Beranda > Inspirational > Narsis Itu Sehat!

Narsis Itu Sehat!

Artikel Lex dePraxis

Berdasarkan legenda Yunani, terdapat seorang pemuda bernama Narcisuss yang jatuh cinta pada bayangan dirinya yang terpantul di permukaan sebuah danau. Demikianlah kisah etimologinya sehingga kini kata narsis dipakai untuk menyebut orang yang terlalu kagum, bangga, dan memuja diri sendiri, walaupun kadang istilah narsis juga populer diselewengkan atau disejajarkan dengan tindakan rajin foto-foto yang lebih tepat disebut ‘banci kamera.’

Seperti yang sudah saya tulis tempo hari, setiap manusia -Anda dan saya- di dunia ini pasti memiliki gangguan kejiwaan tertentu. Dan dari segudang daftar panjang kitab DSM-IV, saya pikir narsis adalah salah satu gangguan dan ilusi yang perlu kita miliki dalam kehidupan sehari-hari.

Saya berpendapat seperti itu karena sedemikian banyaknya orang yang terhambat dari sukses karena merasa dirinya rendah, lemah, bodoh, kecil, kalah, dan berbagai skala inferioritas lainnya. Kita hidup di dalam dunia modern yang memaksa kita untuk terbiasa menilai diri sendiri berdasarkan apa yang orang lain inginkan dari kita dan apa yang orang lain lakukan dalam hidup mereka.

Saya ulangi sekali lagi: kita terbiasa menilai diri sendiri berdasarkan keinginan orang lain dan prestasi orang lain. Anda jarang melatih menghargai diri sendiri sebagai kepribadian yang unik, utuh dan apa adanya. Anda jarang memberikan perhatian yang diperlukan oleh jiwa Anda untuk berkembang menjadi pribadi yang dewasa dan matang. Tidak heran kita merasa cemas, depresi, sulit mengambil keputusan dan serba berkekurangan.

Kita perlu belajar bagaimana sepenuh hati menyukai dan mencintai diri sendiri, agar bisa menyadari rasanya ketika bertemu dengan orang lain yang sepenuh hati menyukai dan mencintai diri kita. Cinta adalah sesuatu yang abstrak, bagaimana mungkin Anda bisa menghargainya jika Anda sendiri belum pernah merasakannya? Terlebih lagi, bagaimana Anda bisa menemukan cinta jika Anda sendiri pun merasa diri Anda tidak layak dicintai?

Narsisme memiliki sebuah peranan yang berguna dalam hidup dalam artian membiasakan Anda untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain untuk membuat diri Anda bahagia. Narsisme, jika dikendalikan dengan baik, adalah sebuah perilaku yang sehat sebagai mana dijelaskan oleh seorang ahli di bidang transformasi, David Cicia, sebagai berikut:

“Narcissism is built into our very beings. Focus on self (ego) is essential to life, living and functioning. Individual existence is narcissistic, thus it’s called existential narcissim. Psychology – especially object-relations psychology – has pointed out the central importance of narcissism in normal human development and functioning. They call it primary narcissism, and it is healthy. On the other hand, toxic narcissism is what causes subjective suffering. It is the over-focus on self, as part of the downward spiralling negative feedback loop that comes from the basic misstep of attention.“

Jadi sampai manakah batas perilaku narsis yang baik dan positif? Saya menggali jawabannya dari kitab para psikolog yang menyatakan bahwa gangguan narsisistik yang cukup serius terjadi seandainya seseorang memenuhi 5 dari 9 ciri berikut:

  1. Grandiose view of one’s importance, arrogance. Merasa diri paling hebat namun seringkali tidak sesuai dengan potensi atau kompetensi yang dimiliki dan ia senang memamerkan apa yang dimiliki termasuk gelar (prestasi) dan harta benda.
  2. Preoccupation with one’s success, beauty, brilliance;.Dipenuhi dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kepintaran, kecantikan atau cinta sejati.
  3. Extreme need of admiration. Memiliki kebutuhan yang eksesif untuk dikagumi.
  4. Strong sense of entitlement. Merasa layak untuk diperlakukan secara istimewa.
  5. Lacks of empathy. Kurang empati.
  6. Tendency to exploit others. Mengeksploitasi hubungan interpersonal.
  7. Envy of others. Seringkali memiliki rasa iri pada orang lain atau menganggap bahwa orang lain iri kepadanya.
  8. Shows arrogant, haughty behavior or attitudes. Angkuh, memandang rendah orang lain.
  9. Believe that she or he is special and unique. Percaya bahwa dirinya adalah spesial dan unik.

Jadi silakan berkumpul dengan orang-orang narsis dan jangkiti hidup Anda dengan virus narsis juga sebanyak mungkin, namun batasi agar tidak sampai menyentuh lima dari kriteria perilaku di atas.

  1. Astuti syamsi
    1 Mei 2011 pada 20:21 | #1

    Narsis dimana aja i2 bgus tdak???? ;)

  2. 6 Oktober 2010 pada 05:40 | #2

    Keren nih artikel, dah pernah gue praktekin dan hasilnya gue jadi orang narsis :D

  3. 1 Oktober 2010 pada 22:23 | #3

    “kita terbiasa menilai diri sendiri berdasarkan keinginan orang lain dan prestasi orang lain” >> agak gawat ya ini..? jadi kayak ga punya keinginan pribadi dong?

