Dosa itu Ora Ono alias Tidak Ada !

12 Maret 2010

Spiritualism

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan di Belanda, ternyata lebih dari 60% merasa dirinya tidak berdosa, 25% ragu2, jadi hanya 15% saja yang merasa dirinya berdosa. Bahkan hanya 10% saja dari responden yang bisa menyebutkan dengan benar kesepuluh hukum Allah. Jadi bisa disimpulkan bahwa kata DOSA itu sudah kadaluarsa alias sudah tidak perlu diomongin lagi, mungkin dirumah ibadah saja orang yang masih mau memikirkan masalah dosa. Yang berdosa itu hanya orang lain tapi bukan diri sendiri. Sedangkan orang yang merasa dirinya berdosa adalah orang yang sakit jiwa alias rada gelo githu.

Orang jaman dahulu merasa ngeri bahkan takut berbuat dosa, tetapi pada jaman sekarang ini bahkan kebalikannya jadi ketagihan dan ngebet sekali ingin berbuat dosa misalnya dalam soal perselingkuhan. Masalahnya selama ini tidak ketahuan, selama itu pula tidak berdosa misalnya Tiger Woods, ia baru merasa berdosa bahkan mengaku bersalah setelah ketahuan, bahwa ia berselingkuh. Padahal kalau direnungkan bagaimana kurang cantik istrinya Tiger Woods, tetapi kenyataannya masih tetap saja ingin jajan. Mungkin ada benarnya juga ungkapan: “Coba makan tu jangan hanya sama ikan asin terus-menerus kali-kali coba makan dengan ikan tongkol”.

Tidak bisa dipungkiri bahwa jutaan ibu rumah tangga ketagihan nonton orang berbuat dosa (baca: sinetron), semakin besar dosa yang dilakukan semakin seru pula jalan ceritanya. Maka dari itulah film yg menarik untuk ditonton adalah film mempunyai unsur SMS (Sadis, Mistik dan Sex). Kenapa kasus Antasari begitu menarik perhatian publik, karena ada masalah perselingkuhannya. Bagi mereka yang belum pernah berselingkuh, apa salahnya coba icip-icip toh buku panduannya sudah ada silahkan klik:

http://selingkuh.blogspot.com/

Tidak bisa dipungkiri berbuat dosa itu menyenangkan, nikmat dan enak. Dosa itu seperti juga makanan, kita tahu bahwa makanan yang tidak sehat itu pada umumnya adalah makanan yang enak-enak. Bahkan Shakespeare sendiri pernah pernah bilang waktu terindah yang pernah kita rasakan adalah disaat kita melakukan dosa! Kalau berbuat dosa itu tidak enak, kenapa begitu banyak orang terjerumus dalam dosa. Menurut pendapat seorang psikolog: ”Setiap orang berpotensi untuk selingkuh?” Kagak percaya lihat saja berapa banyak orang berselingkuh dilingkungan Anda, atau baca tuh koran setiap hari pasti ada berita perselingkuhan.

Orang boleh melantunkan lagu ”Cobalah untuk setia” ataupun khotbah bahwa selingkuh itu haram dan dosa, tetapi pada umumnya antara teori dan praktek itu beda seperti juga bumi dan langit. Tanyalah sendiri berapa banyak sudah para pembimbing agama yang berselingkuh ataupun melakukan pelecehan seksual, hal ini sudah merupakan santapan berita harian. Doesn’t everybody do it? Jadi enggak ada yang aneh githu!

Ketika pertama kali Adam jatuh dalam dosa ia merasa malu, sehingga ia berusaha untuk menyembunyikan diri. Beda dengan manusia jaman sekarang, dimana setiap orang bahkan merasa bangga bisa berbuat dosa dimana mereka pamer di BLOG, Facebook atau jejaring sosial lainnya. Mulai dari anak ABG sampai pejabat tinggi seperti misalnya Bupati yg mentayangkan adegan film maupun foto esek2nya. Acara-acara televisi pun seakan berlomba-lomba ‘mengajarkan’ penontonnya untuk ikut mencobanya. Bahkan anak-anak remaja sudah dianjurkan untuk berselingkuh misalnya di MTV dalam X Factor ataupun reality show Big Brother. Atau situs video Youporn yang di klik lebih dari 35 juta kali.

Sebutkanlah satu saja tindakan yang masih bisa dibilang atau dikategorikan sebagai dosa pada jaman sekarang ini. Yang masih bisa disebut dosa itu; kalau anda melanggar aturan lalu-lintas, sebab ini bisa ditilang. Selain dari itu tidak ada lagi hal yang bisa disebut sebagai dosa. Maka dari itu tidaklah heran kalau harga properti di Neraka jadi anjlok turun drastis, karena hingga kapanpun juga tidak akan penghuninya.

Memang penjara itu penuh napi, tapi lebih dari dua pertiga diisi oleh para dealer atau yang nge-drugs dan ini tidak termasuk dalam dosa atau dasatitah, sedangkan para koruptor yang ditahan disana juga bukanlah orang yang berdosa melainkan hanya korban politik atau orang yang iri sama mereka saja.

Cobalah jawab dengan jujur apakah Anda merasa sebagai orang berdosa?

Author: Mang Ucup

Iklan
, , , , , , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.