Tentang iklan-iklan ini

Kenali Kemasan Makanan dan Minuman Kita!

7 Oktober 2010

Healthy Liffestyle

Kode-Plastik

Artikel Arief T Nur Gomo

Saat ke fitness center, saya beberapa kali memperhatikan botol minum yang sering dibawa orang-orang pada saat beraktifitas di tempat tersebut. Beberapa membawa botol minuman yang memang dibuat khusus sebagai kemasan minuman, ada yang membawa botol minuman yang bisa menghasilkan antioksidan, namun tak sedikit juga yang menggunakan botol AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) entah itu baru atau hanya diisi ulang.

AMDK merupakan pilihan praktis buat orang-orang tertentu yang tidak mau repot dengan bawaannya. Selain mudah diperoleh dimana saja, botolnya pun bisa langsung dibuang. Banyak orang sering menggunakan botol bekas AMDK ini berulang kali, bahkan karena beberapa merek mempunyai bentuk kemasan yang unik sehingga dipakai terus sampai benar-benar tidak bisa digunakan. Tapi apakah botol bekas AMDK ini bisa digunakan berulang kali? Tunggu sebentar. Kita ikuti penjelasan berikut ini.

Kemasan Makanan
Kemasan makanan, termasuk juga botol minuman, dapat terbuat dari bahan-bahan seperti gelas atau wadah kaca lainnya, kaleng, karton/kertas, plastik keras, kemasan fleksibel, dan kaleng komposit. Jenis-jenis kemasan ini mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam mengemas suatu produk makanan atau minuman. Saya tidak akan membahas secara rinci setiap jenis kemasan makanan pada artikel ini, namun saya akan menitikberatkan pada kemasan yang terbuat dari plastik.

Zat Aditif Dalam Kemasan Plastik
Sejak pertama kali plastik ditemukan, bahan yang satu ini mulai merambah ke berbagai aktifitas manusia. Dari yang ukuran paling kecil sampai yang paling besar, dari yang digunakan untuk non-food sampai digunakan untuk mengemas makanan/minuman. Pengembangan teknologi plastik yang disesuaikan dengan tujuan penggunaannya pun banyak dilakukan. Plastik yang awalnya hanya tersusun dari satu jenis polimer, sekarang sudah berkembang menjadi berbagai jenis polimer yang penggunaannya pun berbeda-beda tergantung dari jenis polimernya. Selain itu untuk ada juga zat-zat aditif yang ditambahkan untuk menyempurnakan fungsi dan kegunaan kemasan plastik tersebut.

Beberapa jenis zat aditif yang ditambahkan pada suatu plastik antara lain yaitu:

  1. Plasticizer (pemlastis) yang digunakan untuk membantu proses melancarkan proses dan membuat polimer plastik menjadi lentur.
  2. Stabilizer digunakan untuk mencegah terurainya polimer apabila terkena panas atau sinar UV.
  3. Antioksidan digunakan untuk mencegah proses oksidasi yang tidak diinginkan.
  4. Slip dan antistatic additive. Slip additive berfungsi untuk mengurangi pergesekan pada permukaan plastik dan untuk meningkatkan sifat dari produk akhir. Sedangkan antistatic additive berfungsi menurunkan daya hantar listrik dari plastik. Kedua jenis bahan ini biasanya digunakan bersamaan.
  5. Coloring agent digunakan untuk mewarnai bahan plastik.

Migrasi Polimer dan Aditif ke Bahan Makanan Yang Dikemas
Suatu bahan kemasan makanan yang baik harus memiliki sifat inert atau tidak mudah bereaksi dengan bahan yang dikemasnya. Bahan kemasan yang terbuat dari gelas atau kaca sudah terbukti bersifat inert, sedangkan bahan kemasan yang terbuat dari plastik bersifat inert hanya sampai pada batas tertentu. Dengan demikian penggunaan kemasan yang terbuat dari plastik harus mendapat perhatian dari penggunanya. Karena sifatnya yang tidak sama dengan kaca/gelas, pada makanan dan minuman yang dikemas dengan kemasan yang terbuat dari plastik terjadi suatu peristiwa yang disebut migrasi yaitu berpindahnya polimer dan/atau bahan aditif dari penyusun plastik ke bahan makanan/minuman yang dikemas.

Polimer dan bahan aditif inilah yang bisa masuk ke dalam tubuh bersama makanan/minuman yang dikonsumsi. Meskipun yang masuk dalam jumlah yang kecil, tapi bahan-bahan ini dapat menumpuk dalam tubuh karena tidak bisa diuraikan oleh tubuh. Jumlah bahan aditif atau polimer yang bermigrasi ke bahan makanan yang dikemas bisa bertambah melebihi ambang batas jika penanganannya tidak benar. Bahan-bahan inilah yang menyebabkan timbulnya penyakit seperti kanker dan penyakit degeneratif, bahkan sampai ke mutasi genetik yang tidak diinginkan.

