Jaman Akhir dan Dunia Baru (Bagian Kedua)

4 Februari 2010

Extraterrestrial

Keadaan takut dan setengah sadar ini sering dialami oleh orang yang dibawa oleh jin. Jin adalah mahluk yang mempunyai vibrasi lebih tinggi daripada manusia. Selain itu mereka tidak banyak berbeda dengan kita, khususnya dalam pemahaman mengenai Tuhan dan Alam Semesta. Tapi ini akan membawa kita terlampau jauh dari topik yang sedang kita bicarakan, yaitu mengenai peningkatan vibrasi atom. Saya menyinggung UFO karena UFO-lah yang paling dekat untuk menerangkan bagaimana kehidupan berlangsung dalam getaran/vibrasi yang jauh lebih tinggi.

UFO dikendalikan oleh mahluk-mahluk luar Bumi yang sengaja datang ke planet ini dalam suatu misi yang bersyifat spiritual. Mereka dapat dibagi ke dalam 3 golongan yaitu :

– yang berujud semi-material, artinya atom-atom dalam diri mereka tidak berbeda jauh dengan atom-atom dalam badan jasmani kita. Tapi atom-atom dalam diri mereka berada dalam vibrasi yang lebih tinggi, sehingga mereka berada dalam dimensi keempat. Mereka berasal dari planet dimana tingkat kehidupan di permukaan planet tsb telah mencapai taraf kemajuan spiritual yang tinggi.

– yang berujud semi-material juga namun bukan berasal dari planet. Mereka berasal dari suatu tempat “buatan” – artifisial yang dipahami sebagai suatu bagian dari pemerintahan celestial.

– Yang berujud spiritual dan tidak memiliki badan jasmani lagi, baik yang bersyifat material atau semi-material. Mereka hidup, mempunyai kesadaran, dapat merancang, berpikir, mengambil keputusan, dsb. Untuk mencapai efek material, mereka memerlukan bantuan mahluk-mahluk semi material atau material.

Bergaul dengan mahluk UFO membawa kita pada suatu taraf kehidupan yang berbeda secara radikal dengan kehidupan dunia yang kita kenal dan ketahui. Pernah kepada mereka ini (UFO) diajukan pertanyaan apakah mereka beragama Kristen ?

Apa jawab mereka ? kira-kira begini :

“ Anda yang menyebut diri sebagai orang Kristen esungguhnya baru menempelkan suatu atribut keagamaan pada diri anda. Anda belum menghayati apalagi menjalankan dan mengerti hakekat ajaran yang terkandung di dalam atribut tsb yaitu tolong menolong, kasih sayang, hidup dalam kedamaian, dsb. Kami tidak menyebut diri kami orang Kristen, tapi kami datang dari jauh dengan penuh kasih sayang untuk untuk menyelamatkan anda dan planet anda dari kehancuran yang mengancamnya. “

Mahluk UFO banyak memperlihatkan kemampuan supra-normal. Mereka dapat berkomunikasi secara telepatis dengan manusia. Untuk itu mereka dapat memancarkan energi gelombang yang ditujukan dengan tepat kepada sel-sel otak manusia yang sedang dihubungi. Energi gelombang ini merangsang sel otak sehingga terjadi suatu impresi bathin. Impresi ini ada kalanya berbentuk penglihatan, pendengaran dan ada kalanya berbentuk pengertian/pemahaman akan suatu hal yang belum kita mengerti.

Wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad saw bekerja atas prinsip di atas. Dalam hal ini malaikat Jibril-lah yang melakukan komunikasi antar dimensi dengan Beliau sehingga Nabi mendengar dengan jelas suara di kepalanya. Kini istilah wahyu sebaiknya tidak kita gunakan karena di kalangan agamawan mungkin terdapat pendapat bahwa wahyu hanya diperuntukkan bagi nabi-nabi/orang suci saja. Namun gejala-gejala supra-normal yaitu turunnya wahyu seperti di jaman Nabi Muhammad, saat ini datang lagi. Pesan-pesan antar dimensi ini dichannelkan kepada beberapa orang manusia bukan untuk membawa ajaran moral melainkan sebagai penyelesaian dari apa yang sudah dikatakan akan datang, baik dalam Taurat, Injil, dan Quran yaitu akan datangnya perkembangan spiritual pada manusia. Disebut Al Kiamah. Kebangkitan dalam Quran (Q 75:1).

Ada kelemahan dalam komunikasi antar dimensi ini yaitu hasil komunikasi akan sangat bergantung pada perbendaharaan kata dalam bathin orang yang menerima pesan supra-normal tersebut. Bila Jibril hendak menjelaskan kepada Nabi bahwa di hari akhir nanti umat manusia akan dikejutkan dengan ledakan nuklir, tentu saja dalam otak Nabi tidak ada kata-kata yagn dapat menjelaskan apa itu nuklir. Jibril lalu mengirimkan impresi yang dapat ditangkap oleh Nabi tentang apa yang terjadi jika Nuklir meledak. Ini tidak sulit bagi Jibril karena sebuah planet dalam tata surya kita ini dahulu ada yang pernah meledak karena para penghuninya “bermain-main” dengan nuklir.

