparan salju tebal sehingga tak mudah untuk
ditemukan. Aku telah menemukan lorong-lorong di bumi sehingga dengan mudah pergi
ke suatu tempat lewat lorong-lorong tersebut.

Melalui lorong itu aku bisa keluar langsung ke kawah-kawah gunung berapi, baik
yang ada di darat maupun yang ada di laut. Aku mudah menjumpai manusia-manusia
yang tinggal di daerah gunung dan hutan. Mereka memberi persembahan kepadaku
dengan melemparkan persembahan ke kawah gunung. Sebetulnya itu tidak perlu.
Kehadiran malaikat-malaikatku banyak di hutan-hutan, karena di situ mereka tidak
mudah untuk diketemukan malaikat Allah. Oleh karena itu, banyak manusia
menjumpai jin bila berada di hutan yang lebat. Aku juga membangun beberapa
tempat kediaman di dasar laut dan masing-masing penguasanya, kuberi kebebasan
untuk menjalankan apa yang terbaik menurut mereka.

Sebelum peristiwa itu, bumi ini dalam keadaan aman dan damai. Adapun seluruh
bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. Sisa-sisa manusia yang masih hidup
setelah bencana air bah itu kemudian memutuskan untuk berkumpul di suatu tempat.
Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah
Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. Mereka berkata seorang kepada yang lain:
“Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah
dipakai mereka sebagai batu dan tergala-gala sebagai tanah liat.

Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah
menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita
jangan terserak ke seluruh bumi.” Tujuan mereka membuat menara itu adalah agar
bila terjadi bencana air bah lagi, mereka semua secara bersama-sama akan bisa
selamat dengan naik sampai ke puncaknya.

Lalu turunlah malaikat Allah untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh
anak-anak manusia itu. Namun rupanya malaikat Allah melihat apa yang dilakukan
manusia itu tidak baik menurut pandangan mereka. Malaikat itu memberitahu Allah
dan kemudian Allah berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk
semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga
yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Baiklah
kalian turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak
mengerti lagi bahasa masing-masing.” Demikianlah mereka diserakkan Allah dari
situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.

Aku jadi teringat apa yang disampaikan oleh Azazel tentang berita yang
didengarnya melalui Henokh. Henokh mengatakan bahwa mengetahui Allah berfirman
kepada Gabriel: “Kirim mereka melawan sesamanya agar mereka saling menghancurkan
di medan perang. Untuk berhari-hari mereka tak akan memiliki apa-apa.”

Aku, Lucifer, sama sekali tidak berbohong akan hal ini. Bukankah Firman Allah
ini ada dalam kitab-kitab nenek moyangmu. Ketahuilah, bahwa yang menyebabkan
perselisihan di antara manusia, yang menyebabkan permusuhan dan peperangan
bukanlah aku. Dan ketahuilah kini, siapa sebenarnya yang berkeinginan agar
manusia saling melawan dan menghancurkan sesamanya. Kadang aku jadi meragukan,
apakah Dia Yang Maha Tinggi adalah Allah yang sebenarnya? Ataukah sebenarnya ada
Allah yang sesungguhnya yang tak dapat dijelaskan dengan kata-kata?

Ini yang selalu menjadi pertanyaanku. Mengapa Allah menyukai agar ada perbedaan?
Apakah hanya supaya manusia itu diserakkan sehingga memenuhi bumi? Ataukah Allah
tak suka bila manusia bersatu dan khawatir berontak terhadap-Nya seperti aku?
Dan mengapa Allah memerintahkan Gabriel untuk membuat permusuhan di antara
manusia? Semua itu tak bisa kumengerti. Dan herannya, malaikat-malaikat Allah
itu, patuh saja akan perintah Allah tanpa berpikir baik dan buruknya. Mungkin,
pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu telah ditebang oleh Allah, supaya
tidak ada lagi yang dapat menyamai diri-Nya.

Kedudukanku sebagai malaikat penghulu Allah telah diganti oleh malaikat lain.
Malaikat ini kudengar-dengar bernama YHWH. Aku tidak pernah mendengar bagaimana
manusia menyebut namanya secara pasti. Bahkan manusia sering hanya menyebutnya
dengan nama: adonai yang berarti Tuhan-ku. Namanya sering disebut dengan Yahweh
atau Yehovah. Namun menurutku, sebutannya yang benar adalah Yihwah atau Syihwah.
Dan dia memang dikenal pertama kali oleh Abraham di tanah Haran. Boleh jadi,
ketika Abraham ke tanah Kanaan, keturunannya tetap menyembah YHWH, sementara
ketika bangsa Arya menyerbu tanah Hindustan, mereka memperkenalkannya sebagai
Syihwah atau Çiva.

