Beranda > Healthy Liffestyle, Mind-Body-Soul > Mengurangi Makan = Gemuk!

Mengurangi Makan = Gemuk!

Meningkatkan metabolisme | rahasia diet

Dari jaman dahulu sampai sekarang, banyak makan adalah sebab dari kegemukan, tetapi apakah mengurangi makan, diet ketat sambil berlapar-lapar dapat menguruskan badan? Ternyata jawabannya adalah TIDAK dan berlapar-lapar justru menggemukkan badan.

Tubuh kita didesign sedemikian rupa, sehingga mampu untuk menjaga dirinya dari kematian. Contohnya adalah apabila kita tidak makan dalam waktu yang cukup lama, maka hasil akhirnya adalah kematian. Karena tubuh berusaha supaya dia tidak mati, maka otak memberikan signal ke tubuh dalam bentuk lapar, yang intinya adalah menyuruh kita untuk segera mengkonsumsi makanan, supaya tetap hidup dan tidak membahayakan kondisi tubuh.

Tetapi apa yang terjadi kalau kita mengurangi makan, dan menahan lapar lebih lama lagi? Tubuh akan langsung bereaksi untuk menjaga supaya tidak mati dan metabolisme tubuh akan diperlambat semaksimal mungkin. Ingat, untuk membakar lemak diperlukan metabolisme yang tinggi, jadi kondisi ini jelas berlawanan dengan apa yang kita inginkan, yaitu membakar lemak supaya kurus. Diperlambat supaya tubuh tidak terlalu boros membuang energy yang membahayakan nyawa.

Setelah itu, tubuh memang benar akan menggunakan lemak sebagai cadangan energy diwaktu kritis, tetapi perlu kita ingat, cadangan energy adalah CADANGAN yang akan digunakan di saat-saat terakhir. Jadi otak memberikan signal lain ke tubuh, supaya pada saat kritis seperti ini, makanan apapun yang kita makan, untuk diubah menjadi lemak, untuk mempertebal cadangan energy kita. Berarti sekali lagi, hasil akhir dari mengurangi makan dan lapar adalah KEGEMUKAN. Dan apabila diteruskan, maka efek sampingnya adalah kerusakan pada organ-organ tubuh termasuk penuaan dini.

Hal ini juga yang mendasari adanya efek samping yoyo dalam diet, yaitu dimana setelah kita berhasil menurunkan berat badan sekian kilo tetapi tidak lama lagi berat badan akan kembali naik cukup drastis lagi. Karena pada waktu kita kelaparan, memang semuanya dibakar yang akhirnya menjadikan berat kita turun, tetapi signal otak adalah ubahlah semua makanan yang masuk pada saat itu menjadi lemak.

Jadi aturlah diet Anda sebaik mungkin. Diet bukan berarti tidak makan atau mengurangi frekuensi makan. Pilihan makananlah yang harus diperbaiki, bukan dikurangi.

Menikmati Pola Makan Sehat

Ada kesalahpahaman tentang nutrisi, bahwa untuk mengikuti pola makan sehat, seperti untuk menurunkan atau menjaga berat badan, Anda harus melakukan diet yang menyiksa. Itu tidak benar. Semua itu berarti bahwa Anda harus mengikuti diet seimbang yang sehat untuk Anda dan kebutuhan Anda.

Yang lebih baik lagi, pola makan sehat tidak selalu berat dilakukan. Ketika kita menganggap pola makan sehat sebatas pada diet ketat, itu akan menjadi hal yang berat, tetapi ketika kita menyadari itu artinya menjaga pola makan yang seimbang, maka itu tampaknya mudah dilakukan. Selain itu, pola makan sehat ini juga sangat bagus untuk menurunkan risiko terkena penyakit jantung, kanker atau diabetes.

Bahkan jika Anda sudah tahu manfaat kesehatan utama dari makan dengan sehat dan baik, Anda mungkin tidak menyadari manfaat lain yang akan Anda dapatkan. Apakah Anda tahu bahwa Anda akan punya lebih banyak energi, kesehatan mental dan daya ingat yang lebih baik, jika Anda makan makanan yang sehat?

Kadang-kadang orang tidak ingin “makan sehat” karena mereka khawatir mereka tidak akan pernah menikmati makanan favorit mereka lagi. Ini adalah mitos. Anda hanya perlu ingat bahwa moderasi dalam segala hal akan membuat Anda sehat dan kuat. Batasi seberapa banyak Anda mengkonsumsi makanan kurang sehat dan Anda akan tetap sehat.

Ketika Anda merencanakan pola makan, Anda harus menggunakan ukuran porsi standar. Jika Anda tidak yakin berapa ukuran porsi itu, sebaiknya Anda mengetahui bahwa seringkali kita makan lebih dari yang kita sadari. Dan jika Anda dapat menemukan teman untuk menerapkan pola makan baru yang sehat, juga akan membantu Anda untuk menuju sukses dalam membawa pola makan sehat sebagai kebiasaan.