Gambaran ini lalu dipancarkan oleh Jibril dan diterima Nabi sehingga Nabi melihatnya secara gaib, secara supra-normal. Nabi melihat pohon yang dalam Quran disebut pohon zaqquum (Q 17:60). Tapi pohon ini berwarna kuning bagai tembaga yang lebur (Q 44:43 dan 45). Sebelum dunia mengenal ledakan bom atom, ayat ini pasti tidak banyak difahami. Demikianlah masih banyak ayat-ayat lain yang luput dari penafsiran yang tepat, karena untuk dapat menafsirkannya dengan tepat, diperlukan pengetahuan multi dimensi yang luas secara teologis, fisika, sejarah,
psikologi, dll. Ini sukar kita harapkan dapat dimiliki oleh para alim ulama kita sedangkan banyak orang bergantung pada mereka untuk penafsiran ayat-ayat kitab suci.

Komunikasi Supra-normal

Menurut keterangan yang dapat kita jumpai pada buku “Briefing for The Landing on Planet Earth” (Stuart Holroyd – Corgi Books), Bumi kita secara periodik dikunjungi oleh mahluk-mahluk luar Bumi> mula-mula tiap 6000 tahun sekali mereka datang berkunjung. Mereka-lah yang memberikan impetus pada berkembangnya peradaban tinggi di jama Babilonia, Mesir, dan India. Kira-kira 35000 tahun yang lalu mereka mendarat di suatu tempat yang kini dikenal sebagai Tanah Rendah Tarim, di sekitar Sinkiang sekarang. Mereka datang dengan tugas khusus untuk mengembangkan bahasa. Ada kemungkinan bahwa sebagai hasil bimbingan mereka inilah lahir bahasa Sanskrit (Sansekerta) yang dilihat secara tata bahasa sangat sempurna sehingga menjadi induk dari banyak bahasa di dunia. Banyak kata berasal dari bahasa Sanskrit. Kata father berasal dari bahasa sanskrit patr, mother berasal dari kata matr.

Nama-nama dewa dalam mitologi Yunani berasal dari nama-nama Hindu. Misalnya Dyaus Patr adalah nama dewa yang kemudian menjadi Zeus Pater (Dewa langit – pemimpin para dewa Yunani) dan kemudian diadopsi oleh mitologi Romawi menjadi Yupiter. Penulis (M. Siregar) cenderung beranggapan bahwa dari periode inilah lahir agama Hindu sebagai hasil ajaran moral yang dibawa oleh mahluk-mahluk luar Bumi. Di waktu itu mungkin mahluk luar Bumi bergaul erat dengan manusia. Pergaulan ini lalu dalam mitologi Yunani melahirkan cerita tentang dewa-dewi yang banyak jumlahnya lalu segalanya kemudian menjadi kabur/tidak jelas.

Mahluk luar Bumi datang lagi pada jaman Nabi Ibrahim sehingga melahirkan ajaran agama yang berdasar pada penyerahan diri pada bimbingan Tuhan. Ajaran ini jugayang diusung oleh Nabi Musa, namun sayang kelak ajaran ini membatu dalam syariat agama yang sangat kaku dalam ajaran agama Yahudi. Jesus Christ (nama kosmiknya adalah Sananda) juga berusaha menyempurnakan ajaran moral yang telahdirintis pada jaman Ibrahim. Tapi ajaran yang dibawa Jesus ini terlalu tinggi untuk jaman tersebut dengan mengatakan bahwa seorang manusia harus mencintai musuh-musuhnya, bahkan memberikan pipi kiri jika pipi kanannya ditampar. Hakekat ajaran Jesus adalah melampaui permusuhan apapun bentuknya. Kondisi inilah yang akan dicapai seorang manusia jika ia telah mencapai taraf spiritual yang tinggi. Oleh karena itu di jaman Muhammad ajaran moral ini disesuaikan dengan tingkat perkembangan manusia. Beliau menerapkan disiplin rohaniah melalui ibadah. Disiplin ini hanyalah langkah awal untuk menuju taraf pencapaian spritualitas yang lebih tinggi.

Pola hidup berdasarkan penyerahan pada kekuasaan dan bimbingan Tuhan diberi nama dalam bahasa Arab yaitu “aslama”. Pokok kata adalah “slm”, yang dapat juga dibaca “salam” (damai). Kata “Islam” dan “muslim” berasal dari kata “aslama”. Dalam Quran, disebut bahwa jalan semua nabi ialah Islam, yaitu orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan, mereka yang berkiblat kepada Tuhan. Jangan diartikan secara harfiah, yaitu Islam sebagai sebuah lembaga agama. Oleh karena itu akan ditentang oleh para pengikut agama lainnya. Secara syariat semua agama memang berbeda, tapi barang siapa yang dapat melampaui syariat dan menemukan hakekat agamanya maka ia akan melihat bahwa semua agama adalah sama!

Oleh M. Siregar. Dikutip dari Warta Parapsikologi No 5 Tahun 1 kliping koleksi admin rahasiaotak.com dan diunggah pertama kali di milis Mayapada Prana

Iklan
, , , , , , , , , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.