Tentang iklan-iklan ini

Tuhan pun ber-Facebook (part 1)

27 Maret 2010

Spiritualism

Kesepian Tuhan di surga sendirian, Tuhan akhirnya pasang internet di surga. Sudah lama dia ketinggalan informasi mengenai perkembangan politik semesta. Sebenarnya ini bisa dibilang kesalahan Jibril yang sering telat memberikan informasi aktual kepada Tuhan.

Tuhan daftar di Facebook, rasa-rasanya ini cara bagus untuk bisa keep in touch dengan banyak makhluknya yang selama ini sudah tidak punya hubungan lagi sama Tuhan. Dengan berfacebook ria, Tuhan mengharapkan mampu menjangkau lagi anak-anak muda yang selama ini sudah tidak percaya lagi ritual-ritual kuno apalagi dogma-dogma usang.

Setiap harinya berjam-jam Tuhan duduk di depan komputer browsing Facebook. Melihat tingkah aneh dan lucu makhluk-makhluknya, dengan begitu banyak foto dan video yang dishare. Dan yang juga bikin Tuhan tertegun, ternyata banyak pula makhluk yang ketularan penyakitnya Tuhan, penyakit narsis. Tuhan Maha Narsis, itu sudah keniscayaan, tapi makhluk-makhluk ini sudah ikut-ikutan pula menjadi narsis.

Bosan melihat begitu banyaknya makhluk narsis di Facebook, Tuhan mulai mencari jejak para utusannya di dunia. Yah sekian lamanya dia terpisah dengan makhluk-makhluk yang disayanginya sepenuh hati. Tuhanpun segera teringat salah satu utusannya yang terakhir, Muhammad. Setelah mencari-cari sampai suntuk, karena ternyata banyak sekali makhluk yang bernama Muhammad, kayak tidak ada nama lain saja, akhirnya Tuhan menemukan account Facebook Muhammad. Bahagia sekali hati Tuhan, lega rasanya bisa berkomunikasi dengan kekasih-kekasihnya di dunia. Tuhan mengirim pesan elektronik kepada Muhammad.

`Muhammad, it’s me, Tuhan. Remember..?. Long time no see, I miss you so much. Anyway, bagaimana tugasmu di bumi, sudah bisakah kamu dan umat Islam menciptakan rahmatallil alamin…?

w/ love

Tuhan’

Muhammad kaget sekali mendapat message yang tiba-tiba itu, apalagi datangnya dari Tuhan. Berdetak jantungnya dengan keras, oh akhirnya bisa bertemu Tuhan lagi. Tapi di saat yang sama Muhammad juga bingung, harus laporan apa kalau pertanyaan Tuhan tentang rahmatallil alamin. Apakah harus ATS (Asal Tuhan Senang) ataukah jujur apa adanya..?. Setelah lama berpikir akhirnya Muhammad memilih untuk jujur. Dijawablah message Tuhan itu dengan agak ketakutan.

` Maaf Tuhan, jangan berharap rahmatallil alamin Tuhan, rahmatallilmuslimin saja belum bisa. Umatku sekarang ini bodoh-bodoh, picik berpikir. Tapi ada masa baiknya sih Tuhan, waktu peradaban Islam masih tripolar Baghdad, Cordoba, Kairo. Dengan memanfaatkan dan mengembangkan ilmu yang sudah ada seperti ilmu dari Yunani, Cina, dan India, umat Islam cukup maju dalam peradaban. Kedokteran, Arsitektur, Pertanian, Astronomi, dan Filsafat cukup maju, yah walaupun kebanyakan nyontek, tapi nyonteknya kreatif lah, nyontek tapi dikembangkan lebih lanjut. Tapi sekarang ini Tuhan, umat Islam udah bego, suka banget ama yang namanya kekerasan, tidak mau belajar, maunya dalil naqli terus, dalil aqli ditinggalkan. Sudah gitu, Islam dipake dimana-mana sebagai legitimasi tindakan represif terhadap umat Islam sendiri yang berbeda pandangan apalagi terhadap yang lain agama dan ideologi. Sekali lagi maaf Tuhan, aku telah gagal membawa perdamaian abadi di bumi. Tapi aku senang sekali bisa berkomunikasi lagi denganmu, kebahagiaan yang tiada tara bagiku.

Hambamu yang sedih sekaligus gembira,

Muhammad. `

Tuhan ikut merasakan kesedihan Muhammad, segera dia membalas message Muhammad dengan kata-kata menghibur.

` Muhammad yang baik, kau sudah berbuat yang terbaik yang bisa kau lakukan. Menjadi pedagang, pembawa agama, presiden, suami sebuah keluarga, filosof, bagiku itu sudah cukup. Jika setelah kematianmu umatmu tidak mengerti pesan yang kau bawa, itu bukan lagi kesalahanmu. Take care yach dimanapun kau berada.

w/ sincere care,

Tuhan.’

