Testament of Lucifer (2)

12 Maret 2010

Spiritualism

WARNING ! Radical religious thoughts
Following writings can offend some religious thoughts, Please Do Not Continue
if you can feel offended

Bagian Kedua

Pada suatu hari datanglah para malaikat Allah menghadap Allah dan di antara
mereka datanglah juga aku, Lucifer. Dan Allah duduk di takhtaNya yang nampak
bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta
itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. Dan sekeliling takhta itu ada dua
puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu dipersiapkan bagi dua puluh empat
malaikat utama, termasuk aku.

Kami semua memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala. Rambut kami semua
memang putih bersinar-sinar, sehingga kami juga sering disebut dengan “dua puluh
empat tua-tua”. Kami inilah yang sering disebut para allah dan para pengamat
(watchers). Kami berkumpul di Taman Eden, dekat sumber sungai air kehidupan,
tempat di mana takhta Allah ada. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca
bagaikan kristal, di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat
makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

Dari dua puluh empat malaikat, ada tiga malaikat utama, yakni aku sendiri,
Mikhael dan Gabriel. Sementara sisanya dua puluh satu malaikat berada di bawah
kami bertiga, di mana masing-masing memimpin tujuh malaikat. Aku membawahi tujuh
malaikat, Mikhael membawahi tujuh malaikat dan demikian pula dengan Gabriel.
Jadi jumlah keseluruhannya adalah dua puluh empat malaikat. Tujuh adalah angka
yang istimewa bagi Allah.

Seperti biasa, bertanyalah Allah kepadaku: “Dari mana engkau?” Lalu jawabku
kepada Allah: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Kemudian
setelah itu Allah berkata kepada kami semua, para malaikat-malaikatNya,
“Tidakkah engkau memperhatikan hambaKu, Adam? Tiada ciptaan lain yang sesempurna
dia.”

Kami semua bersorak memuji-muji Allah: “Kudus, kudus, kuduslah Allah, Yang
Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.” Dan kemudian
tersungkurlah kami semua di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan kami
menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan kami melemparkan mahkota
kami di hadapan takhta itu, sambil berkata: “Ya Tuhan Allah dan Allah kami,
Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa, sebab Engkau telah
menciptakan segala sesuatu, dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan
diciptakan.”

Bersamaan dengan itu terdengarlah suara semua makhluk yang di sorga dan yang di
bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya
berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta, adalah puji-pujian dan hormat dan
kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”

Beberapa saat kemudian, suasana menjadi hening. Kami semua bangkit berdiri
kembali. Kemudian Allah memanggil Adam dan berkata kepada para malaikat:
“Bersujudlah kamu semua kepada Adam.”

Aku, Lucifer, terkejut mendengar perintah itu. Bukankah hanya kepada Allah aku
boleh bersujud? Mengapa Allah memperintahkan kami untuk sujud kepada Adam? Dalam
hatiku tak bisa menerima perintah ini. Terlebih sebelumnya, aku memang memendam
suatu perkara tentang Adam ini.

Malaikat Mikhael dan Gabriel langsung bersujud kepada Adam, diikuti dengan
malaikat-malaikat yang dipimpin oleh mereka. Sementara aku, masih diam
termangu-mangu. Rupanya, ketujuh malaikat yang berada dalam kelompokku menunggu
apa yang hendak aku perbuat. Aku memandang kepada Allah, dan Allah juga
memandang ke arahku. Aduh, sungguh aku tak kuat memandangNya.

Kemudian Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam
di waktu Aku menyuruhmu”.

Aku, Lucifer, terkejut mendapat pertanyaan itu dan untuk beberapa saat menjadi
bingung. Kalau aku jawab, bahwa aku hanya mau sujud kepada Allah, bukankah Dia
yang memerintahkan aku untuk bersujud kepada manusia itu. Tapi kalau aku sujud
kepada manusia itu, berarti aku melanggar perintahNya bahwa hanya boleh sujud
kepadaNya saja. Jawaban apa yang harus aku berikan?

Allah memandang ke arahku dan menanti jawaban yang keluar dari mulutku. Entah
kenapa, waktu itu, secara tak sadar aku berkata: “Aku sekali-kali tidak akan
sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering
yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. Sebenarnya, pertama kali aku
menjawab itu, bukan karena manusia itu dibuat dari tanah sehingga aku tidak mau
sujud, namun aku tidak mau sujud selain kepada Allah.

Tapi Allah berfirman lagi: “Sujudlah kepada Adam!”

Aku kemudian memberanikan diri untuk bertanya: “Mengapa aku harus bersujud
kepada Adam?”

Allah menjawab: “Sebab dia lebih mulia daripada engkau.”

Aku menjawab: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang
dia Engkau ciptakan dari tanah”.

Kali ini, Allah menjadi murka: “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai
Lucifer, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang
mengalahkan bangsa-bangsa!”

Beberapa saat terjadi kegaduhan di antara para malaikat. Belum pernah sepanjang
sejarah, Allah murka sedemikian hebat. Aku sedih mendapat murka Allah, namun
hatiku penuh dalam kebimbangan. Bagiku, tak patut untuk sujud selain kepada
Allah, meski Allah yang menyuruhku sekalipun. Allah telah murka. Aku memandang
Gabriel dengan keinginan agar ia mau membantuku, setidaknya meredakan murka
Allah. Namun dia diam saja. Mikhael juga sama, bahkan ia telah membuang muka
dari padaku. Sementara Adam yang berdiri di tengah-tengah kami hanya diam saja,
tak tahu apa yang hendak dilakukannya. Terlebih, dia memang belum tahu tentang
apa-apa.

