Tentang iklan-iklan ini

Novel Sabda Palon 2: Roh Nusantara dan Orang-orang Atas Angin

14 Februari 2012

Books

Sabda Palon 2

Roh Nusantara dan Orang-orang Atas Angin

Novel Sabda Palon 2: Roh Nusantara dan Orang-orang Atas Angin  

 Sinopsis Novel Sabda Palon II

Setelah Novel SABDA PALON 1 meraih sukses dipasaran, menyusul segera terbit Novel Sabda Palon 2. Melanjutkan kisah perkembangan Islam di pulau Jawa yang dimulai pada kisaran abad XV. Abad dimana perdagangan global mulai merambah Nusantara. Dipadu dengan kisah-kisah mitos Jawa yang masih belum banyak diketahui, terutama keberadaan tokoh DANG HYANG SABDA PALON.

Bagaimanakah kisah dari Sayyid ‘Ali Rahmad, Sayyid ‘Ali Murtadlo dan Zainal Kabir selanjutnya? Dan bagaimana juga kisah pergulatan bathin dari Bhre Kêrtabhumi? Siapakah sosok Dang Hyang Sabda Palon itu? Apa hubungan beliau dengan Sang Hyang Tri Purusha, Sang Hyang Sapta Bathara dan Sang Hyang Panca Tirtha yang sangat dihormati di Bali?  Semua bisa disimak pada seri kedua ini.  Sebuah Novel yang sarat dengan sejarah perkembangan Islam di Jawa, sejarah leluhur Syiwa Buddha juga peranan orang-orang Tionghwa Muslim yang belum banyak diketahui !

Sejak Dinasti Ming melarang armadanya berlayar ke luar Cina, ditambah rentannya Majapahit setelah Rani Suhita mangkat pada tahun 1447, perjanjian antara Tiongkok dan Majapahit selepas Perang Paregreg—yang memberikan jaminan keamanan kepada warga keturunan Cina di Majapahit—pun mulai goyah. Haji Gan Eng Chu, pejabat Dinasti Ming untuk kawasan Asia Tenggara yang berkedudukan di Lasêm, berencana menggalang kekuatan prajurit demi keamanan warga keturunan Cina. Bong Swie Hoo alias Sayyid Ali Rahmad diperintahnya untuk menempati daerah Bangêr. Dari sana dia diharapkan bisa menjadi penghubung warga Cina yang tinggal di Jawa sebelah timur dengan Lasêm.

Di sisi lain, Tuban yang semakin makmur menimbulkan kecemasan sejumlah pejabat pribumi Majapahit. Kemakmuran Tuban salah satunya disebabkan oleh kebijakan Adipati Arya Adikara yang memberikan kesempatan kepada bangsa Atas Angin untuk masuk ke jajaran pemerintahan, termasuk mengangkat Gan Eng Wan, adik Haji Gan Eng Chu, sebagai patih Tuban. Lalu tersingkaplah sebuah desas-desus tentang rencana penyerbuan atas Tuban yang digerakkan oleh beberapa pejabat Majapahit. Namun Adipati Tuban tidak mempercayainya. Tumenggung Wilwatikta, menantu Adipati Tuban, meminta tolong kakaknya di Lasêm, Pangeran Wirabraja, untuk menyelisik kebenaran desas-desus itu. Kerusuhan besar pun membayang-bayangi Tuban.

Dalam pada itu, Bhre Kêrtabumi, didampingi dua punakawannya yang setia, Sabda Palon dan Naya Genggong, mulai mendapat petunjuk dari sosok misterius yang dipercaya sebagai Roh Nusantara. Petunjuk itu menggiringnya pada pengetahuan tentang hakikat tanah Nusantara, yang dalam penglihatan batinnya pernah menjadi pusat peradaban dunia, dikenal sebagai Ataladwipa. Begitu pula Sayyid Ali Rahmad. Dia memperoleh penampakan gaib yang mahadahsyat. Tanda-tanda perubahan zaman mulai terlihat. Jawa akan berganti muka. Agama lama bakal sirna, diganti agama baru. Dan Bhre Kertabumi dan Sayyid Ali Rahmad adalah dua orang yang terpilih sebagai pengawal perubahan mahabesar yang bakal mengubah wajah dunia

 Cuplikan Novel Sabda Palon II

Pupuh XXVI
NYI SYAMIROH

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Pasukan Pangeran Wirabraja masih bisa bertahan. Bersama sembilan ratus orang-orang China yang dibawanya, ditambah seribu orang China dari Tandhês, dia mengamuk dengan pedang ditangan! Gerakan mereka cepat bagai gerakan belalang! Pasukan Lasêm yang ikut dalam barisan pasukan bercadar terus bertambah! Sedikit demi sedikit, pasukan China dan pasukan Sayap Capit kanan Tuban mundur!

Bangkai orang bermata sipit mulai terlihat disana-sini dengan darah menggenangi tubuhnya! Teriakan kemarahan terus berkumandang dari pasukan bercadar!

“Bantai orang Atas Angin! Bantai orang Atas Angin!”

Pangeran Wirabraja menggeram marah!