Dialah pula yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir untuk ke tanah Kanaan.
Dialah malaikat Allah yang pencemburu dan mudah murka. Kekuasaannya memang luar
biasa dan dia mengatur manusia dengan tangan besi. Dialah juga yang menuntut
korban sembelihan domba dan lain-lainnya. Dia pernah berkata kepada Musa:
“Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagiKu persembahan
khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut
persembahan khusus kepadaKu itu. Inilah persembahan khusus yang harus kamu
pungut dari mereka: emas, perak, tembaga; kain ungu tua, kain ungu muda, kain
kirmizi, lenan halus, bulu kambing; kulit domba jantan yang diwarnai merah,
kulit lumba-lumba dan kayu penaga; minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk
minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian, permata krisopras dan permata
tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.
Dan mereka harus membuat tempat kudus bagiKu, supaya Aku akan diam di
tengah-tengah mereka. Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai
contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu
membuatnya. Semua itu adalah untuk mengadakan pendamaian bagi nyanwa kamu
sekalian.” (Keluaran 25:2-9 dan Keluaran 30:16)

Sungguh, pada waktu aku memimpin manusia, tak pernah meminta persembahan
sebanyak itu. YHWH ini mengendarai lembu jantan yang bersayap yang dinamakan
kerub atau ada juga yang menyebutnya buraq. Itulah sebabnya, banyak orang Israel
yang membuat patung lembu sebagai singgasananya dan untuk menyembahnya. Mereka
beranggapan bahwa dengan membuat patung lembu, tunggangan Tuhan mereka, maka
Tuhan mereka akan hadir. Namun rupanya dia tak
suka disaingi oleh tungganggannya sendiri dan murka bila ada manusia yang
menyembah patung dan dianggapnya berhala. Tak heran kalau di tanah Hindustan
sendiri manusia menyembah lembu merah. Dia membuat sepuluh peraturan atau
perintah yang harus dipatuhi oleh manusia. Bila manusia melanggarnya maka
manusia itu pasti akan dihukum olehnya.

* * *

Aku, Lucifer, sejak semula berusaha menjaga bumi ini dengan aman dan damai.
Manusia kuajarkan agar dapat mengupayakan tanah yang gersang ini. Memang, bukan
aku yang menciptakan semua yang ada di muka bumi ini, tapi, akulah yang menjaga
mereka. Jika tidak, dan bila memang aku dikatakan sebagai musuh manusia, maka
sudah sejak lama manusia akan kumusnahkan. Tetapi sesungguhnya, akulah penjaga
manusia dan akulah penguasa dunia ini, hingga pada saat itu, aku dikalahkan oleh
Mikhael dan bala tentaranya. Kemudian Allah memerintahkan malaikat YHWH berkuasa
di bumi. Malaikat YHWH memilih tempat kediaman di atas gunung Sinai yang
dianggap kudus baginya. Kadang aku juga bimbang, apakah malaikat YHWH yang
menggantikanku itu adalah atas perintah Allah sendiri atau bukan.

Inilah ciri pemerintahan malaikat YHWH. Dia sendiri berkata: “Demi Aku yang
hidup, Aku akan memerintah kamu dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung
dan amarah yang tercurah. Aku akan membawa kamu keluar dari tengah bangsa-bangsa
dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri, di mana kamu berserak dengan tangan
yang kuat dan lengan yang teracung dan amarah yang tercurah, dan Aku akan
membawa kamu ke padang gurun bangsa-bangsa dan di
sana Aku akan berperkara dengan kamu berhadapan muka.”

Tidakkah engkau mengetahui bilamana malaikat YHWH murka? Buka dan bacalah
kitab-kitab yang telah ditulis oleh nenek moyangmu. Beginilah bila malaikat YHWH
murka: Bergoyang dan bergoncanglah bumi, dasar-dasar langit gemetar dan
bergoyang, oleh karena bernyala-nyala murkanya. Asap membubung dari hidungnya,
api menjilat keluar dari mulutnya, bara menyala keluar dari padanya. Ia
menekukkan langit, lalu turun, kekelaman ada di bawah kakinya. Ia mengendarai
kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin. Dan ia membuat kegelapan di
sekelilingnya menjadi pondoknya: air hujan yang gelap, awan yang tebal. Karena
sinar kilat di hadapannya bara api menjadi menyala. Malaikat YHWH mengguntur
dari langit, memperdengarkan suaranya.

