Fakta-Fakta yang Menakjubkan!

7 Januari 2010

People

fakta-fakta aneh

  • Anda heran mengapa sepatu olah raga bersol karet – dalam bahasa Indonesia disebut sepatu Kets..? Cerita dimulai ketika sepatu olah raga pertama diperkenalkan tanggal 14 Juli 1916. Dan… tepat seperti yang anda tebak… sepatu itu merknya “Keds”. Sepatu jenis inilah yang selanjutnya dikenal dalam bahasa Inggris sebagai “sneakers”. Segera menyusul Keds, di tahun 1917 – Converse Rubber Company ikut pula membuat sepatu karet. Perusahaan inilah yang sekarang ini kita kenal sebagai pembuat sepatu olah raga merk “Converse”. Untuk ukuran sekarang, sepatu olah raga masa itu terhitung primitif. Solnya terbuat dari karet, dengan pinggiran kanvas dan disatukan dengan tali. Namun sepatu ini menjadi sebuah revolusi perlengkapan olah raga. Kenyamanan sepatu ini untuk digunakan dalam olah raga seperti basket dan tennis – tak tergantikan.
  • Di Amerika Serikat, seseorang yang tidak dikenal identitasnya disebut dengan nama John Doe (ingat peristiwa pemboman Gedung FBI di Oklahoma, Amerika pada tahun 1995). Dan bila seseorang yang tidak dikenal identitasnya itu adalah seorang wanita maka akan disebut sebagai Jane Doe. Tradisi menyebut John dan Jane Doe ini ternyata berasal dari peristiwa pembunuhan Presiden Amerika, McKinley, di hari Jumat 6 September 1901. Sang pembunuh, Leon F. Czolgosz, di hari sebelum pembunuhan menginap di Riggs House Hotel. Di hotel tersebut, Leon menggunakan nama samaran John Doe, nama samaran yang digunakan polisi saat mengusut dirinya. Akhirnya hingga sekarang, setiap seseorang yang belum diketahui identitasnya, masyarakat Amerika menyebutnya sebagai John atau Jane Doe.
  • Sheik Shakhbut, bekas pemimpin Abu Dhabi, adalah salah satu dari beberapa pemimpin Arab yang mendapat rejeki nomplok saat ditemukannya sumber minyak di jazirah Arab. Namun penduduk Abu Dhabi selalu merasa heran, karena walaupun minyak telah disedot sedemikian banyaknya, uang yang dihasilkan dari penjualan minyak bumi itu tidak kelihatan ‘jejaknya’.  Maka terjadilah perebutan kekuasaan, dan Sheik Shakhbut dapat digulingkan dari kekuasaannya. Selanjutnya, sebuah komisi dibentuk untuk mencari kemana perginya uang hasil minyak Abu Dhabi. Dari istana kerajaan terbongkarlah sebagian misteri ke mana ‘perginya’ uang-uang itu.  Selama pemerintahannya Sheik Shakhbut telah menyembunyikan uang-uang hasil penjualan minyak itu di seluruh bagian istananya, mulai dari di bawah kasur, lemari, karpet dan tempat-tempat lain. Sulit untuk dihitung berapa banyak yang disembunyikan Sheik Shakhbut, namun sebagai gambaran saja, terdapat kira-kira uang kertas senilai 2 juta dollar yang telah rusak dimakan tikus…
  • Istilah “hooker” dalam konotasi pelacur atau wanita penghibur, ternyata berasal dari para prajurit Amerika.
    Saat perang sipil, dikenal seorang Jenderal dari pihak Union Utara yang bernama Joseph Hooker. Jenderal ini sering membawa wanita-wanita penghibur untuk menemaninya di kota New Orleans sepanjang masa perang sipil. Oleh anak buahnya, wanita-wanita ini diberi nama “Hooker’s Division”. Lama-kelamaan kata “Division” menghilang, dan akhirnya wanita-wanita dengan profesi demikian mendapat mendapat sebutan “hooker” hingga sekarang.
  • Mengapa kepolisian Inggris disebut “Scotland Yard” sekalipun mereka bukan berasal dari Skotlandia ataupun berada di Skotlandia? Sebutan ini ternyata berasal dari riwayat didirikannya Kantor Kepolisian London di tahun 1829. Kantor ini didirikan di gedung Nomer 4 Whitehall Place di kota London – tepat di sebelah bangunan yang sering didiami raja-raja, bangsawan, atau tamu penting lainnya yang berasal dari Skotlandia. Seperti kita ketahui, Inggris sebenarnya adalah gabungan tiga kerajaan (United Kingdom): Skotlandia, Wales, dan England.  Karena “bertetangga” dengan gedung kerajaan Skotlandia itulah, maka kepolisian Inggris memperoleh nama Scotland Yard. Parahnya, nama ini sedemikian lengket – hingga saat gedung kepolisian tersebut dipindahkan ke kantor yang baru di tahun 1890 – gedung yang baru diberi nama “New Scotland Yard”, padahal tidak lagi bertetangga dengan gedung kerajaan Skotlandia. Saat ini Kantor Pusat Kepolisian London berada di daerah Westminster.
  • Di abad ke 17, di Eropa dikenal tindak kejahatan penculikan anak-anak yang dilanjutkan dengan membentuk mereka menjadi makhluk aneh.  Tindak kejahatan ini disebut “Comprachicos”, dimana anak-anak tadi dihambat pertumbuhannya dengan dipasangi topeng besi permanen atau dibentuk dengan sengaja untuk selanjutnya dijual kepada para bangsawan, sebagai mahluk langka.  “The Man in the Iron Mask” karya Alexander Dumas adalah gambaran tentang Comprachicos di masa itu dimana seorang anak diculik dan kemudian dipasangi topeng besi. Contoh lain pada “The Man Who Laughs” karya Victor Hugo, menceritakan tentang seorang anak yang selalu tersenyum karena wajahnya dibentuk demikian akibat Comprachicos.

halaman 2

Iklan
, , , , , , , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.