Allah kemudian berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia siap
menghakimi aku.

Seumur hidupku tak pernah mengalami hal demikian. Aku merasa apa yang aku
lakukan benar dan aku justru merasa diperlakukan dengan tidak adil. Jangankan
sujud kepada Adam, sujud kepada Mikhael pun aku tak akan mau. Entah mengapa
Mikhael dan Gabriel mau sujud kepada Adam. Aku sungguh tak mengerti. Kalau
alasannya adalah karena Adam lebih mulia daripadaku, apakah dengan demikian aku
harus wajib bersujud kepadanya? Bagiku, yang mulia hanyalah Allah, penciptaku.

Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi.
Dipanggilnya aku bersama ketujuh malaikatku kehadapanNya, dan kemudian aku
bersujud menyembahNya sambil berkata: “Siapakah yang seperti Engkau, ya Allah?
Siapakah yang seperti Engkau, mulia karena kekudusanMu, menakutkan karena
perbuatanMu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban.”

Allah bertanya kepadaku: “Hai Lucifer, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada
yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri
ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi?”.

Jawabku: “Sudah kukatakan pada Engkau, Ya Allahku. Aku sekali-kali tidak akan
sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering
yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Bukankah ada tertulis bahwa
aku harus menyembah Tuhan, Allahku, dan hanya kepada Engkau sajalah aku berbakti.”

Di sinilah letak kesalahpahaman itu, yang baru kusadari setelah lama kemudian.
Aku menyatakan tidak akan sujud kepada manusia karena hanya kepada Allah saja
aku bersujud, namun rupanya Allah menganggap aku sombong dengan mengatakan bahwa
aku lebih mulia dari manusia yang diciptakan dari tanah liat kering itu.

Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi
terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar
Aku akan mengisi neraka dengan kamu semua”

Aku benar-benar terkejut. Hukuman yang diberikan kepadaku sungguh berat untuk
suatu perbuatan yang bagiku secara prinsip adalah benar. Tapi aku tahu, sekali
Allah berfirman, maka itu akan berlaku selamanya. Hatiku menjadi berontak
karenanya.

Aku menjawab: “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan
menghalangi-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan
mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri
mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur maupun taat.

Kemudian Allah memuliakan Adam dan kelak keturunannya, Allah berfirman: “Kami
angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang
baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas
kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

Aku berkata:”Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas
diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat,
niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”.

Allah berfirman kepadaku: “Kuberi tangguh waktumu hingga hari kiamat dan kuberi
kuasa kepadamu atas orang-orang yang tidak beriman.”

Aku menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka. Aku benar-benar akan
mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan untukku, dan
aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan
kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka memotong telinga-telinga binatang
ternak, lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka merobah
ciptaan Allah, lalu benar-benar mereka merobahnya. Aku akan justru membuat
merekalah yang akan sujud kepadaku !”

Allah berfirman: “Maka yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah
yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka dengan jenis kamu
dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.”

Kemudian Allah berfirman kepada Adam: “Hai Adam, sesungguhnya ini, Lucifer,
adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampaikan ia
mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.”

Allah lalu memandang kepadaku dan berfirman: “Kamu adalah allah, dan termasuk
anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. Namun seperti manusia, kamu akan mati
dan seperti salah seorang pembesar, kamu akan tewas.”

Tak ada rasa sedih lagi di hatiku, justru muncul rasa geram yang mulai membakar
hatiku. Aku berkata kepada ketujuh malaikat penghulu yang bersama dengan aku:
“Marilah kita menduduki tempat-tempat kediaman Allah!”

Rupanya tak ada yang tersembunyi bagi Allah, kemudian Allah berfirman:
“Demikiankah engkau mengadakan pembalasan terhadap Aku, hai makhluk yang bebal
dan tidak bijaksana? Bukankah Aku Bapamu yang mencipta engkau, yang menjadikan
dan menegakkan keadilan?”

Tuhan berfirman:”Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka
sesungguhnya neraka adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.
Dan mulai hari ini engkau akan disebut dengan nama Iblis!”

Kemudian pergilah aku dari hadapan Allah, bersama ketujuh malaikat penghulu yang
ada di bawah kekuasaanku. Kepergianku telah menyeret sepertiga dari
bintang-bintang di langit
dan turunlah kami ke bumi. Jumlah kami yang pergi
adalah delapan malaikat penghulu, tujuh adalah malaikat yang berada dalam
kepemimpinanku, dan jumlahnya sepertiga dari dua puluh empat malaikat utama yang
mengelilingi Takhta Allah. Dan masing-masing dari tujuh malaikat penghulu itu
memimpin ribuan tentara surga yang ikut pula bersama-sama dengan aku. Jumlah
kami begitu banyak, dan kepergian kami ke bumi bagai kilat yang memancar dari
langit.

Dalam hatiku aku berkata: “Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan
takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit
pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian
awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi !”

Kemudian aku berteriak: “Akan kubuat bumi gemetar dan kerajaan-kerajaan
bergoncang serta kubuat dunia seperti padang gurun, dan kelak akan kuhancurkan
kota-kotanya !”

Pada hari itu, aku, Lucifer, menyatakan permusuhan dengan penciptaku.

author: Nur Agustinus, sumber: milis Mayapada Prana

Iklan
, , , , , , , , , , , , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.