Ingat, makanan segar adalah yang terbaik. Buah dan sayuran segar sangat baik dikonsumsi. Buah juga sangat berguna sebagai snack sehat Anda. Selain lezat, makanan segar dan sehat ini juga praktis dan mudah dikonsumsi. Ketika rasa lapar melanda, jauh lebih baik bagi Anda untuk mengkonsumsi buah, sayur atau sumber serat dan protein daripada keripik atau permen!

Jaga konsumsi fast food dan makanan olahan ke jumlah minimum. Makanan cepat saji dan makanan olahan jika dikonsumsi terlalu berlebihan akan sangat berbahaya. Daripada pergi ke luar rumah, kenapa tidak memasak makan malam Anda sendiri di rumah? Banyak makanan yang cepat disiapkan. Sebagai alternatif, jika Anda menemukan salad di restoran atau tempat makan lain, itu alternatif yang cepat dan sehat. Jadi, tidak sulit bukan untuk menikmati pola makan sehat?

Contoh Pola Frekuensi Makan untuk Mempercepat Metabolisme

Sarapan (Pkl. 7.00)
1 Omelet telur atau telur rebus
2 potong roti gandum utuh/ 1 cup oatmeal

Snack Pagi:  (Pkl. 10.00)
1 buah apel/jeruk/pir

Makan Siang (Pkl. 13.00)
1 ons dada ayam/ikan/daging sapi utuh
1 cup nasi coklat (brown rice)/ nasi merah
1 cup sayuran

Snack Siang (Pkl. 16.00)
1 potong roti gandum utuh/ ½  cup oatmeal
1 potong ikan/daging panggang

Makan Malam:  (Pkl. 19.00)
1 ons dada ayam/ikan/daging sapi utuh
1 cup sayuran

Sebelum Tidur  (Pkl. 21.00)
Susu Tinggi Protein rendah lemak dan gula

Anda bisa lihat dari menu contoh tersebut bahwa kita tidak
mengurangi konsumsi ikan, ayam dan daging. Protein di dalam ayam,
ikan, dan daging tidak akan membuat anda gemuk. Yang perlu
diwaspadai adalah konsumsi gula dan karbohidrat yang terlalu banyak.

Perlu diperhatikan, beberapa orang bertanya kepada saya bahwa
mereka tidak bisa mengikuti jam-jam pola makan yang saya berikan.
Saya ingin menggarisbawahi bahwa jam yang saya tulis disini hanyalah
sebagai patokan saja. Boleh disesuaikan dengan kondisi anda
karena kegiatan sehari-hari tiap-tiap orang pasti berbeda kan:)

Yang paling penting adalah bahwa dengan makan ‘lebih sering’ maka
tubuh anda akan aktif mencerna. Proses mencerna yang sering
ini yang akan mengaktifkan kembali metabolisme tubuh
Banyak orang yang mengatakan kepada saya ‘saya tidak lapar koq
disuruh makan?’. Saya mengatakan bahwa, ‘tidak lapar itulah bukti
bahwa metabolisme kamu memang lambat dan itu yang harus dirubah,
dipercepat supaya pembakaran lemak terjadi’.

Semoga panduan ini bisa bermanfaat buat pembaca blog annunaki.

Author: Denny Santoso, S. Kom, SAC, Dip. CBA, CSN, Cht.
www.sportindo.com, www.dennysantoso.com, www.duniafitnes.com
Tips Latihan, Pola Makan dan Panduan Suplementasi Ultimate Nutrition

  1. amma
    19 Februari 2012 pada 19:11 | #1

    mas ,, klo mkn nasi nya berarti kita cm mkn sekli doank pas makan siang ya ? aduh saya punya maslah ni ,, klo pagi blum makn nasi ,, kepala saya suka pusing…….. gmn donk ?

    • Red
      20 Februari 2012 pada 08:12 | #2

      nasi kan karbohidrat, sementara roti, mie, singkong, gandum juga karbohidrat. Jadi masalah pusing/sakit kepala itu hanya sugesti aja :mrgreen: lha wong bahan dasarnya sama (karbo).

  2. amma
    19 Februari 2012 pada 19:06 | #3

    harus ikuti jadwal makn d atas ya ,, gmn klo kita ska ska jajan d luarn sna ? aku orng nya ska kuliner ,, susah menghindari jaajanan …

  3. susi
    18 November 2011 pada 12:21 | #4

    emang susah ngurangin makan tapi apa salahnya di coba wkwkwkwkwkwk

  4. 3 Juli 2011 pada 04:23 | #5

    mas..ada koreksi mas..silahkan di baca di blog saya lagi tentang posting ini..hehe

    • 3 Juli 2011 pada 04:26 | #6

      mas..ada koreksi mas..silahkan di baca di blog saya lagi tentang posting ini..hehe

      oh ya..mo nambahin, buat telur rebus, kuning nya ga usah dimakan, makan dikit sih gapapa…soalnya kuning telor itu lemaknya kurang lebih 3 gr, sama ma kandungan protein nya, 3 gr aja..
      kalo putih telor kan proteinnya dominan banget..