Bagi orang yang bijaksana hendaklah menyimak makna hal ini. Barang siapa
bertelinga, hendaklah ia mendengar dengan baik-baik. Aku, Lucifer, memberi
petunjuk kepadamu, bahwa malaikat YHWH, dalam suatu nas ada tertulis: Ia
mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin. Kerub inilah
yang sering terlihat sebagai makhluk berbadan lembu, berkaki singa, berkepala
manusia dan bersayap rajawali, dibuat patungnya dan disembah oleh orang Israel
semenjak mereka berada di Mesir. Selain itu, perhatikan dengan sungguh-sungguh
ketika dia membuat kegelapan di sekelilingnya menjadi pondoknya. Bukankah ini
menunjukkan bahwa kegelapan adalah tempat tinggalnya? Aku, Lucifer, tidak
mengada-ada akan hal ini.

Akulah terang, namaku sendiri yang menunjukkan hal itu. Sementara pada dialah
kuasa kegelapan berada. Tapi fitnah telah diberikan kepadaku sehingga manusia
tidak lagi mengenal diriku yang sebenarnya.

Perhatikan pula fitnah yang telah diberikan kepadaku. Aku ingin bertanya,
siapakah yang menyebabkan kecemburan pada manusia? Apakah aku atau dia?
Perhatikan kata-katanya yang diucapkan kepada Musa: “Berbicaralah kepada orang
Israel dan katakanlah kepada Mereka: Apabila isteri seseorang berbuat serong dan
tidak setia terhadap suaminya, dan laki-laki lain tidur dan bersetubuh dengan
perempuan itu, dengan tidak diketahui suaminya, karena tinggal rahasia bahwa
perempuan itu mencemarkan dirinya, tidak ada saksi terhadap dia, dia tidak
kedapatan, dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia
menjadi cemburu terhadap isterinya, dan perempuan itu memang telah mencemarkan
dirinya, atau apabila roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi
cemburu terhadap isterinya, walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya,
maka haruslah orang itu membawa isterinya kepada imam. Dan orang itu harus
membawa persembahan karena perempuan itu sebanyak sepersepuluh efa tepung
jelai, yang ke atasnya tidak dituangkannya minyak dan yang tidak dibubuhinya
kemenyan, karena korban itu ialah korban sajian cemburuan, suatu korban peringatan yang
mengingatkan kepada kedurjanaan.”

Dari manakah datangnya roh kecemburuan itu? Apakah dariku? Dan bukankah dia
sendiri telah mengatakan bahwa: “Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah
kepadanya, sebab Aku, YHWH, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan
kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat
dari orang-orang yang membenci Aku.”

Terafim, salah seorang malaikatku, memang sangat dekat hubungannya dengan ahli
tenung dan tukang sihir. Namun malaikat YHWH berhasil mengalahkannya dan
menangkapnya. Sesungguhnya, meramal adalah salah satu dari rahasia-rahasia abadi
yang telah dijaga kerahasiaannya di surga.

Setelah Terafim berhasil disingkirkannya, malaikat YHWH berkata: “Akulah yang
meniadakan tanda-tanda peramal pembohong dan mempermain-mainkan tukang-tukang
tenung; yang membuat orang-orang bijaksana mundur ke belakang, dan membalikkan
pengetahuan mereka menjadi kebodohan.” Jadi, berhati-hatilah bila pergi ke
peramal, sebab yang mengajar mereka bukan lagi Terafim. Dan mulailah dia bersama
malaikat-malaikatnya yang lain memfitnah kami semua.

Malaikat YHWH menganggapku lawan baginya. Aku disebutnya Iblis yang artinya
lawan. Ribuan tahun aku dikatakan sebagai penipu, perusak dan pembuat
kesengsaraan manusia. Ribuan tahun itu pula terpaksa aku berdiam diri di dalam
lorong-lorong bumi karena banyak malaikat Allah yang menjaga di ujung-ujung
bumi.

Aku melihat, manusia di bawah kuasa malaikat YHWH hidup dalam penuh ketegangan.
Peperangan timbul di mana-mana. Dan kalau orang Israel melupakan dirinya, dengan
segera dia akan menghukum dengan menyuruh bangsa lain untuk menyerbu mereka.

Aku tak mengerti, mengapa malaikat YHWH memilih manusia dari kalangan bangsa
Israel saja. Memang, dia bisa membuat banyak keajaiban sebagaimana para malaikat
yang lain. Dan dengan mudahnya dia meyakinkan manusia atas kuasanya dengan
menantang Beelzebul atau Asyera. Keduanya memang telah tiada dan tak mungkin
lagi dapat membantu manusia yang mengharapkan bantuan dan keajaiban dari mereka.