  4. 27 September 2010 pada 16:30 | #4

    hidup narsis

  5. 24 September 2010 pada 09:23 | #5

    mending narsis,deh…ketimbang minder,ha..ha..

  6. 23 September 2010 pada 05:16 | #6

    Wow, berarti aku termasuk narsis nih, sungguh tidak pernah disangka.. :)

  7. 22 September 2010 pada 19:41 | #7

    jangan2 aku termasuk narsis nih? :)
    tapi gak apa2 juga Red, asal gak berlebihan (* ngeles*) :)
    salam

  8. 22 September 2010 pada 15:45 | #8

    *tepok jidat* ternyata saya termasuk orang narsis …

  9. 22 September 2010 pada 08:16 | #10

    tapi kalo terlalu narsis ntar malah keliatan lebay
    hehehe

  10. 22 September 2010 pada 02:31 | #11

    Andi Kusuma said :

    Baru tahu, bahwa Narsisme itu diserap dari Legenda Yunani, Narcissus yg memandangi pantulan bayangan nya didanau.. Makasih buat artikel yg mencerahkan ini mas RED.. :)

  11. 22 September 2010 pada 01:14 | #12

    hmm… hahaha.. setuju tuuh… bisa membuat lebih percaya diri hihihi… suka deh artikelnya…

  12. 21 September 2010 pada 21:13 | #13

    hmmm …. nyaris buat ku, harus ngerem nich!

  13. 21 September 2010 pada 21:08 | #14

    saya orang nya narsis,tapi og gak begitu sehat-sehat nat ya ???????
    hehehehehe

  14. 21 September 2010 pada 20:28 | #15

    Saya narsis nggak ya…
    (kayaknya iya…)

  15. 21 September 2010 pada 19:42 | #16

    i’m not the narsis’ one :)

  16. 21 September 2010 pada 16:32 | #17

    g narsis, g eksis…. :lol:

    • Red
      21 September 2010 pada 16:41 | #18

      sudah jadi hukumnya kalu jaman ini untuk eksis kita harus berani narsis, tentu dalam artian positive :D

  17. wiwin9
    21 September 2010 pada 15:46 | #19

    narsis di blog sah-sah aja kan hehehehe

  18. 21 September 2010 pada 14:29 | #21

    salam blagwalking…

    kalu narsisnya kaya pemuda yunani itu, ya ndak baek. maunya narsis, malah hilang umur. hiaaaa…..

    • Red
      21 September 2010 pada 16:22 | #22

      halo nissa. salam kenal dari bandung. blogmu bagus banget !

  19. 21 September 2010 pada 14:21 | #23

    kalau ikut nongkrong disini bisa dikatakan narsis ga ya? :D

  20. 21 September 2010 pada 13:44 | #26

    wah,
    yang penting narsislah pada tempat dan kondisi yang memang memungkinkan untuk narsis. bagi saya tidak disetiap tempat kta bisa narsis….

  21. 21 September 2010 pada 13:30 | #27

    tapi kebanyakan narsis itu cenderung kenegatif, dan jangan sampai terlena dengan pujian diri sendiri.

  22. 21 September 2010 pada 12:21 | #28

    salam kenal dari dongkrak antik
    kunjung balik sob

  23. 21 September 2010 pada 12:20 | #29

    salam kenal dari dongkrak antik
    bagi ilmu dong…

  24. sedjatee
    21 September 2010 pada 12:13 | #30

    Sahabat sejati..
    Dalam nuansa hari yang suci ini
    Dengan semangat hati yang bersih
    Sedjatee dan keluarga menyampaikan:
    Mohon maaf lahir dan batin
    Semoga sukses selalu

    Sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  25. JoO
    21 September 2010 pada 11:03 | #31

    wow…. saya baru tau ternyata narsis itu banyak manfaatnya hehehe…
    keknya aku harus mulai PD neh ma diri sendiri…
    makasi atas postingannya yang menggugah….

  26. 21 September 2010 pada 11:02 | #32

    Salam Takzim
    Pertamaxxxx
    Baru tau kalau narsis berasal dari tokoh pemuda yunani, kalau ga kesini mungkin saya ga paham apa itu narsisi, semoga tulisan saya ga narsis heheheha
    Salam Takzim Batavusqu

  27. 21 September 2010 pada 09:56 | #33

    Orang Narsis biasanya suka cari muka!
    ntah ilang kemana tuch mukanya ampe dicari” hehehe…

    • Red
      21 September 2010 pada 16:36 | #34

      teroris ngeblog dan firaun ngeblog sodaraan yee ? wkwkwkwkwk lucu namanya :lol:

  28. 21 September 2010 pada 09:52 | #35

    hehehe… Mantab juga nich postingannya!
    kira2 gw termasuk kaum narsisme ga yach?…

  1. 23 September 2010 pada 11:50 | #1
  2. 5 Oktober 2010 pada 00:09 | #2
  3. 8 Januari 2011 pada 22:32 | #3
  4. 25 Agustus 2011 pada 15:26 | #4
  5. 7 September 2011 pada 18:11 | #5
  6. 10 Desember 2011 pada 02:19 | #6
  7. 17 Januari 2012 pada 13:14 | #7

Mari Berdiskusi !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.246 pengikut lainnya.