      *kebiasaan mengkonsumsi telor(tanpa kuning telor) 15 butir sehari..hehe

  5. nninniaaa
    22 Maret 2011 pada 14:46 | #8

    haloo, saya punya masalah gini mas admin,
    dulu saya pernah sakir kurang gizi, waktu umur 17tahunn, nahh waktu itu berat saya 49kg, terus dibawa ke dokter dikasih obat,setelah saya minum obatnyaaa, berat badan saya ga pernah bisa dibawah 50kg padahal saya udah usaha diet dan olahraga (renang, sit up ) tapi berat badan paling rendah tetap 53kg, sekarang berat saya 58kg, gimana ya ituuuu ?

  6. 29 Agustus 2010 pada 06:33 | #9

    ada pepatah kuno dr negeri antah berantah

    sekali gemuk dua tiga pulau terlampaui…
    berkura kura dibalik gemuk berpura pura tidak gemuk…..
    biar gemuk asal selamat…. :mrgreen:

  7. ghe
    20 Agustus 2010 pada 10:05 | #11

    saya jarang makan ga gemuk” mas….. :lol:

  8. rajak
    16 Agustus 2010 pada 17:50 | #12

    tq udah mampir diblog saia….
    salam kenal

  9. rajak
    16 Agustus 2010 pada 17:49 | #13

    salam kenal….
    tq udah mampir di blog saia

  10. 14 Agustus 2010 pada 19:35 | #14

    Hanya dengan membaca Judul Artikel ini, saya sudah bisa Tebak, klo MENGURANGI MAKAN = GEMUK, mksudnya mengurangi Makanan di Piring dan Dapur kita :) , Bener gak ya??

    • Red
      14 Agustus 2010 pada 20:49 | #15

      hehehe judulnya memang sengaja gue bikin kontroversial.. :P maksudnya adalah dalam konteks diet, kita gak perlu mengurangi makan, hanya mengatur jadualnya aza. di artikel ini ada jadual frekuensi makan (notice: frekuensinya ditambag, hanya porsinya lebih dikit). tujuan: memacu metabolisme tubuh agar bekerja lebih cepat membakar lemak

  11. 14 Agustus 2010 pada 04:11 | #16

    Jam makanku pagi (sebelum jam 7) kopi + tahu goreng. Siang jam 10 segelas susu + jajan gorengan. Makan siang nasi putih sepiring + ikan / daging + sayur. Sore jam 17.30 makan nasi putih sepiring setengah + lauk ikan / ayam. Malam ngemil sekedar. Tapi ini membuat aku berbobot 87Kg dengan tinggi badang 170Cm :lol:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  12. 13 Agustus 2010 pada 16:18 | #17

    gemuk atau kurus, sebenarnya gak masalah, yg masalah itu kalau obesitas ya Red.
    yang penting adalah sehat, setuju gak Red? :)
    salam

  13. 13 Agustus 2010 pada 16:18 | #18

    nasi merah memang kaya serat dan rendah kalori ya Red?
    bunda gak pernah diet, krn dgn umur yg kepala 5 sekarang, sudah susah utk menurunkan berat badan.
    cuma minum air putih saja, dah nambah berat 2kg heheh…. (* lebay*) :D :D
    salam

    • Red
      13 Agustus 2010 pada 17:26 | #19

      beras merah dan hitam bunda. kalu udah kepala 5 memang agak susah nurunnya, karena metabolisme melambat. coba ikut akupunture deh. works for me!

  14. 13 Agustus 2010 pada 15:48 | #20

    Makasih artikelnya.. :)

  15. 13 Agustus 2010 pada 13:55 | #21

    hari ini kok banyak yang posting masalah kegemukan, hehe
    biar gemuk juga gapapa yang penting sehat. :-)

    • Red
      13 Agustus 2010 pada 16:35 | #22

      ehehe gemuk itu pertanda ada yang salah di metabolisme kita, sehatnya pun semu :P

  16. 13 Agustus 2010 pada 13:09 | #23

    Intinya sebenarnya kan, makan apa saja kagak apa-apa, yang penting tidak berlebihan , dan diimbangi dengan gerak badan pasti badan akan lebih feet.

  1. 13 Agustus 2010 pada 11:05 | #1
  2. 3 Januari 2011 pada 17:03 | #2
  3. 4 Januari 2011 pada 18:31 | #3
  4. 13 Januari 2011 pada 17:29 | #4
  5. 14 Januari 2011 pada 05:06 | #5
  6. 23 Januari 2011 pada 16:35 | #6
  7. 24 Januari 2011 pada 04:53 | #7
  8. 21 Februari 2011 pada 07:32 | #8
  9. 4 Oktober 2011 pada 09:02 | #9

Mari Berdiskusi !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.246 pengikut lainnya.