“Aku orang Atas Angin! Siapa yang berani maju! Sini! Aku penggal kepala kalian! Bangsat!”

Pangeran Wirabraja menerjang berani dengan kudanya! Melihat Pangeran Lasêm tersebut merangsak dengan berani, beberapa orang China tumbuh semangatnya! Mereka bersorak-sorai ikut merangsak maju!

Pertempuran sengit terus berlangsung! Pangeran Wirabraja mengamuk dengan pedang ditangannya! Seorang pimpinan pasukan bercadar menyibak kerumunan dengan kudanya dan segera menghampiri Pangeran Wirabraja!

“Aku lawanmu!”

Pangeran Wirabraja membelalak dan memaki marah!

“Maju sini! Bangsat!”

Dengan bentakan keras, pemimpin pasukan bercadar langsung menerjang Pangeran Wirabraja! Kedua pedang mereka beradu! Sedemikian kerasnya hingga menimbulkan percikan api! Tangan masing-masing sampai kesemutan dan tergetar! Pangeran Wirabraja menggeram marah! Sempat dia menyabetkan pedangnya ke seorang prajurid bercadar yang hendak menusuk dari belakang! Satu sabetan telah mengenai leher dan membuat sosok yang hendak menyerangnya tumbang bermandi darah!

Diputarnya haluan kuda dan kembali menerjang lawannya, sang pemimpin pasukan bercadar! Sabetan terayun telak dan tepat mengenai dada lawan! Namun Pangeran Wirabraja memekik ketika mengetahui pedangnya tak sanggup melukai tubuh orang itu! Pedang Tiongkok setajam itu, bagai beradu dengan batu cadas yang keras! Tak ada darah! Bahkan lukapun tidak didada yang baru saja terkena pedang!

“Hahahahaaha! Habiskan besimu goblog!”

Orang itu memutar pedang dan menyabet leher! Pangeran Wirabraja menggeram dan menangkis serangan tersebut! Bunyi beradunya dua logam terdengar! Telak! Hampir saja Pangeran Wirabraja terjatuh karena kerasnya ayunan!

Pangeran Wirabraja memutar tali kekang kudanya! Berputar hendak menerjang!

Namun dilihatnya, pasukannya satu demi satu tumbang ketanah! Kini posisinya benar-benar terdesak!

Segera diangkat pedangnya dan berteriak!

“Mundur! Mundur!”

Seluruh pasukan segera bergerak undur! Kocar-kacir! Satu dua terpapas pedang dan sekarat! Pasukan Pangeran Wirabraja bergerak undur! Diikuti pasukan Sayap Capit kanan! Pasukan bercadar bersorak-sorai! Dan pemimpin pasukan bercadar tertawa tergelak-gelak melihat pasukanTuban pontang-panting melarikan diri!

Disisi barat daya, kekalahan serupa terjadi. Pasukan Capit sisi kanan bergerak mundur. Pasukan bercadar terus merangsak maju dengan formasi Garuddha Wyuuha! Mereka mempermainkan pasukan yang kocar-kacir bagai seekor garudha mempermainkan anak ayam! Sesekali sayap kanan menyerang, kemudian bertahan dalam posisinya, menyusul sayap kiri menyerang, bertahan dalam posisinya, lantas kepala menyerang! Begitu seterusnya! Pasukan sisi barat daya benar-benar terdesak hebat!

Terbit 20 Februari 2012

Novel Sabda Palon 2: Roh Nusantara dan Orang-orang Atas Angin

 ————————–

Penyunting: Salahuddien Gz
Pemindai Aksara: Webri Veliana
Penggambar Sampul: Yudi Irawan
ISBN: 978-979-17998-2-9
Harga: Rp 75.000,- (485 Hlm. Bookpaper)
Penerbit: Dolphin
Email: bunda_laksmi@yahoo.com
————————–

Buku ini bisa dipesan sekarang juga. Pesan ke penulis plus tanda tangan penulis cukup Rp.65.000,- dan diskon 20% untuk pembelian 5 buku (jadinya Rp 300,000,-), melalui akun “Damar Shashangka“, (belum termasuk ongkos kirim). Kirim pesan pemesanan dan alamat yang dituju di INBOX FB saya. Buku akan dikirim melalui POS/JNE. Pembayaran melalui transfer ke rekening:

BCA KCP Gondanglegi,Malang
No.Rek : 31-70-41-76-90
a/n : Anton Maharani

Konfirmasi transfer, hubungi nomor tlp ini.
Nope : 0818-102-767
Atau inbox akun Facebook ‘Damar Shashangka

Kover Penuh :
Novel Sabda Palon 2: Roh Nusantara dan Orang-orang Atas Angin

Novel ini akan menjadi bagian kedua dari Novel Sabda Palon

untuk membaca fragment dari novel Sabda Palon Pertama silahkan klik: disini

Intermezzo: saya pernah diminta untuk memberikan endorsement bagi novel pertama Sabda Palon

Sabda Palon | Novel Sabda Palon 2

Klik disini untuk membaca semua endorsement

Tentang iklan-iklan ini
, , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 363.013 pengikut lainnya.