Wah, Muhammad yang jenius saja tidak mampu membawa perubahan berarti di dunia, Tuhan sih sedikit kecewa sebenarnya. Tuhan teringat dengan utusan satunya lagi, yang dari desas-desus yang beredar telah bisa mengajak sepertiga penduduk dunia dengan agama kasihnya. Tuhan pun mencari acoount Facebook Yesus Kristus, gampang ditemukan memang, karena ada di friendlistnya Muhammad

` Yesus, lama tidak jumpa hehhee, apa kabarmu, kudengar kau disalib, makanya berjuang itu dengan strategi, jangan asal hantam kromo, jadi utusanku ya mbok jangan bego-bego amat.

Kind Regards,

Tuhan.’

Yesus baru-baru saja memang punya account di Facebook, itupun setelah dikasih tahu dan diajari sama Musa, memang dasar Yesus dari dulunya gaptek. Membaca pesan Tuhan yang ofensif kayak gitu, Yesus hanya tersenyum-senyum saja. Memang dia sabar sih, apalagi Cuma diprovokasi dengan ucapan-ucapan penghinaan semacam itu. Tapi Yesus juga ingin berjukstaposisi sama Tuhan sekali-kali. Dia gemas sekali waktu ditinggalkan Tuhan sesaat sebelum kematiannya di Bukit Golgota.

`Tuhanku yang mulia, akhirnya kita bisa berjumpa lagi setelah berabad-abad terpisah. Dimana dirimu waktu tak panggil-panggil dulu sebelum aku disalib, Elli Lamma Sabakhtani, Elli Lamma Sabakhtani, ……, wah kau ini mengutusku tapi membantu sedikit aja gak mau. Emangnya kau kira tidak sakit apa tanganmu dipaku, dijejali kepalamu dengan mahkota dari duri, diarak keliling kota seperti orang gila pesakitan, sesudah gitu digantung di bukit yang dingin dan gersang. Penderitaanku cukup sudah Tuhan, dan aku tidak mau kau mengejekku, sakit benar untuk ditelan.

Tertanda,

Yesus.’

Tuhan yang memang menjadi pengangguran terselubung sejak big bang langsung membalas surat Yesus yang mengharu biru itu.

`Oh Yesus, maaf lah kalau menyakiti hatimu, tapi suer maksudnya bukan itu. Aku kan sambil bercanda, ya ok lah kamu memang agak bego dibandingkan yang lain, tapi toh ajaranmu malah dapat jauh lebih banyak pengikut. Coba ceritakanlah hal ihwal kesuksesanmu itu, aku pengen tahu lebih detail. Sekali lagi maaf ya, lahir batin deh minta maaf.

Tertanda,

Tuhan yang menyayangimu. `

Yesus menjadi semakin dongkol karena lagi-lagi Tuhan bilang dia bego, membalas dengan cepat. Habis kesabarannya kali ini.

` Eh Kunyuk. Jangan sekali-kali bilang gue bego lagi ya, tak masukin jadi blocked user ntar lo. Gue sudah berusaha melawan Romawi, tetapi simply karena gue saat itu sudah ditangkap duluan, akhirnya gue gak bisa menyusun strategi yang lebih matang. Daripada sudah terlanjur ditangkap, ya sudah gue mencoba memanipulasi keadaan seolah gue yang menginginkan penangkapan itu atas dasar cinta kasih. Tuh liat, gue punya strategi matang juga kan walau di kondisi terjepit. Lagian siapa pula bisa melawan Romawi yang sangat besar itu, kalau Muhammad kan lawannya banyak, tapi kroco-kroco suku yang terpecah dan berkekuatan kecil-kecil. Ada hal penting lagi yang musti lo perhatikan Tuhan, lo musti tahu kalau dianutnya ajaran gue oleh sepertiga penduduk bumi itu bukan yang murni ajaranku, yang sekarang itu sudah tercampur aduk oleh kultus individu dan tradisi Hellenisme. Sorry ye Tuhan, mereka kebanyakan nyembah gue, bukannya nyembah lo seperti yang seharusnya. Terserah lo mau menganggap kesuksesan atau tidak, tapi satu hal yang pasti, gue kagak bego, oh satu lagi juga yang pasti, gue lebih terkenal daripada lo Tuhan.

Tertanda,

Yang sudah tidak mengakui Tuhan sebagai Tuhan.’

Tamparan keras untuk Tuhan datang dari Yesus, Tuhan marah bukan main, berani-beraninya Yesus melawan dia sebegitu rupa. Tapi Tuhan akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa, di dunia maya kan tidak bisa bertindak brutal seenaknya. Tapi Tuhan berjanji untuk belajar jadi hacker, biar bisa mengobrak-abrik accountnya Yesus ^^

Author: Muhammad Amin 


Tentang iklan-iklan ini
, , , , , , , , ,

About Eduard de Grave

Blogger tampan, seksi, kaya raya & baik hati. Blog pribadi: annunaki.me | lapak jualan: agenhajarjahanam.net | Google Plus Twitter: @eduard777

Lihat semua pos milik Eduard de Grave

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 358.734 pengikut lainnya.