Marina Mahathir: Muslim Harus Ikuti Ajaran Nabi

21 Januari 2010

Inspirational

Umat Islam dan kristiani bersama-sama merupakan 50 persen penghuni dunia ini.

Kalau mereka hidup dalam damai, kita sudah separuh jalan menuju perdamaian. Satu langkah kecil ke depan saja yang mendekatkan muslim-kristiani akan menjadi kisah positif bagi semua.

Melalui artikel ini, saya ingin mengingatkan muslim dan kristiani mengenai janji Nabi Muhammad SAW terhadap umat kristiani. Pemahaman mengenai janji itu akan berdampak besar pada perilaku muslim terhadap kristiani. Muslim, pada umumnya, menghormati nabi yang terdahulu dan mencoba mempraktikkan dalam kehidupan mereka.

Pada tahun 628 Masehi, sebuah delegasi dari Biara St Katarina menemui Nabi Muhammad SAW dan meminta perlindungannya. Dia menanggapi dengan menuliskan sebuah piagam, yang saya kutip utuh. Biara Santa Katarina terletak di kaki Gunung Sinai di Mesir dan ini adalah biara tertua di dunia.

Di situ ada banyak koleksi berbagai manuskrip kristiani, dan hanya kalah oleh koleksi Vatikan, dan sebuah warisan dunia. Juga di situ ada simbol-simbol kekristenan yang sangat kuno. Ini adalah rumah yang menyimpan banyak warisan sejarah kekristenan dan tetap aman selama 1.400 tahun di bawah perlindungan muslim.

Janji kepada Santa Katarina

Ini adalah pesan dari Muhammad bin Abdullah, sebagai sebuah perjanjian kepada mereka yang memeluk kekristenan:
“Saya, para kerabat, para pembantu dan pengikut saya melindungi mereka, karena umat Kristen juga rakyat saya, dan demi Allah, saya menentang apa pun yang mengganggu mereka.

Tidak ada pengusiran terhadap mereka. Apakah itu hakim-hakim mereka harus disingkirkan dari pekerjaan mereka, atau para pendeta dari biara mereka. Tidak boleh ada orang menghancurkan rumah ibadah mereka, merusaknya, atau mengambil sesuatu pun dipindahkan ke rumah umat muslim..

“Bila ada yang mengambilnya, dia melanggar perintah Tuhan dan tidak patuh kepada Nabi-Nya. Ditegaskan, mereka adalah sekutu saya dan mendapat jaminan dari saya terhadap semua yang mereka benci.

“Tidak ada yang boleh memaksa mereka pergi atau mewajibkan mereka untuk berperang. Muslim akan berperang untuk mereka. Bila ada seorang perempuan kristiani menikah dengan seorang muslim, hal itu tidak boleh terjadi tanpa persetujuan perempuan itu. Dia tidak boleh dilarang pergi beribadah di gerejanya. Gereja mereka harus dilindungi. Mereka juga tidak boleh dihalangi untuk memperbaiki tempat ibadah mereka atau kesucian perjanjian mereka. Tidak ada seorang pun yang boleh melanggar perjanjian ini hingga Hari Kiamat.

Kalimat pertama dan terakhir dari perjanjian itu sangat penting. Janji mereka abadi dan universal. Sang Rasul menegaskan muslim bersama umat Kristen, jauh maupun dekat. Beliau juga telah mengantisipasi untuk tidak hanya membatasi perjanjian itu hanya pada Santa Katarina saja.

Dengan memerintahkan muslim untuk mematuhinya hingga Hari Kiamat, perjanjian itu sekali lagi mematahkan upaya di masa depan untuk mencabut hak-hak istimewa itu. Nabi Muhammad SAW menyatakan seluruh umat Kristen adalah sekutunya, dan dia menyatakan perlakuan buruk kepada umat Kristen melanggar perjanjian Allah.

Dokumen tersebut bukan traktat Hak Asasi Manusia modern, namun meski dibuat di abad ketujuh, tapi jelas melindungi hak properti, kebebasan beragama, kebebasan bekerja dan keselamatan setiap orang. Saat saya membaca banyak ajaran Islam, saya menemukan banyak contoh toleransi beragama dan inklusivitas.

Menurut saya, seorang muslim yang percaya diri akan:

  • Tidak terganggu akan isu nama Allah. Allah berbicara kepada seluruh umat manusia di Alquran dan tidak pernah menyatakan hanya muslim yang boleh menyebutnya Allah. Tahu ada 99 nama untuk menggambarkan Satu Allah. (Favorit saya adalah Ar-Rahman, Maha Kasih, dan Ar-Rahim, Maha Pengampun)
  • Tidak akan bingung akan ajaran agamanya, dan apa agama orang lain. Contohnya, seorang muslim akan dapat membedakan mana ayat Alquran dan yang mana Doa Bapa Kami.
  • Tidak akan pergi ke gereja, mendengar liturgi dalam bahasa Melayu atau Arab di mana mereka menggunakan kata “Allah” lalu berpikir bahwa mereka sedang berada dalam masjid. Seorang muslim pasti tahu bedanya.
  • Murah hati, inklusif dan tidak akan menganggap seorang melanggar eksklusivitasnya karena menggunakan satu kata saja. Muslim tahu bahwa di Timur Tengah, ibadah agama mana pun menggunakan bahasa Arab, karena itulah bahasa mereka.
  • Dasar agama mereka adalah Rukun Islam dan tidak akan terganggu hanya karena orang lain menyebut Allah dengan nama sama.
  • Percaya pada Satu Tuhan. Karena itu masuk akal jika umat lain juga menyebut Tuhan dengan nama yang sama karena tidak ada Tuhan yang lain.

Penulis adalah putri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, menulis dalam blog rantingsbymm. blogspot.com. Sumber: Sinar Harapan

Iklan
, , , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.