Bangsa Israel memandang bahwa malaikat YHWH adalah Allah yang Maha Kuasa.
Padahal, aku sungguh ingin meyakinkan mereka, bahwa YHWH bukanlah Allah yang
sebenarnya. Dia tidak berbeda dengan aku, yakni malaikat-malaikat Allah. Hanya
saja, kalau aku adalah Terang, dia adalah Gelap. Dia memang ada lebih dahulu
daripada aku, sebab pada awal penciptaan, kegelapanlah yang pada mulanya
menyelimuti semesta alam. Dan kegelapan adalah dia.

Dia memang kuasa kegelapan. Buktinya, dia dengan mudah memberi kegelapan bagi
bangsa Mesir yang menahan bangsa Israel keluar dari tanah mereka. Bukankah
engkau juga sering mendengar suaranya dari tengah-tengah gelap gulita. Hal ini
sering membuat aku berpikir: “Tahu apa Allah macam itu? Dapatkah Ia mengadili
dari balik awan-awan yang gelap?”

Bukankah dia sendiri pernah berkata: “Seluruh negeri ini akan menjadi sunyi
sepi, tetapi Aku tidak akan membuatnya habis lenyap. Karena hal ini bumi akan
berkabung, dan langit di atas akan menjadi gelap, sebab Aku telah mengatakannya,
Aku telah merancangnya, Aku tidak akan menyesalinya dan tidak akan mundur dari
pada itu.” Dan dia selalu mengagung-agungkan tentang Hari Tuhan, dan berkata:
“Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada
hari cerah. Sebab itu hari akan menjadi malam bagimu tanpa penglihatan, dan
menjadi gelap bagimu tanpa tenungan. Matahari akan terbenam bagi para nabi itu,
dan hari menjadi hitam suram bagi mereka.”

Bagi yang bijaksana hendaklah mengambil hikmah atas hal ini. Betapa aku sekali
lagi ingin mengatakan kepada manusia, bahwa malaikat YHWH ini, bukanlah Allah
yang sebenarnya. Tetapi, banyak manusia yang tunduk berserah diri kepadanya.

Malaikat YHWH dikenal pada awalnya sebagai Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah
Yakub. Dialah yang disebut sebagai Allah bangsa Israel. Dialah yang selalu
menuntut kurban bakaran dan persembahan beraneka ragam. Padahal, kami para
malaikat, sama sekali tidak memakan daging atau darah korban bakaran itu.
Makanan kami, para malaikat, berbeda dengan apa yang sehari-hari dimakan oleh
manusia. Suatu ketika, manusia pernah juga mencicipi makanan
para malaikat. Bangsa Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti
ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu. Tapi entah kenapa, YHWH sangat suka
sekali mencium bau korban bakaran yang harum baginya.

Sejak berkuasanya YHWH, bumi tidak lagi tenteram. Dia membangkitkan permusuhan
antar bangsa
. Dan aku seakan ingin berteriak kepada Allah Yang Maha Tinggi,
mengapa semua ini harus terjadi. Bahkan aku pernah berpikir, jangan-jangan
pemusnahan manusia dengan air bah dulu adalah hasil hasutannya kepada Allah,
agar dia dapat berkuasa menggantikan aku. Dan boleh jadi, Mikhael, Gabriel,
Uriel dan Raphael, termakan oleh omongannya.

Tapi aku berpikir juga, apakah Allah tidak mengetahui apa yang terjadi di bumi
ini? Ataukah Allah yang sesungguhnya membiarkan semuanya ini terjadi? Namun,
jika suatu saat aku berkesempatan bertemu dengan Allah sendiri, akan akan
bertanya tentang perkara ini. Apakah ini semua memang keinginanNya, atau
semata-mata hanya keinginan YHWH untuk menguasai bumi ini.

Aku, Lucifer, bukan menghasut manusia untuk memusuhi malaikat YHWH. Tapi
lihatlah sendiri apa yang menjadi buahnya. Tak ada lagi damai di bumi, dunia
penuh dengan kecemburuan dan roh-roh yang menyesatkan. Jauh berbeda ketika aku
menjaga bumi ini. Sungguh, aku berkata sesungguhnya, bahwa penyesat-penyesat itu
bukan dari golonganku. Namun dengan fitnahnya, dia mengatakan bahwa semuanya itu
ulahku. Aku hanya berdiam diri sambil menanti waktu yang tepat, untuk
menyampaikan semua perkara ini kepada Allah.

Iklan
, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.