Alasan inilah sehingga The Society of The Plastic Industry (SPI) pada tahun 1988 memperkenalkan sistem pengkodean plastik atau disebut juga plastic recycling code (kode daur-ulang plastik). Informasi kode ini ditujukan untuk pendaur-ulang, industri pengguna, dan konsumen, sehingga penggunaan kemasan plastik ini nantinya akan cukup aman bagi manusia. Kode-kode ini menjelaskan sifat dari plastik tersebut, kegunaanya (apakah untuk makanan atau tidak untuk makanan), dan jenis produk daur-ulangnya. Kode ini biasanya dicetak di bagian bawah kemasan plastik, dan berbentuk segitiga dengan angka di dalamnya. Ingin tahu apa saja kode-kode itu dan apa maksud dari kode-kode tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

7 Kode Tanda Pengenal Jenis Plastik

Ada 7 kode tanda pengenal jenis plastik yang beredar di pasaran. Kode-kode ini menjelaskan sifat, kegunaan serta jenis produk daur ulang dari plastik tersebut. Coba periksa bagian bawah kemasan makanan atau botol minuman Anda dan cocokkan dengan tabel berikut:

Kode Deskripsi
Polyethylene Terephthalate (PET, PETE). PET ini transparan/tembus pandang dan mempunyai daya tahan yang kuat terhadap gas dan uap air. Contoh penggunan plastik ini yaitu untuk kemasan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), air mineral, sari buah, dan minuman berperisa. Plastik jenis ini digunakan juga untuk tali pengikat dan penggunaan non-food. Hasil daur ulang plastik ini dibuat spinning fiber yang disebut polyester, yang nantinya digunakan dalam pembuatan karpet, isian fiber glass dan geo-textiles.  Kemasan yang terbuat dari bahan ini hanya bisa digunakan sekali pakai. Penggunaan yang berulang kali terlebih menggunakan air panas atau hangat, menyebabkan migrasi zat-zat yang bisa menyebabkan kanker ke dalam bahan makanan/minuman yang dikemas.
High Density Polyethylene (HDPE). Plastik ini bersifat kaku, kuat, keras, tahan terhadap bahan kimia dan uap air, serta tahan terhadap suhu tinggi. Digunakan untuk membuat botol untuk susu, jus, dan galon air minum. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.
V adalah kode untuk Polyvinyl Chloride atau PVC. Plastik jenis ini memiliki sifat fisik yang stabil, tahan terhadap bahan kimia, dan tahan terhadap perubahan cuaca, mudah mengalir pada saat pencetakan, dan memiliki sifat listirik yang stabil. Plastik ini dapat digunakan dalam bentuk kaku atau yang fleksibel. Yang berbentuk kaku banyak digunakan antara lain untuk botol, pipa, penyekat kabel dan kawat, dan kulit sintetik penutup lantai.Plastik ini termasuk yang sulit didaur ulang. Wrapping plastic dulunya dibuat menggunakan plastik ini tapi karena alasan keamanannya sehingga mulai diganti dengan LDPE. PVC mengandung DEHA (Bis(2-ethylhexyl) adipate) yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
Low Density Polyethylene (LDPE) banyak digunakan untuk tempat makanan, plastik kemasan, botol-botol yang lunak, dan penutup kemasan yang fleksibel. Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak, pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.
Polypropylene (PP) mempunyai karakter yang lebih kuat, fleksibel dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, tahan terhadap lemak, memiliki titik leleh yang tinggi sehingga cocok digunakan untuk pengisian bahan panas.  Jenis ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan yang terpenting, botol minum untuk bayi.
Polystyrene (PS) adalah plastik serbaguna yang bisa berbentuk kaku atau berbentuk foam, jernih, keras dan rapuh, serta memiliki titik leleh yang rendah. PS biasanya digunakan dalam Styrofoam, dan tempat minum sekali pakai. Plastik ini termasuk polimer aromatic yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika bersentuhan dengan makanan. Styrene ini terdapat juga di asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi bangunan. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Apabila bisa didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.
Istilah “Other” menunjukkan bahwa plastik tersebut dibuat dari bahan resin selain dari enam jenis resin diatas atau dibuat dari campuran lebih dari satu jenis resin diatas dan digunakan dalam bentuk berlapis.Ada 4 jenis “Other” yaitu SAN (styrene acrylonitrtile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate), dan Nylon. Jadi tulisan “other” kadang diganti dengan keempat kode tersebut.SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu tinggi, kekuatan, kekakuan dan tingkat kekerasannya juga telah ditingkatkan.

Plastik berbahan “other” dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-ala rumah tangga, computer, alat-alat elektronik dan plastik kemasan. SAN biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi. Sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai mainan lego dan pipa.

SAN dan ABS termasuk bahan plastik yang sangat baik digunakan dalam kemasan makanan dan minuman. Berbeda dengan PC. PC dapat mengeluarkan bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman dan berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma dan mengubah fungsi imunitas, sehingga tidak dianjurkan sebagai tempat makanan dan minuman. Namun ironisnya, botol susu bayi, gelas anak batita, botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman (termasuk kaleng susu formula) beberapa masih menggunakan plastik jenis ini. Terlebih lagi botol susu  terkadang kontak dengan suhu tinggi pada saat digunakan.

Selain ketujuh kode tadi, beberapa perusahaan produsen peralatan makan plastik dan kemasan plastik terutama untuk kemasan yang dipakai berulang mulai menggunakan satu simbol lagi yang disebut “food grade”. Peralatan makan plastik atau kemasan plastik yang mencantumkan kode food grade pada bagian bawahnya diartikan bahwa peralatan atau kemasan plastik tersebut aman digunakan untuk mengemas makanan atau minuman. Kode ini bergambar gelas dan garpu seperti terlihat pada gambar ini.food grade

Arief T Nur Gomo adalah Head of Research and Development Department PT. Bionic Natura, healthy food

Tentang iklan-iklan ini

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 364.039 pengikut lainnya.