About these ads

Refleksi Ketelanjangan

11 Juli 2012

Inspirational

gadis telanjang dada

Once, we were comfortable with our skin. In our God given glorious paradise island, we were one with our nature, part of it, the crown of it. Then came other people who told us that our nakedness were wicked and barbaric, a sin in God’s eyes. So they made us ashamed of our simplicity and told us to hide our beauty.

Centuries later, the same people returned in their bikinis, flaunting their nakedness under our caressing sun. Then they mocked us of our prudeness.

(Suatu ketika, kita pernah begitu nyaman dengan kulit kita. Di pulau Dewata yang bak nirwana ini, kita satu dengan alam, menjadi bagiannya, menjadi mahkotanya.

Lalu datanglah orang dari luar yang mencela dan mengatakan bahwa ketelanjangan kita itu adalah suatu kejahatan, bahwa kita tak berbudaya dan kita berdosa di mata Tuhan. Mereka membuat kita malu akan kesederhanaan kita dan menyuruh kita menyembunyikan keelokan kita.

Berabad-abad kemudian, orang asing yang sama kembali ke pulau kita hanya dengan bikininya. Memamerkan ketelanjangannya di bawah belaian matahari kita. Lalu mereka mengejek kekolotan kita)

notes inspiratif dari sis Aditya :D

About these ads

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 349.828 pengikut lainnya.